Skip to content

Lupus, Kekebalan Tubuh Berbahaya

by pada 1 Desember 2012
lupus

Salah satu ciri Lupus adalah adanya ruam berbentuk kupu-kupu di wajah (tipskesehatan.web.id)

Oleh Syarifa Tunnissa

Antibodi melindungi tubuh dari segala jenis penyakit yang akan menyerang. Apa jadinya bila antibodi tubuh Anda memproduksi lebih banyak kekebalan tubuh, justru menyerang organ tubuh yang sehat?

Itulah yang disebut penyakit Lupus. Dalam bahasa latin, nama itu berarti anjing hutan. Istilah ini digunakan, karena umumnya penderita memiliki ruam merah berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) di pipi, yang serupa pada pipi serigala. Penyakit yang dikenal sekitar seabad lalu dianggap dapat mematikan –bahkan disetarakan penyakit kanker– karena dalam berbagai kasus penderita banyak yang tidak tertolong.

Dalam ilmu kedokteran, Lupus dikenal sebagai Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan (Autoimmune Disease). Sedangkan dalam ilmu Immunologi tentang kekebalan tubuh,  merupakan kebalikan dari penyakit kanker dan AIDS yang disebabkan HIV. Hal ini dikarenakan pada penderita penyakit Lupus, jaringan dalam tubuh malah dianggap benda asing.

Rangsangan jaringan tersebut akan menimbulkan reaksi sistem imunitas dan membentuk antibodi yang berlebihan. Antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh justru akan menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat pada berbagai sistem organ tubuh.

Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) menjelaskan, penyakit Lupus adalah penyakit sistem imunitas yang menganggap jaringan dalam tubuh sebagai benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Kelainan antibodi ini disebut autoimunitas, antibodi yang berlebihan bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara, pertama antibodi dapat menyerang langsung pada jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah dan menghancurkan selnya. Kedua antibodi dapat bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi) dan  membentuk ikatan kompleks imun yang akan bersirkulasi dalam darah, hingga akhirnya gabungan antibodi dan antigen tersangkut pada pembuluh darah kapiler dan menimbulkan peradangan.

Dalam keadaan normal sel-sel radang (fagosit) dapat membatasi kompleks imun ini, namun dalam keadaan abnormal, kompleks imun ini tidak dapat dibatasi dengan baik karena peradangan pada sel-sel semakin bertambah dan mengeluarkan enzim sehingga menimbulkan peradangan di sekitar kompleks yang pada akhirnya proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya.

Terdapat tiga  jenis penyakit lupus: (1) Cutaneus Lupus seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit, (2) Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf, dan (3) Drug Induced Lupus(DIL) yang timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.

“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus (penderita Lupus).

Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus, adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujar Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menambahkan. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun, sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu, diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Gejala dan Ciri

Gejala awal yang biasanya muncul pada penderita penyakit ini adalah adanya  kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan, sedangkan Sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:

  • Mudah mengalami gangguan pencernaan dan kulit peka terhadap sinar matahari, sehingga mudah gosong.
  • Badan terasa lemah, dan terasa kelelahan yang berlebihan, disertai pegal-pegal bahkan demam.
  • Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash) namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  • Anemia, diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit Lupus sering mengalami kerontokan pada rambut dan rendahnya trombosit.

Antibodi yang baik akan menjadi kekebalan yang utama bagi tubuh, namun antibodi yang berlebihan juga dapat menjadi ancaman. Keberadaan antibodi pada tubuh dipengaruh asupan gizi yang kita penuhi. Untuk itu jaga asupan gizi, agar metabolisme tetap seimbang dan tidak terjadi sesuatu yang salah pada tubuh anda.

Ingatlah selalu, kesehatan itu mahal harganya.

2 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Syarifa, tulisanmu menarik. Karena dengan uraianmu yang singkat ini, cukuplah pembaca memahami tentang penyakit berbahaya ini. Banyak keluarga penderita penyakit Lupus yang belum dapat menerima penyakit tersebut lantaran tak dapat disembuhkan. Padahal, dalam kenyataannya, banyak penderita penyakit ini yang tetap eksis dan berkarya, meski dalam derita yang bedrkepanjangan. Andai saja tulisanmu juga memuat kiat pembangun semangat, terutama bagi keluarganya, tentu akan jauh lebih bermanfaat..

    Soal teknis penulisan, sudah baik. Paling beberapa kata yang merupakan terjemahan langsung dari bahasa asing yang kurang tepat untuk bahasa Indonesia, sebaiknya dihindarkan. Tetapi yang terutama, memang, adalah mengangkat sisi human interest yang akan membuatnya lebih menarik..

    So, bila sudah terbiasa begitu, langsung dikirim ke media massa ya..

  2. Syarifa Tunnissa permalink

    Terimakasih banyak atas masukkannya Pak, saya akan lebih berusaha lagi dalam menulis :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: