Skip to content

Telapak Tangan dan Kaki Sering Berkeringat

by pada 3 Desember 2012

New Picture (3)Oleh Reytna Antesny

Kenapa, ya, telapak tangan dan telapak kaki saya sering berkeringat? Padahal saya sedang tidak kegerahan dan suasana di sekitar pun sedang tidak panas. Keadaan ini membuat saya menderita, bahkan tidak pede saat berjabatan tangan dengan orang lain. Orang-orang bilang itu tanda penyakit jantung. Benarkah?

Gejala tersebut, belum tentu dapat dikatakan gangguan pada organ jantung. Produksi keringat berlebihan –yang dalam istilah medis disebut Hyperhidrosis– biasanya dimulai saat dewasa muda atau remaja, disebabkan penyakit secara fisik atau bisa juga disebabkan faktor psikologis (kecemasan atau kepanikan).

Dikatakan Hyperhidrosis primer, bila terjadi pada seluruh permukaan maupun hanya di sebagian area tubuh. Seperti pada telapak tangan, telapak kaki, atau lipat ketiak dan wajah, tanpa alasan yang jelas. Artinya, memang, kelenjar keringat pada tangan sangatlah aktif bekerja.

Sedangkan Hyperhidrosis sekunder, yang menyebabkan keringat berlebihan di seluruh tubuh atau di daerah yang lebih besar dari tubuh, disebabkan kondisi medis atau obat. Kemungkinan lain, keringat tersebut muncul lantaran terdapat kelainan hormon.

Beberapa kondisi medis yang memiliki potensi untuk menyebabkan hyperhidrosis, antara lain:
1. Kehamilan
2. Diabetes
3. Hipertiroid (ketidaknormalan pada produksi hormon tiroid)
4. Haid
5. Kegemukan
6. Penyakit Parkinson (gangguan pada system motorik)
7. Rheumatoid arthritis (radang sendi)
8. Limfoma (kanker kelenjar getah bening)
9. Encok
10. Infeksi

Seperti yang banyak dikatakan orang, hyperhidrosis adalah kelainan pada organ jantung. Tetapi belum tentu jantung Anda lemah, jika mengalami keringat seperti ini. Sebelum Anda ketakutan, datanglah ke dokter  agar diketahui penyebabnya.

Untuk pengobatan dan penanganan kondisi hyperhidrosis, perlu dicari tahu terlebih dahulu apakah semata-mata karena faktor psikologis atau terdapat gangguan fisik yang mendasarinya. Setelah itu dapat diberikan pengobatan atau terapi, yang sesuai dengan faktor penyebabnya. Pemeriksaan lengkap oleh dokter mutlak diperlukan.

Tips mengatasi telapak tangan berkeringat:

1.  Pahami penyebabnya

Memahami penyebab awalnya. Hampir semua orang pernah mengalami, tetapi biasanya telapak tangan berkeringat hanya merupakan kondisi sementara yang disebabkan stress atau kecemasan. Misalnya saat seseorang menjalani ujian telapak tangannya akan berkeringat akibat tidak bisa menjawab. Tapi ada pula orang yang setiap harinya mengalami masalah ini dan tidak bisa mengendalikannya. Hal ini terjadi karena sistem saraf tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan sinyal yang salah dikirim dari otak ke saraf keringat.

2.  Carilah solusi dari penyebab yang paling jelas

Apakah Anda kelebihan berat badan? Bila benar, Anda akan memiliki risiko lebih tinggi karena berat badan berlebih mendorong tubuh untuk bekerja lebih keras. Hal ini menyebabkan keringat keluar lebih banyak. Jika berat badan Anda turun, mungkin jumlah keringat yang keluar pun akan berkurang.

Solusi sederhana dengan menggunakan medicated powder atau bedak tabur yang disimpan dalam wadah kecil di saku atau tas. Tapi Anda harus menggunakannya sedikit demi sedikit, karena bisa menggumpal di tangan dan bisa membuat masalah menjadi lebih buruk.

3. Bawalah sapu tangan di saku Anda

Hal ini untuk memudahkan Anda mengeringkan keringat di telapak tangan. Hal lain yang bisa Anda gunakan adalah antiperspirant untuk tangan dan kaki, yang menjaga tangan dan kaki tetap kering. Banyak atlet yang menggunakan produk yang disebut Tite-Grip, untuk menjaga tangan mereka tetap kering saat bermain bowling, golf, tenis, angkat besi, dan olahraga lainnya yang memerlukan telapak tangan tetap kering.

4. Melakukan operasi thoracoscopic sympathectomy

Terakhir, Anda harus memahami metode apapun yang Anda pilih –untuk menjaga telapak tangan tidak berkeringat– hanyalah sementara saja. Satu-satunya cara penyembuhan secara permanen dengan melakukan operasi, yang disebut thoracoscopic sympathectomy. Seseorang bisa melakukan operasi tersebut, tanpa harus dirawat inap di rumah sakit dan tingkat keberhasilannya sekitar 98%.

Apabila kondisi ini dirasakan cukup mengganggu dan berat, disarankan memeriksakan diri ke dokter. Semoga membantu…

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Reytna, tema tulisanmu bagus. Benar dugaanmu, banyak orang salah asumsi. Mungkin karena kecemasan yang berlebihan, sehingga langsung mengaitkannya pada penyakit berat, seperti jantung. Padahal belum tentu, ya..

    Dari teknis penulisan, kamu masih ter;lalu sering mengulang kalimat yang telah ditulis sebelumnya. Itu mubazir dan bertele-tele. Orang akan jemu membacanya. Cermatilah, tulisan yang ringkas dan langsung pada sasaran akan jauh lebih menarik.

    Jadi, teruslah berlatih, sambil mengirimkannya ke media massa ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: