Skip to content

Penyakit Tidur yang Mematikan

by pada 15 Desember 2012
(netterimages.com)

Gigitan lalat ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak merah di bekas gigitan. (netterimages.com)

Oleh Maharani Kusuma Dewi

Tidur adalah keadaan dimana kita merelaksasikan semua organ tubuh yang lelah. Hampir semua manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur. Tidur bukan saja karena kelelahan tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup. Tapi tahu kah kalian kalau ada sebuah penyakit tidur yang mematikan?

Penyakit ini disebut African trypanosomiasis atau nama lainnya penyakit tidur. Penyakit ini adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf dan disebabkan oleh protozoa trypanosoma yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan lalat tsetse. Lalat tsetse adalah salah satu spesies lalat yang menghisap darah mamalia.

Menurut penelitian, penyakit unik ini berasal dari Afrika dan sudah menjadi wabah mematikan di beberapa negara di Afrika. Hingga saat ini tercatat 50.000 sampai 70.000 orang di Sub-Sahara Afrika terserang penyakit tidur atau Human african trypanosomiasis, yang menyebar melalui gigitan lalat tsetse. Setiap tahunnya juga dilaporkan sekitar 300.000 orang meninggal akibat penyakit ini di Afrika.

Gigitan lalat ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak merah di bekas gigitan. Infeksi ini akan menyebar melalui darah dan mengakibatkan gejala awal demam, sakit kepala, sakit sendi, gatal-gatal pada kulit, dan lemas. Kemudian bakteri ini menyerang otak dan menyebabkan penyakit-penyakit serius lainnya seperi pembengkakan kelenjar limfa, anemia, dan penyakit ginjal.

Orang yang terjangkit akan mengalami kejang-kejang dan sulit berpikir. Serta pola tidur yang lebih lama dari biasanya. Penyakit ini sangat sulit dideteksi karena memiliki gejala awal seperti penyakit malaria.

Apabila seseorang terjangkit, penderita akan merasakan kantuk yang sangat hebat disiang hari. Tetapi penderita akan menjadi insomnia atau susah tidur pada malam hari. Apabila pola tidur semakin sulit dikendalikan, penderita bisa mengalami koma bahkan hingga kematian.

Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia tetapi juga mamalia lainnya. Hewan yang terserang penyakit ini akan mengalami penurunan produktifitas dan akhirnya mati.

Metode penyebaran penyakit ini mirip dengan penyebaran penyakit lain yang membutuhkan perantara. Ketika lalat tsetse menghisap darah penderita penyakit tidur, mikroba trypanosoma akan ikut terhisap. Mikroba yang terhisap akan tinggal dan tidak mati di dalam tubuh lalat.

Ketika lalat yang sama menghisap darah orang yang sehat, mikroba trypanosoma tanpa sengaja masuk kedalam tubuh orang yang dihisap darahnya. Selain melalui lalat tsetse, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui transfusi darah.

Sebelumnya, menurut penelitian untuk menyembuhkan penyakit ini harus melakukan terapi. Selain itu, penderita juga di harapkan meminum obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Namu cara yang kedua ini sangat beresiko karena 5%-20% penderita meninggal akibat komplikasi dari obat yang digunakan.

Pada akhir Maret 2010 lalu, ilmuwan asal Kanada dan Inggris berhasil menemukan obat yang bisa menyerang enzim parasit tersebut yang diharapkan bisa mempertahankan hidup seseorang. Obat itu sudah di uji klinis (percobaan pada manusia) dalam 18 bulan.

Ilmuan asal Belgia juga menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan lalat tsetse ini. Para ilmuwan menjelaskan bahwa ada sebuah bakteri yang disebut Sodalis Glossinidius yang hidup pada lalat tsetse yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Gen bakteri akan diubah untuk mendapatkan antibodi yang dapat melawan parasit yang menyebar di tubuh manusia. Dr David Horn dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan, “Ini adalah konsep yang menjanjikan, dan sekarang sedang diupayakan untuk membuat anti-trypanosomal.”

Karena penyakit yang berbahaya ini, manusia berusaha menekan keberadaan lalat tsetse yang menjadi perantara ini. Beberapa metode dilakukan seperti melakukan penyemprotan memakai insektisida, pemasangan jebakan, dan melepaskan lalat jantan steril (mandul) ke alam liar agar telur hasil perkawinan tidak dapat menetas.

======================================================================================

Referensi:

http://www.pantonanews.com/1871-lalat-tsetse-dan-penyakit-tidur

http://republik-tawon.blogspot.com/2012/05/lalat-tsetse-sang-penyebar-penyakit.html

http://ceriffeta.blogspot.com/2011/10/penyakit-tidur-yang-mematikan.html

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: