Skip to content

Tari Topeng Indramayu

by pada 3 Desember 2012
(grandtryashotel.com)

(grandtryashotel.com)

Oleh Lely Natalia

Topeng yang telah ada di Indonesia sejak zaman pra sejarah, secara luas digunakan dalam tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau mengkisahkan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur, yang dianggap sebagai wujud dari dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.

Salah satu tari topeng terdapat di Indramayu, Jawa Barat, yang berasal dari tradisi di lingkungan Istana Kacirebonan semisal acara adat penyambutan raja. Lama-kelamaan, tari ini diminati masyarakat luar keraton, sampai menyebar ke tanah Indramayu.

Tari istana lantas berubah fungsi menjadi tari rakyat. Sekalipun tradisi bertopeng antara Keraton Cirebon dan Indramayu nyaris sama bentuk dan tokohnya, namun gerak dan tariannya sangat berbeda.

Bila tari topeng Cirebon berisi gerak Tari Topeng Panji, Samba, Tumenggung dan Kelana. Tari topeng yang dikembangkan di Indramayu terdapat gerak yang berbeda, di antaranya gerak Samba Merah, Samba Udeng, dan Rumyang.

Tari Topeng “Panji” bersimbol bayi yang baru lahir –sehingga gerak tariannya pun menceritakan bayi yang baru lahir– dengan kostum berwarna merah dan gerak yang gemulai. Sedangkan Tari Topeng “Samba” dimainkan penari lain dengan kostum hitam bertopeng putih, gerakannya pun lebih lincah dan dinamis.

Seni tradisi Indramayu ini, telah mengarungi Asia dan Eropa di tahun 1994. Keunikannya bukan sekadar menjadi pertunjukkan, namun kesenian yang memerlukan keyakinan dan penghayatan. Hal ini merupakan sikap yang sulit ditemui pada zaman sekarang.

Begitulah, meski di tengah keadaan zaman yang krisis budaya seperti ini, masih bisa kita temui salah satu sanggar budaya pelestari Tarian Topeng yang diketuai Mimi Rasinah. Banyak yang belajar mengenal Tari Topeng di sana, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Meskipun Mimi Rasinah sekarang sudah berpulang, namun sanggar tarinya masih ramai ditemui.

Semangat dan cinta budaya haruslah kita pupuk dan jaga dengan baik, demi anak cucu kita kelak. Antusias lah berbudaya..

From → Feature Budaya

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Lely, tulisanmu menginspirasi. Paling tidak sebagai salah satu upaya melestarikan budaya daerah, yang kini kian jarang ditampilkan. Sejumlah tari topeng sesungguhnya terdapat pada berbagai budaya daerah, sebut saja Betawi, Sunda, Jawa, Papua dan sebagainya. Tetapi apresiasi dan kecintaaan terhadap tari topeng ini kian tenggelam, kalah tenar oleh budaya Hallowen yang jauh dari bumi Pertiwi. Terlebih para pencari hiburan tak sudi lagi untuk menonton kesenian yang memerlukan keyakinan dan penghayatan..

    Dari teknis penulisan, tulisan ini kurang mendalam. Andai saja dirimu berhasil menggali lebih dalam dan detail tentang hikayat asal muasalnya di Kesultanan Cirebon, perkembangannya hingga saat ini yang terpuruk maupun kisah di balik bentuk tiap tarian, mungkin akan lebih menarik dan membangkitkan semangat pelestariannya..

    So, lanjutkan dan tularkanlah antusiasmu dalam mengapresiasi budaya, dengan cara mengirimkan tulisan ke media massa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: