Skip to content

Cantik, Tidak Harus Menyiksa Diri

by pada 24 November 2012

Ideal, beginikah yang didambakan? (foto: ist)

Oleh Ani Lestari

Siapa sih yang tak ingin memiliki bentuk tubuh ideal? Terkadang, mereka rela menyiksa diri dengan berbagai cara. Salah satunya, diet ketat atau menghilangkan keinginan untuk makan. Tapi apa jadinya jika mendatangkan penyakit, bahkan mengakibatkan kematian?

Obsesi memiliki tubuh kurus seperti model yang melenggok di catwalk, sering mndorong remaja putri berdiet. Inilah yang membawa mereka pada penyakit Anoreksia Nervosa atau biasa disebut Anoreksia.

Apa sih Anoreksia? Adalah jenis kelainan perilaku makan yang paling banyak terjadi, selain bulimia. Penderita anoreksia membuat dirinya kelaparan, walau tidak bermaksud demikian. Kelainan ini merusak kesehatan penderitanya, bahkan menyebabkan kematian.

Penyakit Anoreksia selama ini selalu dipandang sebagai penyakit yang diakibatkan faktor psikologis dan juga sosial, seperti kelebihan berat badan yang membuat si penderita malu berteman dengan siapapun. Hal ini biasanya terjadi pada para remaja —terutama remaja putri— saat masa puber, karena di masa itulah seorang remaja umumnya mulai menetapkan standar tubuh ideal mereka sendiri. Biasanya langsing dan cenderung kurus.

Penyebab terjadinya Anoreksia hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Tapi para ahli kesehatan berpendapat, faktor sosial memegang peranan penting untuk mengurangi penderita penyakit ini.

Gejala seseorang menderita anoreksia dapat diketehui dengan ciri-ciri seperti, pertama meningkatnya perhatian mereka terhadap makanan dan berat badan. Kedua, meskipun sudah kurus, mereka akan tetap merasa gemuk. Ketiga, mereka akan melakukan olahraga berlebihan untuk mengendalikan berat badan. Dan terakhir, mereka tidak akan pernah mengeluh meski merasa lapar dan berat badan sangat berkurang.

Selain itu, gejalanya juga dapat dilihat secara fisik seperti, jumlah rambut yang lebih banyak tumbuh pada tubuh atau wajah. Mereka cenderung sensitif terhadap cuaca atau suhu dingin. Bagi penderita wanita, mereka tidak mengalami siklus mentruasi.

Penderita penyakit anoreksia memiliki peluang untuk mengalami berbagai komplikasi penyakit seperti, anemia, jantung bermasalah, tulang rapuh, paru-paru bermasalah, menstruasi terganggu bagi perempuan atau testosterone berkurang bagi pria, gangguan pencernaan, abnormalitas kadar elektrolit tubuh, gangguan ginjal bahkan mengakibatkan kematian. Ih, seramnya..

Penderita anoreksia sulit disembuhkan, karena mereka percaya tidak ada yang salah dalam diri mereka. Penderita dengan gejala atau tahap awal anoreksia (kurang dari 6 bulan atau hanya sedikit berat badan yang hilang) kemungkinan berhasil diobati, tanpa harus dirawat di rumah sakit. Syaratnya, memiliki keinginan untuk berubah serta dukungan keluarga dan teman-teman terdekat.

Meskipun sangat sulit menangani penderita anoreksia, tetapi pengobatan dini begitu gejala muncul sangat membantu penderita agar tidak jatuh ke kondisi yang lebih parah. Pendidikan secara dini tentang kebiasaan hidup sehat dan pandangan positif terhadap makanan serta penampilan, juga sangat membantu mencegah keadaan yang lebih parah akibat gangguan makan.

Untuk itu, jangan sia-siakan makanan yang masuk ke tubuh kita hanya karena keinginan memiliki tubuh ideal. Bukankah cantik itu tidak harus menyiksa diri?

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: