Skip to content

Cegah Risiko Penyebab Kematian

by pada 30 November 2012
(penyakitjantung.web.id)

Kanker hati dapat membunuh hampir semua penderitanya dalam waktu satu tahun. (penyakitjantung.web.id)

Oleh Rangga Rahadiansyah

Kanker merupakan penyebab utama kematian di dunia. Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan, 84 juta orang meninggal akibat kanker pada 2005—2015.

Di Hari Kanker sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari, WHO mencatat hampir 80 persen kematian akibat kanker datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bahkan, seperempat di antaranya terjadi sebelum usia 60 tahun.

Tarsip (50) misalnya. Walaupun sesekali berkelakar, “Aku sehat dan mampu berlari kalau ada yang menantang adu lari”, tubuh kurusnya kini hanya bisa berbaring. Warga desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang yang kesehariannya sebagai penjual ikan ini divonis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang mengidap kanker Hati.

Ia harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau ke Singapura untuk menjalani cangkok Hati. Namun, Tarsip hanya bisa pasrah mendengar biaya operasinya yang mencapai Rp100 juta. Untuk membawa ke RSUD pun harus susah payah mengurus prosedur jaminan kesehatan yang berbelit. Duh, beginikah kondisi orang serba kekurangan di negeri ini?

Harus dipersulit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Pihak keluarga kini hanya bisa pasrah, merawat Tasrip di rumah dengan pengobatan seadanya. Ah. Bagaimana mungkin seorang penjual ikan mampu membayar Rp100 juta demi kesembuhannya? Adakah harapan untuk Tarsip? Benarkah orang miskin seperti Tasrip hanya bisa menunggu ajal karena penyakit kanker hati yang biaya pengobatannya tinggi?

Ya. biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita kanker hati memang sangatlah mahal. Biaya itu untuk menjalani operasi cangkok hati. Jadi, peliharalah diri Anda. Jangan sampai Anda menjadi penderita penyakit mematikan ini.

Kanker hati (hepatocellular carcinoma) yang juga dikenal sebagai kanker hati primer atau hepatoma, menempati peringkat tiga dengan jumlah kematian tertinggi menurut WHO. Kanker hati dapat membunuh hampir semua penderitanya dalam waktu satu tahun.

Frekuensi kanker hati di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara lebih dari 20 kasus per 100,000 populasi. Berlawanan dengannya, frekuensi kanker hati di Amerika Utara dan Eropa Barat  jauh lebih rendah, kurang dari lima per 100,000 populasi.

Hati terbentuk dari tipe-tipe sel yang berbeda (contohnya, pembuluh-pembuluh empedu, pembuluh-pembuluh darah, dan sel-sel penyimpan lemak). Sel-sel hati (hepatocytes) membentuk sampai 80% dari jaringan hati. Jadi, mayoritas dari kanker hati primer (lebih dari 90 sampai 95%) timbul dari sel-sel hati dan disebut kanker hepatoselular (hepatocellular cancer) atau Karsinoma (carcinoma).

Kanker hati berhubungan dengan infeksi virus hepatitis B kronis. Pasien dengan virus hepatitis B yang berada pada risiko tertinggi untuk kanker hati adalah pria dengan sirosis (luka parut hati) dan dari keturunan/keluarga.

Pada studi yang melibatkan pegawai pria berumur lebih dari 40 tahun di Taiwan tahun 1970, ditemukan bahwa risiko penyebaran kanker hati pada pengidap virus hepatitis B kronis 200 kali lebih tinggi daripada seorang tanpa virus hepatitis B kronis.

Tidak hanya itu, Infeksi virus hepatitis C (HCV) juga dihubungkan dengan perkembangan kanker hati. Faktanya, 75% kasus kanker hati di Jepang hadir pada penderita virus hepatitis C. Kanker hati terjadi kira-kira 8 sampai 10 tahun setelah perkembangan sirosis pada pasien hepatitis C.

Beberapa studi prospektif Eropa melaporkan, kanker hati yang terjadi pada pasien virus hepatitis C dan bersirosis mencapai 1,4% sampai 2,5% per tahun. Selain itu, Alkohol juga merupakan penyebab utama kanker hati. Penyalahgunaan alkohol berulang kali dan berlebihan mengakibatkan pengerasan hati (sirosis) dan berisiko kanker.

Sebagian besar pasien kanker hati tidak memiliki gejala apapun.  Kanker ini sering terdeteksi secara kebetulan sebagai hasil dari tes USG atau CT scan untuk masalah kesehatan yang tidak terkait lainnya. Beberapa pasien mungkin ada gejala samar berupa berat atau ketidaknyamanan di sisi kanan perut. Gejala nyeri dan penurunan nafsu makan atau penurunan berat badan.

Pada sekelompok kecil pasien, kanker hati muncul sebagai rasa sakit tiba-tiba dalam perut akibat pecahnya tumor. Ini merupakan pertanda buruk yang berhubungan dengan pendarahan tumor dalam perut.

Untuk melakukan pencegahan, anggota keluarga pasien hepatitis-B disarankan untuk memeriksa status hepatitis B mereka. Jika mereka tidak terjangkit, sebaiknya diimunisasi melawan hepatitis B. Anak-anak juga disarankan segera diimunisasi hepatitis-B sebagai bagian dari program nasional pencegahan hepatitis-B. Sayangnya, saat ini belum ada imunisasi untuk mencegah hepatitis C.

Karena hepatitis-B dan C dapat menyebar melalui cairan tubuh, penyakit ini dihubungkan dengan promiskuitas seksual (mitra seksual lebih dari satu), terutama dengan seks tanpa proteksi atau dengan pekerja seks. Hindari penyalahgunaan obat intravena dengan menggunakan jarum suntik terkontaminasi yang menjadi faktor resiko tinggi untuk penularan hepatitis B dan C.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan sirosis hati dan meningkatkan resiko kanker hati.  Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak minum alkohol berlebihan. Hati berperan dalam banyak proses tubuh, diantaranya memroduksi berbagai protein penting, memroses dan menyimpan nutrisi seta menghancurkan toksin dan racun.

Tentu Anda tidak ingin mengalami gejala kanker hati karena seperti yang telah disebutkan, kanker hati merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Oleh karenanya, peliharalah kesehatan yang dianugrahi Tuhan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: