Skip to content

Bagaimana Nasib Permainan Tradisional Kita?

by pada 4 Desember 2012
(debatku.blogspot.com)

(debatku.blogspot.com)

Oleh Shinta Lestari

Apa yang ada dibenak kita ketika kita mengingat memori masa lalu? Mungkin permainan seperti petak umpet, engklek, congklak, ular tangga, lompat tali, kelereng, bola bekel dan sebagainya tidak asing lagi kita dengar. Permainan rakyat tersebut seolah-olah lenyap akibat pengaruh globalisasi.

Anak-anak sekarang ini sepertinya tidak lagi mengenal permainan tradisional. Bisa dilihat ada permaian yang lebih menarik lagi bagi mereka. Sangatlah memprihatinkan permainan rakyat saat ini sudah tersaingi oleh permainan-permainan mewah yang lebih menarik.

Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat saja yang masih mempertahankan permainan tradisional ini. Tapi bagaimana dengan kota besar seperti Jakata? Seiring berjalannya waktu, kini permainan tradisional mulai tersingkir dengan teknologi yang berkembang. Kita bisa lihat secara nyata bahwa permainan tradisional kini telah tergantikan oleh permainan modern seperti, game PC, game online, internet, bahkan jejaring sosial.

Bisa dilihat Selepas pulang sekolah kita bisa lihat di warnet-warnet (warung internet) penuh oleh anak-anak yang asik dengan game onlinenya. Pada umumnya pun anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun. Mereka tidak hanya menghabiskan uang orang tua, tetapi hal tersebut juga berdampak buruk terhadap perkembangan otak anak.

Bisa dibayangkan permainan modern saat ini dapat memengaruhi fisik, jiwa dan mental sang anak. Perlu kita ketahui sebenarnya permainan tradisional dapat mengembangkan kecerdasan seorang anak. Kita bisa lihat, permainan seperti lompat tali dapat meningkatkan perkembangan kinestik seorang anak. Begitu pula dengan congklak yang dapat mengajarkan anak berhitung.

Permainan bebentengan dapat menumbuhkan sikap kerjasama dalam berkelompok. Permainan tradisional mengajak anak agar lebih kreatif. Mereka cenderung menggunakan apa yang ada di alam untuk dijadikannya sebuah permainan. Selain itu, peraturan yang digunakan pun ialah peraturan yang sudah digunakan pada umumnya.

Dulu, anak-anak sering menggunakan kulit jeruk untuk membuat mobil-mobilan. Tapi sekarang ini terdapat mobil-mobilan lebih bagus yang mirip dengan aslinya. Kita juga sering menggunakan bambu-bambuan untuk membuat tembak-tembakan. Tapi kini tembak-tembakan lebih canggih telah terjual dipasaran.

 Hal ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja. Anak muda dan dewasa pun sudah mulai melupakan permainan rakyat. Apakah kalian masih mengingat permainan masyarakat betawi damdas 16 batu? Permaian damdas 16 batu nerupakan permaianan rakyat yang digemari oleh orang tua dan muda. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga sering memainkan permainan ini. Tapi kini yang kita lihat kebanyakan anak muda sibuk dengan jejaring sosial.

Permaian rakyat tak bisa kita lihat lagi sekarang-sekarang ini, terutama untuk yang tinggal di perkotaan. Sekarang yang ada digenggaman mereka bukan lagi permainan rakyat, tetapi barang elektronik. Tidak seharusnya kita melupakan permainan tradisional yang ada di Indonesia.  Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Untuk menyaring apa saja yang diterima oleh anak-anak.

Kreativitas dan inovasi baru saat ini telah mengalahkan permainan tradisional. Sang anak akan memilih barang yang lebih menarik. Mungkin perlu diterapkan dalam sebuah pelajaran di sekolah agar permainan rakyat tetap lestari. Seiring perkembangan jaman, mungkin akan lebih banyak lagi permainan modern yang lebih menarik lagi nantinya.

Kita tidak tahu bagaimana kedepannya nasib permainan negeri ini. Apakah masih tetap ada? Atau justru tenggelam? Kita sebagai generasi muda saatnya membuat gebrakan baru agar permainan dari negeri ini akan selalu ada di ibu pertiwi ini. Kita juga tidak ingin jika nantinya budaya kita hanya tertulis dalam buku sejarah.

From → Feature Budaya

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: