Skip to content

Selendang Mayangku Hilang

by pada 8 Desember 2012
(ekonomi.kompasiana.com)

Minuman khas Betawi ini seakan menghilang dimakan zaman. (ekonomi.kompasiana.com)

Oleh Syarifa Tunnissa

Tiga warna yang bersusun persis seperti kue lapis legit. Hijau, putih, dan merah warnanya. Manisnya gula merah dan kentalnya santan bercampur dengan es merupakan perpaduan yang nikmat.

Berbagai minuman dan makanan banyak dapat kita jumpai di Ibu Kota yang padat akan berbagai macam suku, namun kemana perginya selendang mayangku?

Betawi memiliki sebuah minuman yang khas yaitu es selendang mayang. Selendang mayangku hilang entah kemana. Selendang mayang yang dahulu banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan sekarang hanya dapat ditemukan di daerah tertentu saja. Kota Tua dan Setu Babakan dua tempat yang dapat mempertemukan penggemar dengan selendang mayangnya.

“Sekarang selendang mayang hanya ada di Kota Tua dan Setu Babakan. Saya jualan hanya pada hari libur saja Sabtu-Minggu dan saat acara-acara penting,” Rozak salah satu penjual selendang mayang di Setu Babakan.

Minuman khas Betawi ini seakan menghilang dimakan zaman. Selendang yang dahulu berkibar seperti sedang menari-nari kini menghilang entah mengapa, sungguh ironis. Rasa yang khas selalu meninggalkan kesan mendalam kepada para penikmatnya. Campuran tepung sagu dan tepung beras dengan pemberian warna makanan merah dan hijau memberikan keunikan tersendiri pada selendang mayang. Perasa gula merah, santan beserta es batu yang dingin menambah nikmatnya selendang mayang. Sluuurp!

Macam-macam makanan tersedia di kota besar seperti Jakarta ini, namun minuman khas pusaka yang dahulu menjadi andalan ini tenggelam karena seleksi alam pembuat dan penjual selendang mayang. Selendang mayang yang kalah pamor dengan makanan lain menjadi hilang dan pergi entah kemana. Agak sulit untuk menemukan minuman ini, tetapi masih terdapat beberapa penjual yang setia dengan selendang mayangnya.

“Saya sudah 20 tahun jualan selendang mayang, karena saya orang betawi sangat disayangkan bila minuman khas ini hilang begitu saja,” Rozak menambahkan.

Makanan dan minuman khas masing-masing daerah memiliki rasa yang tak terlupakan pada lidah penggemarnya. Sangat menyedihkan jika makanan dan minuman pusaka hilang, untuk itu marilah kita jaga dan lestarikan budaya makanan dan minuman daerah.

From → Feature Budaya

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Rabu 09 Januari 2013, pukiul 09.24 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3061/2013/Selendang-Mayangku-Hilang). Ayo, siapa lagi menyusul?

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi untuk Syarifa. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Syarifa dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: