Skip to content

Sanjak-sanjak Desember

by pada 20 Desember 2012
Azhmy F Mahyddin

Azhmy F Mahyddin

Pengantar: Barangkali, tulisan ini (Reblogged dari Majalah Amanah Online), dapat dibaca saat kita rehat. Mungkin mau ditanggapi dan kasih komentar? Silakan dan semoga manfaat.

Oleh Azhmy F Mahyddin

 

Cermin Retak

Seharian ini ku banyak membaca..

Kisah mereka yang tiada berpunya dan menderita,
namun semangat, tekad untuk esok lebih baik, tetap membara,
setia pada ketulusan dan mau terus berkarya demi orang lain bahagia,

tiada pamrih sepenuh doa
O, mampukah kita?

(azf, 29/12/2011)

Cinta Putih

Maukah dirimu miliki cinta?
yang lebih indah dari sekadar cinta romantis,
yang lebih agung dari berbagi cinta sesama..

Landaskan cintamu pada Rasa-Nya,
hambakan dirimu pada Karsa-Nya,
karena rasa dan karsa kita adalah Milik-Nya..

Rencana kita untuk tidak berencana,
usaha kita berujung dengan berserah kepada-Nya,
sepenuh niat dengan cinta..

(azf, 24/12/2011)

Basic Filosofi

Kekuatan kemauan terletak pada motivasi,
Ketekunan kemampuan bersumber dari integritas pribadi..

Keindahan hakiki terletak pada rasa,
Kebahagiaan sejati berawal dari cinta..

Keteguhan iman berlandaskan budaya malu,
Konsistensi taqwa bermuara pada tawadlu..

(azf, 23/12/2011)

Kodrat Mulia

Wahai wanita,
sungguh berbahagia lah dalam kodratmu,
karena banyak contoh hidup telah membuktikannya..

Tak seorang pun lelaki membantahnya,
terutama setelah dirimu menjadi Ibu,
kekuatan mental dan ketabahan bathin merupakan kelebihan milikmu semata..

Dirimu adalah General Affair Manager di rumah tangga,
segenap urusan domestik kau selesaikan tanpa pandang bulu,
pendidikan anak hingga pengasuhan suami kau lakukan sepenuh cinta..

Wahai wanita,
andai suami pun tiada lebih dulu,
menjadi orangtua tunggal bagi anak-anak, dirimu lebih mampu ternyata..

Meski tetap didera kesedihan dan kehilangan luar biasa,
kepala menjadi kaki kau lakoni demi cintamu,
sehingga Tuhan pun meninggikan derajat atas pengorbananmu yang mulia..

Wahai wanita,
banggalah pada statusmu sebagai ibu,
tak sesiapa kan meremehkannya..

(Selamat Hari Ibu,

(azf. 22/12/2011)

Obituari

— buat sahabatku: Pungkut Adnan Lubis dan sahabat lainnya yang telah mendahului

Bagai daun pisang mengering dan jatuh di halaman,
kau berpulang pada usia yang belum lagi menua..

Seusai memberi orang terdekatmu kebahagiaan dan perlindungan nyaman,
juga bakti dan manfaat bagi banyak orang maupun agama,
melalui ilmu yang kau ajarkan,
serta teladan sikapmu yang bersahaja..

Selamat jalan kawan,
doa untukmu selalu penuhi mega..

(azf, 21/12/2011)

Hikmah

Alhamdulillah,
atas ijabah,
syukurku kian bertambah..

(azf, 19/12/2011)

Angkuh

Wahai Tuan,
beragama lah dengan ilmu,
dan berilmu lah dengan agama..

Sebab ilmu yang kau terima, adalah karunia,
karena akal sehat milikmu juga anugrah-Nya..

Wahai Tuan,
mari kita bertanya di balik tanya mengapa,
dari mana asal nyawa,
yang telah menghidupimu sampai dikenal sebagai cendekia..

Kejarlah terus dengan tanya,
hingga mencapai pangkalnya,
penyebab dari segala sebab utama..

Wahai Tuan,
bila logikamu tak mampu mendapat jawab,
pertanda akalmu sangat terbatas berdebat,
di ujungnya ada rahasia bernama iman,
jika kau mau yakini adanya Tuhan..

Wahai Tuan,
ilmu tanpa agama,
kelak kan menjadikanmu gila..

(azf, 17/12/2012)

Paradoks

Ku masih di sini,
sendiri dalam sepi,
koreksi kata demi kata dan menanti..
(Hari-hari terus berganti..!)

Di sudut berbeda,
pada hati yang sama,
tergambar sosok wanita renta,
di kesendiriannya,
sedih menghampa dengan rela..
(Angka jarum jam tak lupa ditanya..!)

Di tengah kesibukan berbagi peran tuk menemani,
selalu sempat dia besarkan kedua hati,
meski dirinya merindu tak henti..
(Selesaikan dulu, jangan pikirkan kami..!)

(azf, 16/12/2012)

Solitaire

Dalam temaram sepi,
kesendirianmu selalu hangatkan hati..

(azf, 14/12/2011)

Balada Cinta

O, hujan yang terus membasah, Cinta..
iakah sesungguh pertanda,
betapa pilu maknai nestapa..

O, kita memang manusia pelupa, Cinta..
durjana yang terus merajalela,
tak berpengaruh apa-apa,
kerna urusan pribadi di atas segalanya..

O, kemanakah rasa kebersamaan kita, Cinta..
bila duka sesama anak bangsa tak lagi mencambuk jiwa,
iakah yang diajarkan Tuhan kita?
memanfaatkan diri tuk materi semata..

O, atas namamu, Cinta..
Kumaafkan sikap pemaafmu atas mereka..

(azf, 12/12/2011)

Defens

Mengingatmu sungguh,
hadirkan duka tanpa keluh,
ketabahan berbalut ceria sepenuh,
hanya doa iringi upaya dalam airmata meluruh,
berikan Kekuatan-Mu pada kami seluruh,
atas ujian hidup ini tetap kami taat dan patuh..

(azf, 06/12/2011)

Retoris

Kebohongan cenderung akan menimbulkan kerumitan,
sedangkan kebenaran biasanya sangat sederhana..

Mampukah kau mengenalinya,
bila salah satu atau keduanya terpampang di hadapanmu??..

(azf, 04/12/2011)

Simalakama

Ternyata hukum tak hitam putih semata,
bukan sekadar pertarungan kebaikan atas kejahatan.

tapi terdiri berbagai nuansa warna..

Kedua pihak mngandung kebenaran,
dan menggunakan untuk kepentingan mereka,

yang diupayakan pengacara dengan penuh kesungguhan,
sebagai ahli kecantikan memoles keburukan agar tidak terlalu nyata..

(terinspirasi dari novel “Tell Me No Secretsby Joy Fielding)

… dan rakyat pun kecewa,
tiada lagi percaya pada hukum dan kebenaran..

(azf, 03/12/2011)

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: