Skip to content

Teknologi Nuklir dalam Kedokteran

by pada 1 Desember 2012
Kedokteran Nuklir 2

Teknologi nuklir dinilai mampu memberikan data lebih akurat dalam mendeteksi penyakit. (gemariptek.blogspot.com)

Oleh Lina Suryati Wulandari

Siapa yang tak kenal nuklir? Di Indonesia, sebagian orang mengenal teknologi nuklir sebagai hal yang mengerikan dan dapat mengundang bahaya.  Ketakutan sebagian orang terhadap nuklir masih berlangsung hingga sekarang. Padahal sudah banyak aplikasi teknologi nuklir di berbagai bidang, mulai dari pertanian sampai dengan kesehatan.

Nuklir di samping terkenal dengan daya penghancurnya, di sisi lain energi ini juga memiliki manfaat positif. Nuklir adalah sumber energi alam yang paling padat. Artinya, kita mendapat lebih banyak panas dan listrik dari jumlah yang diberikan, dibanding sumber energi lainnya dengan jumlah setara. Contohnya, 1 kg batubara dapat menyalakan lampu bohlam 100 watt selama 4 hari. Namun, dengan 1 kg uranium akan menyalakan bohlam yang sama selama 180 tahun. Itulah salah satu bukti efisiensi penggunaan nuklir.

Di bidang kedokteran, nuklir digunakan sebagai alat pemindaian (diagnosis) maupun pengobatan penyakit. Teknologi nuklir dinilai mampu memberikan data lebih akurat dalam mendeteksi penyakit. Hampir semua rumah sakit di negara maju sudah menggunakannya, begitu pun di Indonesia. Teknologi nuklir yang digunakan dalam bidang kedokteran disebut kedokteran nuklir.

Dalam praktiknya, mendiagnosis penyakit seseorang membutuhkan fasiltas yang baik. Tujuannya antara lain, untuk mendapatkan cara penanganan yang baik dan tepat untuk pasien. Jika pemeriksaan dilakukan dengan fasilitas kedokteran nuklir, akan mendapatkan hasil yang lebih akurat. Dengan teknologi tersebut dapat mendeteksi berbagai jenis kanker, gangguan jantung serta pembuluh darah. Lokasi sumber penyakitnya dapat dideteksi dengan lebih tepat, sehingga pengobatannya pun efektif.

Contoh penggunaan teknik diagnosa penyakit dengan kedokteran nuklir antara lain, pencitraan medis PET  (positron emission tomography), MRI (magnetic resonance imaging), CT-Scan (computed tomography scan), dan sebagainya. Salah satu aplikasinya adalah mendiagnosa penyakit kanker, untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi kanker. Dengan diagnosa itu pula, dokter dapat mengantisipasi kemungkinan kanker tersebut, sehingga dokter dan pasien dapat melakukan rencana pengobatan yang tepat.

Kini, pengobatan dengan metode terapi radiasi atau kemoterapi sudah menjadi pilihan ke sekian dalam menghancurkan sel-sel kanker. Karena radiasi yang digunakan bereaksi pada sel-sel kanker di wilayah yang terkena radiasi, tidak tepat di lokasi sumber penyakitnya. Resikonya radiasi sinar X tidak baik untuk pasien, karena lebih banyak dampak negatifnya.

Jika menggunakan teknologi nuklir resikonya lebih kecil, lantaran peralatan yang dipakai tidak mengandung radiasi. Sementara pasien diberikan sumber radiasi terbuka, namun penggunaannya sesuai dengan standar. Pasien tidak perlu merasa khawatir, karena Standar keamanan alat yang dipakai di Indonesia mengikuti IAEA (International Atomicenergy Agency) dan juga ICRP (International Commision on Radiation Protection). Semuanya di bawah pengawasan Batan (Badan Teknologi Atom nasional) dan Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).

Dampak yang tidak diinginkan bisa saja terjadi akibat faktor kelalaian, misalnya. Namun prinsipnya adalah serendah dan seminimal mungkin resiko, dalam melaksanakan prosedur kedokteran nuklir. Setiap rumah sakit juga memiliki standar baku untuk prosedur diagnosa serta tindakan pengobatan yang harus dilakukan.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Lina, tulisanmu bagus karena tidak banyak editan penulisan yang harus dilakukan. Pilihan tema menarik, namun sayangnya pembahasan kurang mendalam. Akan lebih bermanfaat bagi pembaca, jika disertakan juga detail ragam aplikasi teknologi kedokteran nuklir, prosesnya dan kesaksian pasien yang telah menggunakan. Disini perlunya banyak referensi, sehingga pembaca tahu lebih jelas tentang kedokteran nuklir.

    Teruskan berlatih dan perbanyak referensi ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: