Skip to content

Chagas Mengintai Nyawa

by pada 28 November 2012
(azdhs.gov)

(azdhs.gov)

Oleh Devi Septiningtyas

Para ahli menemukan penyakit Chagas, yang disebut sebagai penyakit “AIDS terbaru” di Amerika. Efek penyebarannya butuh waktu bertahun-tahun, baru dapat terdeteksi dan pada saat itu penanganannya sudah terlambat. Penyakit ini membuat jantung bengkak dan meledak.

Penyakit Chagas merupakan penyakit parasit tropis yang disebabkan protozoa ber-flagel. Diduga sejenis dengan AIDS, hanya saja lebih mematikan. Bedanya, penyakit yang ditularkan bukan AIDS dalam arti sesungguhnya, melainkan wabah penyakit yang disebut Chagas. Chagas diambil dari nama belakang sang penemu penyakit pada 1909.

Penyakit yang menyerang warga Bolivia, Meksiko, dan Kolombia ini, disebabkan virus yang ditularkan serangga Triatorminae. Serangga tersebut bersayap dan berwarna hitam, yang menggigit dan menghisap darah korban untuk kemudian menularkan virusnya.

Virus Chagas ini mudah tersebar, seperti melalui transfusi darah dan bawaan gen turunan (layaknya penyebaran virus HIV). Tetapi tidak menular dari hubungan intim, seperti kebanyakan kasus HIV. Terdapat sekitar 10 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit ini, dengan 10 ribu di antaranya dikabarkan meninggal pada 2008 silam. Miris sekali melihat keadaan itu.

Menurut catatan jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases, penyakit Chagas akan mengakibatkan pembengkakan di bagian jantung. Jika sudah parah, organ tersebut bisa pecah sehingga menyebabkan kematian mendadak.

Sayangnya, gejala penyakit ini sulit diketahui sejak dini. Dengan demikian, dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga muncul gejala. Kendati pun dapat dideteksi dini, maka pengobatan tercepat masih membutuhkan waktu tiga bulan. Waspada lah!

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Devi, temamu sangat menarik. Karena ternyata masih sangat banyakl penyakit –yang kini baru diketahui– belum ada penyembuhnya. Atau membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, seperti Chagas ini. Sayangnya, penjabaranmu terlalu singkat, tidak detail mengungkapkan cara pencegahan, pendeteksian dini dan pengobatan yang harus dilakukan. Jika saja dirimu dapat lebih tekun mencari referensi, tentu kemanfaatannya menjadi berluipat ganda.

    Dari teknik penulisan, agaknya masih sangat “kering” ya? Nyaris seperti straight news, ketimbang feature. Jadi. mungkin unsur-unsur feature perlu diperkaya juga.. Terus berlatih ya.. dan kirimkan ke media massa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: