Skip to content

Jangan Tidur Terlalu Malam!

by pada 25 November 2012
(asiancancer.com)

(asiancancer.com)

Oleh Siti Masliah Hayati

Kisah dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran. Pasalnya, seorang dokter berusia 37 tahun yang begitu mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT, GPT), ternyata diketahui positif  menderita liver cancer sepanjang 10 cm.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil indeks normal, berarti semua OK.

Kesalahpahaman semacam ini, ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Sangat mengejutkan, para dokter seharusnya memberikan pengetahuan yang benar terhadap masyarakat, bukan pengetahuan yang cenderung menyesatkan.

“Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain, kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin,” ungkap dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat. Inilah penyebab terbesar, mengapa kanker hati sulit disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh, selama satu bulan terakhir ini ia sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound, baru ditemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari liver-nya (hati) sudah termakan habis. Pasien sangat terperanjat, Bagaimana mungkin?! Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal.

Bagaimana mungkin dalam waktu 1 tahun yang relatif singkat, dapat tumbuh kanker hati yang sedemikian besar?

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati, tak heran hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan normal. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal masyarakat. Tetapi item ini pula, yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat Taiwan.

Pada umumnya orang beranggapan, bila hasil indeks pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal, berarti hati tak bermasalah. Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih, karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.

Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di  dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati —atau karena satu atau sebab lain— sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT di dalam darah meningkat.

Tetapi, tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT, bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi di dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker ini indeks hati juga tak akan mengalami kenaikan. Awalnya, sel-sel kanker hanya menyerang sel-sel di sekitar hati hingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini berskala kecil, maka angka SGOT dan SGPT masih terpantau dalam batas normal. Jika pun naik, tidak akan terjadi kenaikan yang tinggi. Namun, karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini, masyarakat seringkali kecolongan oleh kemunculan kanker tersebut.

Penyebab utama kerusakan hati adalah:

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.

2. Tidak hajat besar pada pagi hari.

3. Pola makan yang terlalu berlebihan

4. Tidak makan pagi.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.

7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin, kurangi penggunaan minyak goreng dalam memasak makanan. Hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik, seperti olive oil.

8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Tentunya akan lebih baik melakukan pencegahan. Untuk itu, mari atur gaya hidup dan pola makan sehari hari. pengaturan pola makan yang baik sangat diperlukan agar tubuh dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwal kerjanya.

Berikut adalah jadwal kerja organ dalam manusia:

  • Malam hari jam 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai, seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari jam 11 – dini hari jam 1 : saat proses detoxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari jam 1 – 3 : proses detoxin di bagian empedu, juga  berlangsung  dalam kondisi tidur.
  • Dini hari jam 3 – 5 : detoxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi jam 5 – 7 : detoxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi jam 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang  yang sakit, sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum jam 6:30. Makan pagi sebelum jam 7:30, sangat  baik bagi mereka yang ingin  menjaga kesehatannya.Bagi mereka yang tidak makan pagi, harap mengubah  kebiasaannya ini. Bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga jam 9-10, daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang, akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak  berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari, adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Siti, tulisanmu lengkap dan menarik. Kamu menjelaskan tentang kanker hati, lengkap dengan contoh kasus penderitaan sang ahli sendiri. Ini mungkin kasus yang jarang, tetapi itulah sisi menariknya. Dan ini simalakama juga bagi kebanyakan penulis, karena mereka sering bekerja all night long demi ketenangan dan kelancaran ilham..

    Dari sisi penulisan, sudah bagus. Kamu telah dua kali membuktikan kuatnya referensi yang digunakan, meski belum ditulis di akhir tulisan. Judul menarik, karena himbauan itu akan menimbulkan tanda tanya bagi para calon pembaca, sehingga mereka berkenan mampir dan menyimak hingga akhir. Sayangnya, masih ada akronim yang tidak kamu jelaskan, seperti SGOT dan SPGT, yang tentu belum dipahami kebanyakan pembaca..

    Jadi, teruskanlah menulis dengan produktif dan kirimkan ke media massa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: