Skip to content

Musik Rock dan Budaya

by pada 3 Desember 2012
(hai.gramediamajalah.com)

(hai.gramediamajalah.com)

Oleh Maharani Kusuma Dewi

Budaya adalah cara hidup dari sekelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya biasanya terbentuk dari beberapa faktor, seperti agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, dan lain-lain. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.

Musik adalah salah satu unsur budaya yang berkembang di dunia. Musik biasanya memiliki andil dalam acara sakral masyarakat zaman dahulu. Seiring berkembangnya peradaban, musik pun mengalami perkembangan dan perubahan fungsi.

Sama halnya dengan musik rock yang kita kenal saat ini. Pada mulanya musik rock merupakan musik Kristen yang kemudian diambil alih oleh kultur sekular yang populer. Musik rock dikembangkan dari musik blues dan rhythm dan berasal dari Mississipi, Amerika.

Musik rock sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat sekitar akhir tahun 1940-an sampai awal tahun 1950-an. Meskipun sempat mati di Amerika, musik rock kembali berjaya di Eropa. Orang menyebutnya sebagai British Invasion. Akhir tahun 1950-an sampai awal tahun 1960-an menjadi era kemunduran musik rock di Amerika, tapi pertengahan tahun 1960-an musik ini kembali berjaya di negeri kelahirannya. Ini lah yang menyebabkan band asal Eropa, lebih dominan terhadap perkembangan musik rock.

*******

Apa yang kita bayangkan, saat mendengar kata musik rock? Ya, musik dengan irama yang keras dan sangat enerjik. Diikuti lirik-lirik yang penuh dengan cacian, horor, vulgar, cabul, dan sebagainya. Seperti yang kita dengar dalam beberapa lirik lagu musik rock saat ini.

Dalam beberapa kasus, kita juga melihat band-band aliran keras dengan kebudayaan Barat kerap kali menghina umat Kristiani. Blasphemy adalah band Black Metal (salah satu jenis dari musik rock) yang berasal dari Kanada –dibentuk di daerah Burnaby pada 1984– dengan debut pertama mereka yang bertajuk “Blood upon the Altar” (1989). Lagu-lagu yang terdapat pada album ini berisi hujatan kepada Tuhan. Band ini juga pernah melakukan tur ke Jerman bertema “f*ck Christ“. Dalam syair-syairnya band ini banyak menggunakan tema-tema yang berhubungan dengan paganisme, mitologis dan lirik-lirik Anti-Kristus.

Sering juga kita lihat personil band rock dari Barat dengan pakaian nyentrik, yang mengundang perhatian. Tak jarang, mereka juga menggunakan pakaian minim yang terlihat auratnya. Bahkan mereka tak sungkan menggunakan make up tebal menyeramkan, hingga tidak dapat dikenali.

Band-band yang berasaskan kebudayaan Barat ini, memang terkadang menunjukkan hal yang mengerikan dan ekstrim serta melanggar norma yang tabu. Apakah lirik-lirik menyeramkan itu merupakan pengandaian atau gambaran yang ingin disampaikan pencipta lagu? Lirik-lirik mereka memang kerapkali menciptakan kontroversi, bagi orang-orang yang tidak mengerti makna tersembunyi.

Musik seperti ini memang mudah berkembang di kebudayaan Barat, karena mereka di Barat cenderung bertindak individual. Tidak memperdulikan yang dipikirkan orang lain, selama tidak mengganggu hak-hak individu orang lain. Budaya orang Barat memiliki kecenderungan hanya memikirkan cara masing-masing individu dapat berhasil dalam hidupnya.

*******

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, musik rock kini berkembang di belahan dunia mana pun. Musik rock pun saat ini sudah bercampur dengan budaya  Timur. Musik rock yang tercampur dengan budaya Timur, biasanya memiliki lirik-lirik yang indah dan tidak terdapat hinaan atau kata-kata kasar seperti kebanyakan.

Musik rock yang dikemas dengan kebudayaan Timur, sangatlah berbeda dengan kebudayaan Barat. Pastinya telinga kita akan dimanjakan dengan kata-kata yang indah dan romantis, bahkan menggugah semangat bagi penikmatnya.  Seperti yang terdapat dalam lagu “Honey” dari band L’arc-en-Ciel asal Jepang, “Aku ingin meleleh di senyum manismu, manis.” Terlihat sekali perbedaan lirik dengan band rock yang kita bicarakan sebelumnya, bukan?

Kita juga dapat lihat dalam karya-karya band Slank asal Indonesia. Beberapa lagu yang mereka buat, justru membicarakan politik yang sedang berkembang. Contoh lain dapat kita lihat dalam lagu CNBLU —sebuah band rock indie asal Korea Selatan ini– justru menyemangati pendengarnya untuk menggapai impian dalam lagu “High Fly”-nya. “Aku ingin terbang bebas. Terbang dengan semua kekuatan saya. Jangan berbicara perlahan, kita harus berbicara lebih keras dari mimpi kita.”

Dalam berpakaian pun, band-band rock asal Timur ini juga kerapkali kita temukan masih dalam batas kesopanan layaknya pakaian normal. Bahkan, kita sering menemukan mereka menggunakan jas formal dalam pertunjukkannya. Dengan riasan wajah sederhana, mereka menampakkan wajahnya di hadapan penonton.

Musik dengan lirik-lirik kasar dan enerjik, memang mudah berkembang di kehidupan masyarakat budaya Barat. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan kebudayaan, musik rock kini sudah beraneka ragam. Musik rock yang bercampur dengan berbagai macam kebudayaan, kini memiliki lirik yang indah. Musik rock yang kita nikmati saat ini, tidak lagi menyeramkan.

======================================================================================

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Slank

http://id.wikipedia.org/wiki/Heavy_metal

http://id.wikipedia.org/wiki/Blasphemy

http://id.wikipedia.org/wiki/CN_Blue

http://gema.sabda.org/pro_dan_kontra_musik_rock

http://yupazq.blogspot.com/2010/08/musik-rock.html

http://comusician.blogspot.com/2011/03/asal-usul-musik-rock.html

http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=125&Itemid=29

From → Feature Budaya

2 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Maharani, pilihan temamu kali ini sangat menarik. Siapa duga, ternyata dalam aliran musik yang kerap dimaknai sebagai metal, bahkan cadas, terdapat lirik yang santun. Ya, setelah membaca tulisanmu, kita menjadi tahu asal muasal musik rock hingga perkembangannya sampai saat ini dalam konteks sebagai unsur budaya. Detail sekali..

    Sayang, kamu ungkapkan terlalu datar, tidak meletup-letup sebagaimana alunan musiknya. Kadang atmospher seperti itu perlu, demi menarik dan mengikat pembaca agar tidak jemu menuntaskannya hingga akhir tulisan. Barangkali karena kuatnya referensimu, yang cenderung menulis hanya data dan fakta. Cobalah, mainkan “rasa”-mu..

    Last but not least, teruslah berlatih dan jadilah komposer rock untuk tulisan feature..

  2. Maharani Kusuma Dewi permalink

    terimakasih pak sarannya, saya kepikiran musik rock karena setiap malam saya mendengarkan cn blue dan L’arc-en-Ciel sebelum tidur . jadi saya mencoba menjabarkan keunikan musik rock yang mengalami perkembangan .
    saya akan berusa lebih baik untuk kedepannya dan mengembangkan kemampuan saya :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: