Skip to content

Tarian 1000 Tangan

by pada 4 Desember 2012

Oleh Mutia Avrinanda

Indonesia memiliki ragam budaya tari yang sangat kaya. Di antara ragam tarian dari pelosok Indonesia, ada tarian yang berasal dari kota Serambi Mekah. Tarian itu mampu menghipnotis orang dengan gerakannya. Bahkan, tarian ini sudah diakui oleh UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

tari-saman

Bermula sebagai sarana dakwah penuh petuah dan pujian kepada Tuhan, kini Tari Saman yang energik tampil sebagai pertunjukan hiburan yang menarik..

Siapa yang tidak mengenal tari ‘Saman’? Pastinya kita semua tahu. Tarian ini juga biasa disebut sebagai tarian 1000 tangan, yang memiliki ritme gerakan memukau dengan mengandalkan kecepatan dan kecermatan sang penari.

Awalnya, tarian yang diciptakan Syekh Saman –seorang Ulama Aceh yang berasal dari dataran tinggi Gayo pada sekitar abad XIV Masehi– ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan “Pok Ane” dan merupakan bagian dari budaya masyarakat Gayo. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi pujian kepada Allah SWT.

Syair-syair yang dilantunkan dalam tari ‘Saman’ juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Karena itu tari ‘Saman’ ditampilkan di meunasah (sejenis surau panggung) atau di lapangan kampung, ketika merayakan kelahiran Nabi Muhammad maupun peristiwa-peristiwa penting dalam adat-istiadat masyarakat Aceh.

(indonesia.travel)

(indonesia.travel)

Pada umumnya, tari ‘Saman’ dimainkan kaum laki-laki yang berusia muda, tetapi jumlahnya harus ganjil. Mereka berlatih sejak usia dini di mushala, sebagai salah satu media bermain mereka. Tarian ini memang sesuai dengan budaya masyarakat Aceh yang religius.

Tari ‘Saman’ memiliki 5 macam nyanyian. Pertama rengum, sebagai pembukaan (mukaddimah) dari tari ‘Saman’ (setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Kedua dering, seusai rengum yang segera diikuti oleh semua penari.

Kemudian redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Keempat syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Terakhir saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Pada saat tampil, tari ‘Saman’ dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari ‘Saman’ dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis. Dalam tari Saman semakin lama, temponya akan semakin cepat supaya tari ‘Saman’ menarik.

Tari ‘Saman’ biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik. Akan tetapi, menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka. Biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi. Serta, menghempaskan badan ke berbagai arah. Ketika syair-syair dilagukan, posisi duduk para penari dan goyangan badan dihentakkan ke kiri atau ke kanan.

Busana atau pakaian yang digunakan dalam tari ‘Saman’ tertutup dan umumnya menggunakan penutup kepala. Pada kepala, memakai kain hitam empat persegi,  dua segi disulam dengan benang seperti baju. Pada badan, baju pokok atau baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah) serta, celana dan kain sarung. Pada tangan, yaitu menggunakan topeng gelang.

Dalam menentukan warna busana, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu. Melalui warna, menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keberanian dan keharmonisan.

*******

Namun seiring perkembangan zaman di era globalisasi, fungsi tarian ‘Saman’ menjadi bergeser. Perlahan nilai-nilai keagamaan dari tari ‘Saman’ mulai luntur. Tarian ini sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.

(courseware.nus.edu.sg)

(courseware.nus.edu.sg)

Saat ini, tari ‘Saman’ dimainkan oleh kaum perempuan ataupun campuran perempuan dan laki-laki. Di era modern menghendaki suatu tarian akan semakin semarak, apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Terlebih laki-laki sudah jarang yang mau melakukan kegiatan seperti menari. Penari saman umumnya berjumlah 10 orang dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

Dahulu, sebelum dimulai, tampil pemuka adat yang memberikan nasehat-nasehat kepada para pemain dan penonton. Akan tetapi lihatlah, sekarang petuah kian jarang disertakan, bahkan sudah tidak ada. Kini, tari ‘Saman’ dapat digolongkan sebagai tari hiburan, karena pertunjukannya tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu.

Tidak hanya di Aceh saja tari ‘Saman’ ditampilkan. Banyak penari-penari yang bukan berasal dari Aceh bisa menarikan tarian ini. Bahkan, tarian ini sudah menjiwai ekstrakurikuler yang ada di sekolah-sekolah saat ini.

Namun, bukan berarti budaya yang diwariskan masih sama seperti aslinya. Ada unsur yang mulai ditinggalkan. Saat ini, tari Saman hanya sebagai tontonan budaya. Nyanyian yang dilantunkan juga hanya sebagai pengiring tarian belaka.

*******

(kherheshek.blogspot.com)

(kherheshek.blogspot.com)

Dunia pun tahu bahwa tari ‘Saman’ yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam itu memiliki daya tarik istimewa. Keunikannya terletak pada kekompakan gerakan yang sangat menakjubkan. Para penarinya dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis.

Tari ‘Saman’ mampu memikat hati banyak orang. Pertunjukannya tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Tari ‘Saman’ dimainkan di Australia untuk memperingati orang-orang yang menjadi korban tsunami pada tanggal 26 Desember 2004.

Beberapa waktu silam, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tergabung dalam Tim Unpad Student Art and Culture Expedition (USACE) 2011 kembali mengukir prestasi dalam pertunjukan kesenian internasional. Dengan menampilkan tari Saman yang berasal dari Aceh.

Tim USACE 2011 yang juga mewakili Indonesia, meraih juara ke tiga dari 128 peserta untuk kategori non-genre dalam Kyoto Intercollegiate Festa, festival kesenian yang meliputi berbagai genre kesenian serta diikuti oleh berbagai kategori usia, termasuk kategori mahasiswa lokal dan internasional di Kyoto, Jepang.

Bahkan, banyak penikmat seni dari negara lain yang tertarik mendalaminya. Sebagai salah satu media pencapaian pesan (dakwah), tarian ini juga mengandung unsur-unsur pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Untuk itu, tari ‘Saman’ telah ditetapkan dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh UNESCO, melalui Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda pada tanggal 24 November 2011 di Bali. Dengan demikian, dunia sudah mengakui tari ‘Saman’ adalah kebudayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.

*******

Zaman memang sudah berubah, budaya daerah akan menjelma jadi budaya pop karena sudah mendunia dan berbaur ke segala peradaban. Kita harus menjaga keaslian budaya yang telah diwariskan. Alangkah baiknya jika kita menjaga kebudayaan negara ini dengan bijak tanpa harus menghilangkan sebagian dari kesenian atau budaya tersebut.

(serambinews.net)

(serambinews.net)

Bukan malah perlahan-lahan ditinggalkan atau dilupakan. Tunjukkan bahwa Indonesia mampu memperlihatkan kepada dunia, bahwa kesenian daerah yang kita miliki sangat bernilai, dan kental dengan unsur-unsur keagamaan yang sesuai dengan ciri negara kita yang beragama.

Oleh karena itu, kita harus bangga dengan kesenian yang kita miliki dan melestarikannya agar tidak punah. Tari ‘Saman’ hanya salah satu dari sekian warisan leluhur budaya Indonesia. Masih banyak kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan dan dilindungi.

Melalui tari ‘Saman’, kita mengharapkan agar Indonesia mampu menunjukkan dan mempromosikan daerah-daerah yang berpotensi. Guna menarik para wisatawan asing datang mengunjungi Indonesia dan mempelajari budaya yang ada di negara kita.

Bangsa kita memiliki banyak sekali kebudayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sebagai penerus generasi muda Indonesia, harus mengetahui kebudayaan yang ada di negara kita dan patut menjaganya.

Tunjukkan bahwa Indonesia mampu memperlihatkan kepada dunia, bahwa kesenian tradisional merupakan kemajuan untuk bersaing pada era modern.

Bangga menjadi orang Indonesia!

From → Feature Budaya

3 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Mutia, tulisanmu sangat lengkap.. Dari mulai sejarah dan asal muasal, hingga perkembangan tarian dan himbauan pelestariannya.. Wah, komprehensif sangat.. Tapi dalam penulisannya, bukan berarti tiap pokok pikiran tersebut tersebar merata di bagian awal, tengah dan akhir.. Sebab itu tentu akan membingungkan pembaca, seolah alurnya flash back, tapi, kok, back again, back again..

    Jadi mungkin sebaiknya cermati logika bahasa sekaligus logika berpikirmu, agar lebih runtut dan tak berloncat-;loncatan. Untuk metode struktur bisa menggunakan model blok, sehingga tetap mudah dipahami. Pemisahannya dapat menggunakan bintang berderet atau subjudul, tergantung selera dan kesesuaian yang dibutuhkan gaya penulisan..

    Di luar itu, tulisanmu nikmat dicerna. Ketelatenanmu mengumpulkan data dan referensi juga perlu diacungi jempol. Jadi, mengapa tak langsung dikirim ke media massa? Segera, ya..

  2. Mutia Avrinanda permalink

    Terimakasih banyak pak atas saran dan pujiannya. Ya, saya masih banyak kekurangan dalam menulis dan terkadang merasa benar pada saat membaca, tapi menurut orang lain belum tentu benar. Iya pak saya usahakan dikirim ke media massa. :)

  3. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Serambi Indonesia Digital pada Minggu 06 Januari 2013, pukul 09.16 (lihat disini: http://aceh.tribunnews.com/2013/01/06/tarian-1.000-tangan).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Mutia cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Mutia dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: