Skip to content

Ensefalitis (Radang Otak)

by pada 4 Desember 2012

Oleh Risa AnanditaNew Picture (2)

Ternyata, penyakit berbahaya bisa timbul dari hal yang tak dianggap serius. Ya, gigitan nyamuk. Bahkan hirupan udara, yang tidak kita ketahui adanya bakteri dan virus yang terkandung di dalamnya.

Begitu pula Ensefalitis. Namun baru mendengar namanya saja, kita pasti sudah bingung dengan kata asing Ini. Ternyata, nama sebuah penyakit kerusakan syaraf otak akibat digigit nyamuk. Lho, selama ini kan kita hanya tahu DBD atau malaria saja? Lalu penyakit apakah sebenarnya? Bagaimana gejalanya? Berbahaya kah? Bagaimana cara mencegahnya?

Ensefalitis menurut Mansjoer dkk (2000) adalah radang jaringan otak, yang disebabkan bakteri, virus, jamur maupun protozoa. Sedangkan menurut Soedarmo dkk (2008) adalah penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat di medula spinalis dan meningen hingga meradang, yang di sebabkan virus Japanese Ensefalitis akibat ditularkan nyamuk.

Arbovirus adalah nama virus yang ditularkan melalui penyebaran nyamuk jenis Culex tritaeniorhynchus, Cx. fuscocephalus, Cx. gelidus, dan Cx. Quinquefasciatus. Nyamuk vektor ini banyak tersebar di Asia, termasuk Jepang, Korea, Cina, India, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Taiwan, dan Filipina.

Ensefalitis sebenarnya tidak hanya karena virus, yang dibawa saat gigitan nyamuk atau serangga. Tetapi juga bisa disebabkan jamur, bakteri, gigitan kutu, parasit, amuba yang masuk melalui hidung saat berenang, larva, serta gigitan anjing yang terkena rabies. Toksoplasmosis dan malaria juga dapat menjadi penyebab, pada mereka yang sistem kekebalan tubuhnya rapuh.

Penyebab dan Gejala

Virus ini dipindahkan ke manusia saat nyamuk yang terinfeksi mengisap darah orang tersebut. Kemudian virus menuju sistem getah bening di sekitar tempat gigitan nyamuk dan berkembang biak, lalu masuk ke peredaran darah.

Melalui aliran darah virus menyebar ke organ tubuh –seperti susunan syaraf pusat– lalu mengendap di dalam otak.  Di dalam otak virus menyebabkan banyak gangguan, terutama peradangan otak yang serius.

Gejala klinis yang tampak dimulai dengan demam, sakit kepala, mual, dan muntah. Karena  jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang menjadi terinfeksi dan bengkak, penderita biasanya akan mengalami kekakuan pada leher yang menyakitkan.

Kemudian dalam dua atau tiga hari, penderita mengalami efek pembengkakan pada otak. Efek ini dapat berupa gangguan fungsi keseimbangan dan koordinasi, kelumpuhan beberapa kelompok otot, kejang, gangguan kesadaran serta kekakuan pada wajah sehingga tampak seperti memakai topeng.

Penderita juga mengalami dehidrasi dan kehilangan berat badan. Jika penderita dapat bertahan dengan sakitnya, demam akan turun pada hari ke-7. Gejala akan meningkat lagi pada hari ke-14.

Sementara itu, ada juga penderita yang mengalami demam sangat tinggi dan gejalanya terus bertambah buruk. Dalam kasus ini, biasanya akan diikuti dengan gejala koma hingga kematian yang terjadi dalam 7-14 hari. Banyak juga di antara penderita yang telah sembuh, tetapi diikuti dengan cacat permanen akibat kerusakan otak.

Dari uraian di atas, kiranya Ensefalitis termasuk salah satu penyakit berbahaya. Tidak heran kalau penyakit ini merupakan salah satu daftar penyakit kritis di berbagai penyedia asuransi jiwa. Yang mengejutkan, juga termasuk penyakit endemis (terus menerus ada). Bahkan dapat pula menjadi wabah secara periodik, jika jumlah binatang yang terinfeksi bertambah.

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Saat ini sudah tersedia vaksin untuk Japanese Ensefalitis (JE-VAX) dalam tiga seri dosis. Dosis pertama diberikan setelah dokter merasa pasti, 7 hari kemudian diberikan dosis kedua dan dosis ketiga pada pekan ketiga usai dosis kedua, Umumnya, vaksin diberikan kepada anak-anak sampai remaja usia di bawah 17 tahun di daerah-daerah endemik.

Bagi para wisatawan atau pelancong yang akan mengunjungi daerah endemikm dapat juga memanfaatkan vaksin ini sebagai langkah pencegahan. Perlindungan diri berikutnya menggunakan repellents nyamuk, seperti lotion anti nyamuk, dan tidur di dalam kelambu untuk menghindari kontak dengan nyamuk.

Langkah pencegahan lainnya. dengan upaya pengendalian populasi nyamuk melalui insektisida. Atau mencegah tersedianya tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti genangan air yang terdapat di dalam maupun lingkungan sekitar rumah.

Pengobatan

Sejauh ini karena JE merupakan penyakit virus, maka tidak ada pengobatan untuk menghentikan atau memperlambat perkembangan virus ini. Pengobatan hanya dapat dilakukan dengan cara simptomatis, dengan menghilangkan gejala yang terlihat di masing-masing penderita.

Cairan juga bisa diberikan untuk mengurangi dehidrasi, sedangkan obat-obatan diberikan untuk mengurangi demam dan rasa sakit. Dapat juga diberikan obat-obatan yang dapat mengurangi pembengkakan otak. Penderita yang dalam keadaan koma, mungkin diberikan bantuan-bantuan yang sifatnya mekanik dengan bantuan pernapasan.

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kesadaran masing-masing individu sangat dibutuhkan. Untuk itulah kita dituntut untuk banyak membaca dan peka terhadap kebiasaan yang dapat menimbulkan penyakit.

Semoga dengan membiasakan diri hidup sehat, kita bisa mengurangi resiko penyakit yang tidak kita inginkan.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Risa, tema tulisanmu menarik. Karena radang otak ini jarang dibicarakan, padahal kebanyakan penderita seringkali sudah “ditakar” sisa umurnya. Penyakit ini sangat berbahaya, akibat penyebabnya adalah sesuatu yang “biasa” saja, hanya nyamuk yang tak dapat kita hindari keberadaannya. Yang lebih mengkhawatirkan, ternyata Ensefalitis juga menjadi endemik, bahkan dapat mewabah..

    Dari teknis penulisan, datanya cukup lengkap. Sayangnya urutan kalimat masih terasa melompat, karena logika bahasanya kurang dibenahi. Begitu pula judul asli yang hanya menggunakan satu kata, berupa istilah ilmiah penyakit, yang jelas tak semua pembaca dapat memahaminya. Padahal judul adalah salah satu daya penarik, agar pembaca mau mampir dan menyimak tulisan kita..

    Tapi saya yakin, dengan terus berlatih, segala kekurangan ini akan terlampaui.. Yang perlu diingat, tak ada kata bosan dan putus asa bagi seorang penulis. Percayalah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: