Skip to content

Pria Perlu Periksa Payudara

by pada 28 November 2012
kanker pria

Waspadalah (2ndchoices.com)

Oleh Farida Yasribi

Tidak sedikit yang terkejut ketika mendapati ternyata kanker payudara (Carcinoma mammae) bisa menghampiri kaum adam. Namun celakanya, banyak pria tidak menyadari, mereka bisa terkena kanker payudara. Padahal seperti informasi yang dilansir oleh kompas.com¹, riset terbaru Dr John Greif–seorang ahli bedah payudara di San Francisco, Amerika Serikat–mengindikasikan, kanker payudara pada pria mungkin bisa lebih mematikan ketimbang pada wanita.

Mencari tahu tentang jenis kanker payudara, memang bisa membuat pria lebih sulit untuk menerima kenyataan. Adalah tantangan tersendiri ketika pria menderita salah satu jenis penyakit yang umumnya menimpa kaum wanita. Kemungkinan pria menjadi frustasi, gara-gara terkena masalah yang identik dengan kaum hawa ini.

“Kanker payudara memang identik dengan kaum wanita. Namun, pria juga memiliki payudara, sehingga pria memiliki kemungkinan terkena penyakit mematikan urutan nomor dua ini,” tutur dr. Adryan, saat ditemui di Klinik Syifa Medika, Bogor.

Beliau memaparkan, kanker payudara pada pria ini terkadang sulit terdeteksi pada stadium awal. Biasanya terdeteksi sudah stadium kronis. Sel kanker mampu dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh. Hal inilah yang menyebabkan penyakit kanker payudara menduduki posisi dua teratas kategori penyakit mematikan.

Faktor Risiko

Faktor risiko kanker payudara pada laki-laki termasuk mutasi gen BRCA² (a breast cancer), sindrom Klinefelter—Merupakan salah satu jenis kelainan genetik yang sering dialami pria. Kelainan ini biasanya terjadi akibat hasil dari penggandaan ekstra kromosom X pada setiap sel. Di dunia, sindrom ini dialami oleh satu di antara 500 pria hingga satu di antara 1.000 pria—, gangguan testis, sejarah keluarga kanker payudara laki-laki atau perempuan, dan tingkat estrogen yang tinggi.

Juga konsumsi alkohol berlebihan, tembakau, kurang aktivitas fisik, dan obesitas. Pria memiliki sejumlah kecil jaringan payudara nonfunctioning (jaringan payudara yang tidak memproduksi ASI) yang terkonsentrasi di daerah tersebut, langsung di belakang puting pada dinding dada. Seperti kanker payudara pada perempuan, pertumbuhan kanker payudara disebabkan pertumbuhan sel-sel abnormal jaringan payudara yang tidak terkendali.

Pria sebaiknya sadar diri berisiko kanker payudara, jika terdapat riwayat kanker sejenis di dalam keluarga. Pria yang membawa mutasi gen BRCA2 (gen yang biasanya membantu mengontrol pertumbuhan sel) memiliki kira-kira delapan persen kemungkinan terkena kanker payudara. Pria dengan mutasi gen BRCA1 (gen yang biasanya membantu mengontrol pertumbuhan sel) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

Kenali Gejalanya

Kanker payudara pada pria tidak menimbulkan gejala-gejala bila masih berukuran kecil masih dapat diobati. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti skrining mendeteksi kanker payudara pada tahap awal sebelum gejalanya berkembang. Berikut tanda-tanda kanker payudara pada pria:

  1. sebuah benjolan yang dapat dirasakan, biasanya tepat di bawah puting susu
  2. terlihat perbedaan antara dada kiri dan kanan atau puting
  3.  kulit “mengumpul” di sekitar daerah payudara
  4.  keluar cairan dari puting

Pencegahan

“Mencegah kanker payudara dapat dilakukan dengan pola makan sehat, kurangi bahkan hindari mengonsumsi makanan junkfood, tinggi kolesterol, mengandung zat pengawet dan karsinogenik (zat yang dapat menyebabkan kanker). Selain itu yang tak kalah penting adalah lakukan massage (pemijatan pada payudara, dapat dilakukan sendiri) berlawanan arah jarum jam rutin setiap pagi hari,” tutur dokter bertubuh kekar dan berambut hitam itu.

Pengobatan

Pengobatan tergantung pada stadium dan kondisi fisik keseluruhan pasien. Kebanyakan pria didiagnosis dengan kanker. awalnya dirawat dengan pembedahan. Metode lain yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Terapi Radiasi

Terapi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa di payudara, dinding dada, atau daerah ketiak setelah operasi, atau untuk mengurangi ukuran tumor sebelum operasi.

2. Terapi Sistemik

Obat antikanker disuntikkan ke pembuluh darah atau diberikan melalui mulut. Ini termasuk terapi biologis, kemoterapi (pengobatan dengan obat untuk membunuh sel abnormal di dalam tubuh melalui mulut, injeksi atau melalui infus), dan terapi hormon.

Sangat Jarang

“Kasus kanker payudara pada pria di rumah sakit ini tergolong sangat jarang. Untuk sekarang tidak ada kasusnya. Tetapi, dulu tahun 2009, pernah ada seorang pasien pria yang menderita kanker payudara,” tutur perawat ruang HCU, Firman (asisten perawat kelas 3), dan asisten kepala unit gizi RS. Kanker Dharmais.

RS. Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional memiliki pelayanan deteksi dini kanker payudara untuk mayarakat, yaitu mobil mammografi. Mammografi dianggap sebagai alat paling efektif untuk deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan dengan sinar rontgen ini dapat mendeteksi hampir 80%-90% dari semua kasus kanker payudara. Dengan adanya pelayanan ini diharapkan, agar kanker payudara dapat ditemukan sedini mungkin. Dengan begitu, pengobatannya akan lebih efisien, berhasil, dan aman.

Tak heran, kasus kanker payudara pada pria sering ditemukan sudah stadium lanjut. Penyebabnya, hampir tak ada pria yang melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan sekali atau bahkan mammografi (pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen untuk menemukan tumor/ kanker payudara sedini mungkin) untuk mencari benjolan di payudara. Padahal jiwa pria bisa terselamatkan jika melakukan deteksi sejak dini.

 =====================================================================================

¹http://health.kompas.com/read/2012/05/07/11130068/Kanker.Payudara.pada.Pria.Lebih.Mematikan

Senin, 7 Mei 2012, 11.13 WIB

² BRCA1 dan BRCA2 adalah gen yang biasanya membantu mengontrol pertumbuhan sel. Seseorang yang mewarisi versi gen mutasi BRCA1 dan /atau BRCA2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan ovarium. Mutasi gen  BRCA1 biasanya membuat protein yang tidak berfungsi dengan baik karena sangat pendek. Para peneliti percaya bahwa protein BRCA1 yang cacat tidak dapat membantu memperbaiki mutasi terjadi pada gen lain. Cacat ini mengumpulkan dan memungkinkan sel untuk tumbuh dan membagi tak terkendali untuk membentuk tumor.

=====================================================================================

Referensi:

http://www.djamilah-najmuddin.com/kanker-payudara-dan-penyebabnya

http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara

http://ken-zoo.blogspot.com/2012/05/mengenal-tanda-tanda-kanker-payudara.html

http://health.kompas.com/read/2012/05/07/11130068/Kanker.Payudara.pada.Pria.Lebih.Mematikan

Lembar Informasi (brosur) RS. Kanker Dharmais

Wawancara, Minggu, 16 Desember 2012:

  1. dr. Adryan (KLINIK SYIFA MEDIKA, Jl. Branta Mulya, Karang Asem Timur, Citeureup-Bogor)
  2. Firman, Asisten Perawat Kelas 3, RS. Kanker Dharmais
  3. Petugas Unit Gizi RS. Kanker Dharmais
  4. Perawat Unit HCU RS. Kanker Dharmais
  5. Keluarga pasien kanker payudara wanita, ruang Teratai 1, Lantai 4, RS. Kanker Dharmais

 

6 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Farida, tema yang kamu pilih sangat menarik, karena tidak banyak laki-laki yang tahu. Bahkan peduli pada penyakit yang identik dengan kaum hawa ini. Kondisi ini boleh jadi lebih disebabkan sikap jumawa pria atas ‘keperkasaan’ kodratinya, atau mungkin juga karena malu. Dengan begitu, pasti cukup banyak kaum Adam yang akan membaca tulisanmu ini dengan sembunyi-sembunyi..

    Sayangnya, tulisanmu ini sangat singkat. Belum memaparkan secara menyeluruh tentang apa dan bagaimana kanker payudara pria ini. Andaikan referensimu lebih banyak, terlebih bila ditambah wawancara ahli maupun kesaksian penderita, tentu lebih bagus dan bermanfaat. Feature tentang ilmiah, sebaiknya memang tidak setengah-setengah..

    Bagaimana, mau kan dirimu menuntaskan infonya?

    • Farida Yasribi permalink

      Terimakasih pak, atas komentar, kritik dan sarannya. Iya,pak . Saya akan menuntaskan infonya (wawancara dokter&salahsatu penderita). Rencananya hari jumat mau wawancara ke dokter.
      Terimakasih, pak.

      • azhmyfm permalink

        Duh, Farida.. Setelah tadi (Minggu, 16/11) saya mendapat sms-mu yang mengabarkan dirimu berada di RS Kanker Dharmais untuk wawancara dokter dan pasien penderita kanker payudara, namun tak bisa karena prosedur formal harus membawa surat pengantar dari Jurusan, saya sempat tak mampu berkata-kata. Saya jadi terharu atas keseriusan dirimu menyempurnakan tulisan ini.

        Semoga berhasil ya..

  2. Iya, informasi terlalu minim. Sebaiknya, dengan pertimbangan etika, jangan lupa menyebutkan sumber yang digunakan. Khusus tulisan ilmiah, sumber juga menentukan, tingkat kepercayaan pembaca terhadap isi tulisan. Terimakasih.

    • Farida Yasribi permalink

      Sebelumnya terimakasih pak, atas komentar, kritik dan sarannya. Iya saya sangat menyadari masih banyak kekurangan pada tulisan saya. Secepatnya akan dilengkapi, insyaallah.
      Dan maaf, mengenai sumber referensi, saya sudah melampirkannya ketika tugas ini dikumpulkan dari flasdisk dan dikoordinir di kelas. Namun, pada saat dikoordinir di kelas, ternyata salah seorang teman saya tidak mentransfer file sumber referensi tulisan saya ini. Saya tidak mengetahui hal itu sebelumnya.
      Tetapi setelahm membaca komentar dari bapak, kemarin saya sudah menyerahkan referensi/ sumber tulisan saya ke pak Azmy.
      Terima kasih.

  3. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Selasa 08 Januari 2013, pukiul 18.00 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3059/2013/Pria-Perlu-Periksa-Payudara). Ayo, siapa lagi menyusul?

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi untuk Farida. Terlebih tulisan ini pemuatan kedua dari tugas kuliah Farida. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Farida dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: