Skip to content

Anda Perlu Tahu Gangguan Psikosomatik

by pada 3 Desember 2012
(erning83.synergyonlineshop.com)

Emosi negatif mempengaruhi sistem otonom tubuh, hormon dan kekebalan terhadap beberapa penyakit (erning83.synergyonlineshop.com)

Oleh Oktarina Dwi Purwanti

Dewasa ini beberapa penyakit fisik dianggap sangat rentan diperburuk faktor mental, seperti stress dan kecemasan. Munculah istilah baru di bidang kedokteran terkait hal tersebut, yaitu gangguan psikosomatik.

Gangguan psikosomatik adalah salah satu gangguan jiwa yang paling umum ditemukan dalam praktek keseharian. Istilah ini terutama digunakan untuk penyakit fisik yang disebabkan atau diperburuk faktor kejiwaan (psikologis), di antaranya gangguan kulit, muscoskeletal (otot, sendi dan saraf),  pernafasan, jantung, kemih, kelenjar, mata dan saraf.

Keterkaitan Badan dan Pikiran

Psikosomatik terjadi ketika emosi negatif mempengaruhi sistem otonom tubuh, hormon dan kekebalan terhadap beberapa penyakit. Depresi, kemarahan, dan isolasi sosial berkontribusi terhadap penyakit jantung. Sedangkan stress mempengaruhi asma, gangguan pencernaan dan banyak penyakit fisik lainnya.

Menurut Townsend (1995), ada beberapa gejala spesifik gangguan psikosomatik pada sistem tubuh. Di antaranya, kardiovaskuler (migraine, hipertensi, sakit kepala berat), pernafasan (hiperventilasi, asma), gastrointestinal (sindrom asam lambung, anoreksia), kulit (neodermatitis, pruritus, alergi), genitourinaria (dismenore), endokrin (hipertiroid, sindrom menopause).

Menurut Maramis (1998), penderita gangguan psikosomatik secara umum dibagi menjadi 3 golongan. Pertama, mengeluh tentang badannya, tetapi tidak terdapat penyakit badaniyah yang dapat menyebabkan keluhan atau tidak di temukan kelainan organik. Kedua, terdapat kelainan organik (tetapi yang utama menyebabkannya ialah faktor psikologik). Dan ketiga, terdapat kelainan organik (gejala lain yang timbul bukan sebab penyakit organik tersebut, tetapi karena faktor psikologik). Faktor psikologik ini timbul disebabkan penyakit organik tadi, misalnya kecemasan.

“Gangguan psikosomatik dapat timbul bukan saja pada mereka yang berkepribadian atau memiliki emosi yang labil, melainkan juga pada orang dengan emosi stabil ataupun pada orang dengan gangguan kepribadian. Orang yang berkepribadian stabil atau emosi yang matang, jarang timbul gangguan ini. Atau kadang hanya sepintas lalu dan ringan saja,” tutur dr. Asih Lubis dari RS. Setia Mitra, Jakarta.

Gangguan psikosomatik pada orang yang tidak stabil, lanjut dr. Asih lagi, dapat disebabkan stress luarbiasa. Umumnya disebabkan kejadian dan keadaan yang “biasa” di kehidupan sehari–hari,  semisal terlalu banyak orang di rumah, dipusingkan anak yang nakal, suami atau istri yang cerewet dan sebagainya.

Kini banyak dokter berusaha memahami masalah pasien secara keseluruhan, yang mempertimbangkan faktor-faktor fisik maupun mental. Dengan melakukannya, bukan berarti dokter mengabaikan penyakit fisik.

Banyak pasien psikosomatik yang merasa keluhan mereka dianggap remeh oleh dokter. Mereka percaya dokter menganggap penyebab sakitnya hanyalah tekanan pikiran, padahal bukan sekadar itu. Dalam praktik, para dokter mengakui adanya keterkaitan antara faktor-faktor psikologis dengan penyakit fisik. Kenyataannya, sekitar 30% keluhan fisik yang telah ditelaah dan ditangani dokter di ruang praktik, terkait masalah psikologis.

Pencegahan Gangguan Psikosomatik

Pencegahan gangguan psikosomatik merupakan bentuk pelayanan, yang akan membantu pasien dan keluarga dalam menurunkan faktor risiko terhadap penyakit. Menurut Potter, et all (1989) dalam Rasmun (2004) menjelaskan, beberapa strategi dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan psikosomatik.

Pertama, membangun kebiasaan baru (misalnya seorang ibu yang memutuskan berhenti bekerja untuk mengurus anaknya, akhirnya merasa bosan lantaran tak ada kegiatan ketika anak–anaknya dewasa). Kedua, menghindari perubahan sebagai upaya yang dilakukan untuk tidak melakukan perubahan yang tidak perlu atau dapat ditunda.

Ketiga, menyediakan waktu tertentu atau membatasi waktu untuk memfokuskan diri beradaptasi dengan stressor (penderita stress). Keempat, pengelolaan waktu berguna untuk seseorang yang tidak dapat mengerjakan berbagai hal dalam waktu yang bersamaan.

Kelima, memodifikasi lingkungan. Mengatakan ‘tidak’ secara tegas terhadap sesuatu yang tidak mungkin, merupakan cara lain dalam mengurangi kecemasan atau perasaan tidak menyenangkan. Juga mengurangi respon fisiologis terhadap stress, seperti latihan olahraga teratur, memperbaiki nutrisi dan diet, istirahat. Tetapi sebaliknya, tetap perlu meningkatkan respon perilaku dan emosi terhadap stress. Serta memanfaatkan sistem pendukung (keluarga dan teman).

Dokter selalu berusaha untuk mengobati penyakit fisik dengan perawatan medis yang sesuai bila diperlukan, namun dia juga perlu memahami lebih lanjut penyebabnya. Hal ini pada gilirannya akan membantu memahami penyakitnya lebih baik, baik untuk dokter sendiri maupun penderita dan keluarganya.

“Saya menjadi lebih tenang jika berkonsultasi kepada dokter, atas stress yang membuat kepala saya sering sakit. Apalagi setelah mendapatkan penjelasan mengenai jenis penyakit yang saya rasakan, juga solusi untuk mengatasinya,” tutur Ines Syara (17 tahun).

Pasien yang diberi kesempatan berbicara tentang perasaan dan emosinya, juga akan lebih memahami diri dan penyakit mereka. Mereka bisa mengetahui, langkah-langkah untuk mengelola stress dapat membantu menghilangkan keluhan fisik yang dirasakan.

Jadi, kenali dan pahami penyakitnya..

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Okta, jarang yang mau menulis tentang psikomatik lantaran sangat kompleks penyebabnya. Tetapi ternyata dirimu berhasil menyampaikan dalam tulisan yang padat dan menarik, malah sekaligus menghimbau pembaca. Menggugah.

    Dari teknis penulisan sudah bagus, paling sekadar penggunaan kata yang mubazir dan berulang dalam kalimat berikutnya. Bila hal ini sering dilakukan, akan dapat membosankan pembaca, sehingga memang harus membaca ulang setelah kesekluruhan gagasan dituangkan. Sekaligus, barangkali, dapat menyempurnakan gaya penulisan agar lebih ringan demi kenyamanan membaca.

    So, berlatih terus dan jangan lupa kirimkan ke media massa, ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: