Skip to content

Mencegah Pra Menstruasi Sindrom

by pada 29 November 2012
(hrysainsbiologi.wordpress.com)

(hrysainsbiologi.wordpress.com)

Oleh Anisa Febrianti

Premenstrual syndrome atau Pra Menstruasi Sindrom disingkat PMS adalah gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya.

Gejala PMS

Gejala psikologis yang umum adalah mudah marah, depresi, menangis, perasaan sensitif berlebihan, dan perubahan rasa antara sedih dan marah. Sedangkan gejala fisik yang sering terjadi adalah lelah, kembung, nyeri payudara, jerawat dan gangguan nafsu makan. Biasanya gejala tersebut dianggap hal lumrah, bagi wanita usia produktif.“Saya sering sekali merasakan gejala-gejala PMS seperti cepat marah, sensitif terhadap perkataan atau perilaku orang terhadap saya dan sering sekali rasanya mau menangis, padahal tidak tahu penyebabnya” ujar Anggun, salah seorang mahasiswi.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal, yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai, sampai beberapa hari setelah selesai haid. Bentuk yang lebih parah dari PMS dikenal sebagai gangguan Dysphoric Premenstrual (PMDD), yang terjadi pada sebagian kecil wanita dan menyebabkan gangguan yang sangat parah sehingga harus beristirahat penuh dari pekerjaannya.

Penyebab PMS

Penyebab munculnya sindrom ini, memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain, karena faktor hormonal akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan.

Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS. Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS, dibandingkan yang belum). Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 – 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).

Kelima, diet (faktor kebiasaan makan, seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS). Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol, juga dapat memperberat gejala PMS. Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Diet Tepat Mencegah PMS

Pencegahan PMS dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya diet yang tepat dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Batasi konsumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah (sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  2. Kurangi rokok atau berhenti merokok.
  3. Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan perorang).
  4. Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
  5. Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
  6. Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
  7. Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
  8. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
  9. Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).

Selain diet, cara lain untuk mencegah munculnya PMS dengan melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur, menghindari stres, dan menjaga berat badan yang ideal. Karena, berat badan yang berlebihan, dapat meningkatkan risiko menderita PMS.

Cobalah, agar tamu rutin yang datang tak selalu bersama nyeri berkepanjangan..

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Anisa, luar biasa.. Tulisanmu tentang PMS ini begitu lengkap, meski singkat. Sebagai penyakit yang rutin berkunjung, rasa nyeri berkepanjangan ini memang cukup menyakitkan dan mengganggu aktifitas penderitanya. Kebanyakan mereka pasrah, bahkan menganggapnya sebagai “kewajaran” yang harus dipersiapkan. Berbagai suplemen dan obat bebas penghilang nyeri pun dikonsumsi, tanpa upaya menghindarkan diri secara permanen, kendati lambat prosesnya. Dan tulisanmu berhasil menjabarkan semua itu, tanpa menggurui..

    Dari sisi teknis penulisan, hanya sedikit sekali editing yang dilakukan. Bahkan atmospher “riang” pun dapat dihadirkan, sehingga tulisan ilmiah ini tak terasa berat. Teruslah menulis, dan jangan luoa kirimkan ke media massa. Semoga tulisanmu selalu bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: