Skip to content

Big is Beautiful

by pada 30 November 2012
(seattlecreditrepair.onlinecreditstrategies.com)

Mereka yang bertubuh gemuk dengan metabolisme baik tetap akan lebih sehat (seattlecreditrepair.onlinecreditstrategies.com)

Oleh Windari Subangkit

Pada awalnya si penderita hanya mencoba menurunkan berat badan  atau ingin membentuk tubuh yang ideal, namun keinginan itu lama-kelamaan berubah menjadi obsesif dan di luar kendali.

Hampir seluruh wanita di dunia menginginkan tubuh yang ideal. Khususnya mereka yang berkarir sebagai model. Mereka dituntut untuk tampil perfeksionis hingga sering merasa cemas bila ada anggapan minus mengenai diri mereka. Apalagi mengenai tubuh mereka. Jika terlihat ‘berlebih’ maka mereka selalu ingin mengurangi ‘berlebih’ itu, bahkan tak hanya satu kali. Ya, anoreksia! 

Anoreksia atau Anoreksia Nervosa adalah gangguan kesehatan yang berpotensi mengancam nyawa seseorang akibat kelaparan dan penurunan berat badan secara drastis. Indikasi anoreksia adalah ketika seseorang kehilangan berat badan sebesar 15% dari berat badan normal. Mereka adalah sekumpulan orang yang takut gemuk, meskipun bagi orang lain tidak gemuk.

Sebuah peranan emosi dan pola pikir seseorang sangat berpengaruh. Semua itu bisa menjadi penyebab utama seseorang mengidap anoreksia. Perasaan selalu cemas ataupun gelisah terhadap bentuk fisik sangat berperan penting sebagai kontributor penyakit anoreksia.

Tuntutan agar langsing dan tampil perfeksionis mendorongnya untuk berlari dari makanan demi mengurangi rasa cemasnya. Meskipun demikian, anoreksia biasanya merupakan faktor genetik atau keturunan, sehingga untuk kita yang tidak memiliki anggota keluarga dengan catatan anoreksia dapat sedikit bernafas lega.

Anoreksia sendiri identik dengan perasaan takut gemuk, meskipun sudah kurus. Mempunyai sikap berhati- hati secara berlebihan terhadap makanan dan pola makan. Selalu gelisah, cemas, mudah marah dan tidak percaya diri terhadap fisik yang dimiliki.

Siklus haid di setiap bulannya menjadi tidak teratur. Gemar mengonsumsi pil pelangsing, obat dieresis dan pil diet secara rutin. Mudah sakit, bisa karena stress berlebih atau akibat makan tidak teratur. Berpakaian secara modis demi terlihat kurus. Serta melakukan olahraga terlalu berlebihan.

Dari adanya sebuah penyebab pasti ada pula suatu akibat yang dialami. Anoreksia sendiri mengakibatkan kerusakan organ tubuh seperti jantung, otak dan hati. Sebuah penurunan tekanan darah, nadi dan frekuensi nafas. Suatu keadaan buruk seperti osteoporosis, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada tubuh, rambut rontok, bahkan kemungkinan paling buruk, yaitu kematian akibat kelaparan.

Sebelum terjadinya kemungkinan terburuk itu, deteksilah secara dini. Untuk pemeriksaan anoreksia dapat dilakukan dengan psikoterapi oleh psikiater, yang mungkin dibantu ahli endokrinologi atau dokter lain untuk mengontrol gangguan metabolisme yang terkait.

Namun, bila penderita anoreksia sudah mengalami dehidrasi berat, malnutrisi, gagal ginjal dan detak jantung tidak teratur, perlu dilakukan perawatan gawat darurat. Serta mengatur kembali pola pikir dan emosi agar penurunan berat badan tidak terjadi secara terus menerus.

Ada kalanya wanita tahu bahwa kesempurnaan tidak pernah diciptakan oleh manusia. Maka sebuah usaha diet yang sering dilakukan demi kesempurnaan fisik hanyalah sebuah penyiksaan terhadap diri sendiri. Mungkin suatu waktu seseorang akan merasa tidak suka dengan tubuhnya sendiri sehingga tidak merasa cukup.

Tetapi perlu dipahami, bahwa mengurangi berat badan bukan hanya masalah penampilan yang baik, ini juga tentang bagaimana seseorang merasa lebih baik dengan merasa lebih sehat. Maka, sesungguhnya dalam mengurangi berat badan tak dianjurkan dilakukan secara berlebih karena tidak baik bagi kesehatan.

Kenaikan berat badan tidak bisa dipatok pada angka tertentu karena kenaikan berat badan berubah sejalan dengan bertambahnya usia. Mempunyai berat badan yang sedikit berlebih jauh lebih sehat dibandingkan mempunyai tubuh yang langsing atau ideal. Hal ini dikarenakan sebuah penentu utama kesehatan bukanlah dari bentuk tubuh melainkan kondisi metabolisme.

Mereka yang bertubuh gemuk dengan metabolisme baik lebih sehat dibandingkan mereka yang bertubuh langsing dengan metabolisme buruk hingga menderita anoreksia. Mulai saat ini, hiduplah dengan sehat tanpa menyiksa diri sendiri. Sesuatu yang berlebih tak selalu buruk karena big is beautiful.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: