Skip to content

Angin Jahat, Apa Penyakit Jantung?

by pada 29 November 2012
(www-danshenplus.blogspot.com)

(www-danshenplus.blogspot.com)

Oleh Hasbullah

Pernah mendengar kata Angin duduk? Istilah itu sering dilontarkan orang-orang, ketika sedang merasakan nyeri di bagian dada secara mendadak. Mengapa seseorang selalu merasakan sakit yang begitu dahsyat, jika terkena angin duduk?

Seberapa parah kah penyakit yang sering muncul dengan tiba-tiba itu? Apakah angin tersebut bisa membuat duduk si penderita, atau bahkan dapat menghilangkan nyawa? Sebenarnya termasuk penyakit jenis apa? Mengapa orang-orang menyebutnya dengan istilah angin duduk?

Di dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung. Serangan ini disebut Sindroma Koroner Akut (SKA), sebagai salah satu Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian.

Banyak orang menyebutnya sebagai angin duduk, karena penyakit ini biasanya menyerang seseorang yang sering melakukan aktivitas di malam hari. Dalam bahasa sehari-hari disebut begadang. Mungkin malam identik dengan angin kencang serta seseorang yang sedang merasakan gejalanya langsung duduk menahan rasa sakit. Oleh sebab itu, dinamakan “angin duduk”.

Gejala awalnya berupa nyeri dada yang disebut angina pectoris, suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada yang terjadi ketika suplai oksigen darah ke area jantung berkurang. Sejauh ini, penderitanya lebih banyak orang dewasa. Terutama pria, yang tidak menjalankan pola atau gaya hidup sehat.

Biasanya penderita merasakan keluhan nyeri di tengah dada, seperti rasa ditekan, diremas-remas, sampai menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati, sesak napas dan mengeluarkan keringat dingin. Keluhan nyeri ini bisa merambat sampai kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, dan punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati, seperti masuk angin atau maag.

Sumber masalah sesungguhnya, hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga pasokan darah ke jantung pun tidak seimbang. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otot jantung, yang dapat menyebabkan kematian.

Penyempitan ini diakibatkan 4 (empat) hal. Pertama, adanya timbunan lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi, karena pola makan yang tidak teratur. Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel darah beku (trombus). Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. Dan keempat, infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu berlanjut, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.

Namun sayang, banyak penderita angin jahat itu tidak mengetahui solusi cara penyembuhannya. Padahal penyakit ini bisa menyebabkan kematian.  Penderita yang sering mengalami penyakit ini, sering salah kaprah dalam memberikan solusinya. Banyak yang beranggapan, penyakit ini bisa diatasi dengan cara dikerok, diberi minuman panas, atau diberi ramuan-ramuan yang dapat mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal dalam waktu lebih dari 15 menit setelah merasakan sakit.

Seharusnya penderita bisa saja diberi pertolongan pertama, jika ia benar-benar mengetahui akan hal itu. Dengan mendatangi rumah sakit terdekat, yang menyediakan fasilitas penanganan  gawat darurat jantung. Atau jika tidak ingin pergi kerumah sakit –dengan alasan biaya yang mahal, proses pendaftaran rumit atau hal lainnya– dapat juga dilakukan dengan solusi yang tepat untuk mengatasi si angin jahat yang dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Dengan hanya melonggarkan sumbatan yang terjadi, dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang dicari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri, juga berguna  melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

Untuk itu, dianjurkan bagi setiap orang yang merasakan gejala seperti dijelaskan sebelumnya, lakukanlah penyembuhan dengan melakukan solusi sebagaimana yang sudah diterangkan. Memang, semua manusia pasti akan kembali kepada-Nya. Namun jika kematian bisa diulur dengan segala pencegahan, mengapa tidak dilakukan?

3 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Hasbullah, pilihan temamu sungguh sangat dicari pembaca. Karena “angin duduk” ini memang begitu merakyat. Dan sebagaimana telah kamu tulis, penanganan penyakit ini sering salah kaprah. Bahkan di beberapa daerah, sering ditambahkan dengan “mantera” yang kadang isinya menggelikan..

    Dari teknis penulisan, yang utama adalah penjelasan tulisan ini terlalu singkat. Belum menyentuh cara pencegahan dan pengobatan secara medis dengan lebih rinci. Padahal setelah pembaca tahu kesalahkaprahan yang mereka lakukan, tentu mereka membutuhkan cara penanganan yang benar.

    Lainnya sudah bagus, jadi beranikanlah untuk mengirimkan karya ini ke media massa. Oke?

  2. Hasbullah permalink

    makasih pa atas saran dan komentarnya. saya akan terus berlatih menulis lagi, sesuai dengan apa yang bapak ajarkan. semoga apa yang selama ini bapak ajarkan bisa memicu saya untuk lebih rajin menulis lagi.

  3. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Senin 14 Januari 2013 pukul 13.51 WIB (lihat disini:http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3070/2013/Angin-Jahat,-Apa-Penyakit-Jantung?).

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi untuk Hasbullah. Ayo, siapa menyusul?

    Semoga hal ini menjadi langkah awal bagi keberhasilan Hasbullah dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: