Skip to content

Modifikasi Warisan Budaya, Tenun

by pada 6 Desember 2012
(traveltextonline.com)

(traveltextonline.com)

Oleh Vivi Nurviandini

Tenun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Kain tenun  merupakan warisan budaya turun-temurun yang terdapat di berbagai daerah. Kain ini dari waktu ke waktu mengalami banyak perkembangan baik dari segi pembuatan, corak dan juga warnanya. Sekarang ini kain tenun bukan hanya digunakan pada saat upacara adat atau acara-acara tertentu saja, tapi juga sudah dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari karena kain tenun saat ini sudah mengalami banyak modifikasi.

Kain tenun yang terdapat di berbagai daerah yang ada di Indonesia mempunyai corak dan motif yang berbeda-beda sesuai dengan karakter daerahnya. Begitu juga dengan warna kain tenun, biasanya warna kain tenun setiap daerahpun beragam, seperti contohnya kain tenun Sumatera yang biasanya memiliki warna merah hitam.

Selain corak dan motif kain tenun yang memiliki arti dan ciri khas masing-masing dari setiap daerahnya, kain tenun juga memiliki makna yang terkandung pada proses pembuatannya. Itu semua menjadi warisan budaya yang masih dan harus dipertahankan dalam pembuatan tenun.

 Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi pada kain tenun. Perubahan-perubahan itu melingkupi perunahan warna tenun yang sekarang ini menjadi lebih bervariasi dan cerah. Juga modifikasi yang terjadi pada bahan kain tenun yang dahulunya terasa berat untuk dipakai dan sekarng mengalami perubahan menjadi ringan, dengan mengganti bahan baku benang yang dipakai untuk membuat kain tenun.

Dengan kain tenun yang sudah mengalami banyak modifikasi seperti itu membuat kain tenun lebih nyaman untuk digunakan. Dengan perubahan itu menjadikan lebih banyak orang menyukai kain tenun dan menggunakannya untuk pakaian sehari-hari, seperti contohnya Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli yang akhirnya mengoleksi kain tenun.

Kain tenun yang dewasa ini semakin banyak dilirik adalah kain tenun yang berasal dari NTT dan Bali. Kain tenun dari daerah tersebut lebih banyak dipilih karena pilihan corak dan motifnya yang lebih banyak dan juga warnanya yang semakin mengikuti perkembangan. Warna dari kain tenun tersebut lebih mengikuti selera pasar dengan warna-warna yang memikat.

Selain semua modifikasi tersebut, pembuatan kain tenun sekarang juga lebih cepat dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Dengan ATBM ini pembuatan tenun yang dahulunya dapat menghabiskan waktu hingga dua minggu sekarang dapat selesai dengan dua hari. ATBM ini mempercepat kerja para penenun, namun juga tidak membuat kualitas hasil tenun menurun, karena ATBM mempertahankan keaslian proses penenunan.

Dengan semua modifikasi pada kain tenun dan juga waktu penenunan yang lebih singkat dapat membuat kain tenun menjadi populer, seperti halnya yang terjadi pada batik. Kain tenun yang merupakan warisan budaya turun-temurun dapat diperkenalkan kepada dunia sebagai warisan budaya negeri ini.

From → Feature Budaya

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Majalah Potret Indonesia Online pada Senin 07 Januari 2013, (lihat disini: http://www.majalahpotretindonesia.com/index.php/budaya/1773-modifikasi-warisan-budaya-tenun).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Vivi cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Vivi dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: