Skip to content

Kurang Lengkap Tanpa Ketupat

by pada 7 Desember 2012
New Picture (7)

Lengkapnya merayakan lebaran bersama ketupat

Oleh Timorianti Br. Marpaung

Lebaran, tidak komplit rasanya tanpa kehadiran ketupat, Meskipun sudah sedikit bosan dengan ketupat, tetapi tetap saja bagi masyarakat Indonesia kurang lengkap merayakan hari kemenangan itu tanpa ketupat dan masih tetap hadir di meja makan ketika lebaran tiba.

Berbicara tentang hari raya Idul Fitri tentunya banyak yang tak akan dibahas, mulai dari tradisi silaturahmi yang sudah menjadi budaya umat Islam se Tanah Air dan tidak lepas pula tentang hidangan khas lebaran, salah satunya yang tidak pernah ketinggalan adalah ketupat lebaran yang selalu tersaji bersama opor ayam yang gurih menggugah selera.

Sajian ketupat dengan sayur opor, ayam suir, daging yang dikecapin, kentang goreng, serta buah petis memang menjadi menu andalan saat hari raya umat muslim.  Seperti yang dikatakan  Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, Hafizotul Fitriyah Umar,  “Baik Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari besar, menu tersebut siap membuat lidah bergoyang merayakan kemanangan.”

Penggunaan sayur opor sebagai pasangannya merupakan tradisi makan ketupat lebaran yang masih langgeng sampai saat ini. Sayur opor pun memiliki makna filosofi , jika dilihat dari asal-usul bahan dasarnya yang menggunakan santan kelapa. Bahasa Jawa dari santan ialah “santen” yang memunyai makna “pangapunten” atau memohon maaf. Ketupat memang sudah diadatkan harus ada dirumah-rumah saat Hari Idul Fitri tiba. Lebaran ketupat merupakan tradisi masyarakat sebagai ungkapan syukur setelah melaksanakan ibadah puasa.

“Biasa yang membuat ketupat itu ibu-ibu, tidak pernah bapak-bapak,” kata Hafi. Seperti biasa, sebelum lebaran tiba, kurang lebih beberapa hari menjelang hari raya, masyarakat kita sudah mulai ngumpul  dan saling membantu membuat ketupat lebaran, mungkin karena itu sudah menjadi tradisi. Saat seperti inilah rasa syukur dan nikmat kita terasa sekali karena selain bisa berkumpul dengan keluarga, kita bisa merasakan kekeluargaan baik dengan tetangga maupun kerabat. Itulah tradisi kita sebagai bangsa Indonesia. “Pembuatan ketupat itu dua hari sebelum lebaran karena pembuatannya itu tidak sebentar, namun lama,” ucap Hafi. Bahan dan cara pembuatan ketupat ini mudah, sehingga memasak ketupat ini bisa sambil bersendu gurau. “Bahannya itu beras, santan, dan daun kelapa,” tambah Hafi.

Konon,Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa, beliau membudayakan sebuah tradisi, yaitu setelah Lebaran, masyarakat setempat menganyam ketupat dengan daun kelapa muda lalu disii dengan beras. Setelah selesai dimasak, ketupat itu diantarkan ke anggota keluarga atau kerabat yang dituakan. Sejak itu, ketupat jadi lambang kebersamaan.

Selain itu, ternyata ketupat punya filosofi tersendiri yaitu anyaman-anyaman pada kulit ketupat itu mencerminkan betapa banyaknya kesalahan manusia. Setelah dibelah dua, terlihatlah isi ketupat yang berwarna putih, menggambarkan kebersihan dan kesucian hati manusia, setelah menahan nafsu dengan berpuasa dan memohon ampun atas segala kesalahan. Sementara itu, bentuk ketupat yang sempurna itu melambangkan kemenangan umat Muslim yang akhirnya mencapai hari yang Fitri Nah sekarang sudah tahu khan sejarahnya ketupat.

“Makan ketupatnya sebelum dan sesudah pulang Salat Sunah Id,” kata Hafi. Tujuan dari

tradisi makan ketupat bersama keluarga maupun tetangga setelah Salat Sunah Id diharapkan menjadi momen untuk saling mengakui kesalahan.

Bahan yang digunakan untuk membuat ketupat Idul Fitri adalah janur. Jika anda tidak ingin repot-repot untuk membuatnya, Anda dapat membelinya di pasar tradisional. Namun jika Anda ingin berkreasi dengan membuat ketupat berikut langkah untuk membuat ketupat yaitu langkah pertama adalah gulung janur sampai tiga kali gulungan pada tangan Anda dengan posisi pangkal janur menghadap ke atas.

Kedua, ambil janur satu lagi, gulungkan juga pada tangan Anda yang satu lagi sebanyak tiga kali. Namun kali ini posisi pangkal janur menghadap ke bawah, lalu buatlah kedua gulungan janur tapi saling bersilangan. Namun janur harus tetap dalam posisi tergulung. Ketiga, ambil salah satu ujung janur dan putar ke belakang susunan janur tadi.

Keempat, masukkan ujung janur yang sudah diputar ke belakang tadi, ke janur yang berada pada posisi tengah. Cara memasukkan janur tersebut seperti mengayam. Kelima, teruskan ayaman tadi sampai bawah. Lakukan hal yang sama pada ujung janur yang satunya lagi. Pangkal janur yang sudah terletak di samping, langsung bisa diayam ke atas. Lakukan hal ini pada kedua pangkal janur hingga bertemu di bagian atas ketupat.

Setelah bungkus dari ketupat telah selesai, maka cara membuat ketupat lebaran Idul Fitri adalah langkah pertama, usahakan beras yang nantinya akan Anda gunakan adalah beras yang menghasilkan nasi pulen, lalu siapkan kulit ketupat dengan ukuran yang sama agar matangnya bersamaan. Cuci bersih kulit ketupat lalu tiriskan.

Langkah kedua, cuci bersih beras pulen. Beras pulen yang dapat Anda gunakan adalah rojolele, pandan wangi, mentik special, lalu rendam beras tersebut dalam air dingin selama 1 jam. Anda dapat menambahkan bisa ditambahkan sedikit air kapur sirih jika suka. Lalu tiriskan. Langkah ketiga, kemudian isi kulit ketupat dengan beras hingga 2/3 bagian dari kulitnya hingga terisi beras. Jika semua sudah selesai, susun ketupat di dalam panci tinggi dan besar.

Langkah Keempat, tuangi air panas lalu masak selama 2-3 jam hingga ketupat padat. Jika air berkurang tambahkan air panas secukupnya. Jika sudah matang, lalu angkat ketupat dan tiriskan. Kelima, gantung di tempat yang berangin hingga ketupat dingin. Seperti yang dikatakan Hafi, “Agar tidak basi itu di jemur, digantung ke udara dan jangan didiamkan di baskom terlalu lama.”

Rahasia membuat ketupat yang enak, ada beberapa tips membuat ketupat agar enak dan ketupat tahan selama dua hingga tiga hari. Jika disimpan dengan baik atau dimasukkan ke dalam lemari es dan gunakan anyaman janur yang rapat dan bagus kondisinya agar tidak timbul noda coklat pada ketupat. Selain itu rahasia aroma kelezatannya terletak pada daun pembungkus, gunakan daun yang sangat muda.

Kini warisan dari Sunan Kalijaga ini masih tetap dipertahankan bahkan sudah bukan milik Jawa saja tetapi sudah menjadi makanan Asia tenggara, hal ini dapat dilihat di negara Malaysia masih dijumpai ketupat ini, hal ini terjadi akibat banyaknya orang orang Jawa yang bermukim di Malaysia.

Adapun saran, “Budaya ketupat itu harus terus dilakukan karena itu adalah tradisi leluhur kita. Apalagi sekarang budaya tradisional semakin tergeser dengan budaya modern. Oleh karena itu diusahakan agar tidak hilang,” ucap Hafi.

From → Feature Budaya

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: