Skip to content

Racikan Seks dalam Film Horor Indonesia

by pada 8 Desember 2012
(hot.detik.com)

(hot.detik.com)

Oleh Tia Rahma Listiawati

Saat ini, adegan film horor di Indonesia, tak hanya mengandung humor. Penonton juga dipacu adrenalinnya karena melihat hantu. Horny? So pasti, jangan ditanya. Suguhan ‘keindahan’ tubuh para artis, secara jelas dapat memancing birahi penonton.

Humor, horor, dan horny (bergairah) adalah tiga kata yang mungkin cocok, untuk menggambarkan keadaan film horor Indonesia saat ini. Layar perak seakan diambil alih oleh film horor esek-esek. Para artis tega memainkan adegan ‘penghancur moral’ dengan alasan tuntutan peran, profesionalisme, dan lain-lain.

Mereka tidak menyadari, bahwa yang dilakukannya dapat merusak moral bangsa. Terkadang, nama beberapa artis seksi yang terpampang dalam poster film, membuat penonton sudah bisa menebak adegan apa yang akan ditampilkan. Melihat judulnya saja, aroma seks sangat terasa. Adegan seks, memang, makin merajalela di film-film horor anak negeri. Film-film ‘horor’ ini justru laris di pasaran. Inilah yang membuat para produser film berbondong-bondong membuat film bertemakan sama.

Kini, para artis seksi, tak lagi mempunyai rasa malu melakukan adegan vulgar. Bahkan, disetiap penampilannya pun, mereka selalu berpenampilan seksi. Mereka mempertontonkan auratnya secara gamblang. Sungguh, film horor Indonesia saat ini, sangat merusak moral bangsa. Mereka tidak sadar, penampilan seksinya menjadi tren yang diikuti oleh sebagian masyarakat.

Banyak remaja putri yang meniru penampilan para artis seksi, dengan alasan mengikuti tren. Para remaja putri tidak menyadari, bahwa banyak tindakan kriminal yang mengintai mereka dengan penampilannya yang seksi. Indonesia seakan menjadi jalur pornografi. “Tak vulgar, maka tak laku” mungkin adalah sebuah semboyan, bagi para sineas film horor masa kini.

Tak sedikit penonton yang melakukan adegan seks di bioskop. Hal ini  dikarenakan mereka menyaksikan adegan vulgar pada film horor Indonesia. Bagaimana jika film-film horor ini, ditayangkan di televisi dan kemudian ditonton oleh anak yang belum cukup umur? Pikiran mereka akan teracuni dengan adegan-adegan vulgar, yang disuguhkan oleh para artis seksi. Bukan tidak mungkin, anak yang masih di bawah umur tersebut mencobanya dengan lawan jenis. Oh, tidak! Bangsaku yang dahulu berbudaya dan bermoral, kini sudah tak lagi memerdulikan norma dan etika.

Film horor Indonesia masa kini, banyak mempengaruhi kehidupan para remaja. Pergaulan bebas adalah salah satunya. Banyak kasus para remaja sudah hamil, padahal masih berada di bangku sekolah. Remaja zaman sekarang, banyak yang meniru gaya hidup para artis, yang mereka saksikan di layar perak. Seakan-akan, mereka bangga jika memakai pakaian seksi. Rasa malu tak lagi hinggap pada diri remaja masa kini.

Ke mana film horor Indonesia, yang dahulu selalu membuat takut penontonnya? Beberapa tahun yang lalu, aku masih dibuat ketakutan ketika film yang diperankan oleh Suzanna ditayangkan. Para sineas begitu handal dalam membuat film. Tapi kini? Melihat judul filmnya saja, aku enggan untuk menyaksikan.

Tayangan film horor saat ini membuat budaya Indonesia tak lagi melekat. Banyak perilaku menyimpang karena maraknya film horor di Indonesia. Negeri ini seakan tidak bermoral lagi. Antrean panjang justru berada pada film horor esek-esek yang dibintangi oleh artis seksi, ketimbang film-film lain.

Indonesia kini tak seperti negeri yang ku kenal sebelumnya. Saat ini, budaya bangsa sudah terkontaminasi oleh film horor bernuansa seks. Balutan seks dikemas secara indah dalam film horor oleh para sineas. Perilaku masyarakat Indonesia, khususnya remaja, tak lagi peduli dengan norma dan etika.

Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana nasib generasi penerus bangsa, jika film horor esek-esek masih terus menghiasi layar perak Indonesia.  Mungkin, Indonesia akan menjadi negara barat yang tak mengenal budaya dan etika. Jika hal ini dibiarkan, akan banyak remaja putri memiliki masa depan yang hancur akibat pergaulan bebas.

Selera masyarakat sangat rendah. Kini, film horor Indonesia tak lagi memerdulikan esensi film, melainkan seksualitas. Para sineas seakan bukan lagi berlomba untuk menghasilkan cerita yang bermutu, tetapi berlomba memajang ‘keindahan’ tubuh artis. Bagi beberapa kalangan, fenomena ini sangat disayangkan. Padahal, negara kita mempunyai lembaga yang seharusnya jangan meloloskan film-film tidak bermutu.

Film horor Indonesia tak lagi membuat tegang penontonnya dengan tampilan hantu. Kini, penonton dibuat ‘tegang’ dengan suguhan tubuh indah dari para artis seksi, yang memainkan adegan ‘penghancur moral’. Jika semakin banyak film horor yang berbumbu seks beredar, maka masyarakat akan semakin tahu, mana film yang bermutu dan tidak.

Seharusnya, para sineas berkreatif dengan tidak menyuguhkan film, yang dapat merusak budaya Indonesia. Dengan begitu, artis tidak perlu mempertontonkan adegan vulgar. Lembaga Sensor Film seharusnya benar-benar cermat dan lebih tegas dalam meloloskan setiap film, yang akan tayang di layar perak Indonesia.

From → Feature Budaya

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Sabtu 05 Januari 2013 pukul 10.54 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3040/2013/Racikan-Seks-dalam-Film-Horor-Indonesia).. Ayo, siapa lagi menyusul..

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Tia Rahma cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Tia Rahma dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: