Skip to content

Lingkup Sempit Tidak Menjadi Masalah

by pada 21 Desember 2012

Oleh Timorianti Br. Marpaung

Meskipun ruang lingkupnya sempit, hanya sepintas dilihat, dan larisnya sebentar, Pasar Warung Jambu, disingkat dengan Warjam dan terletak di Bogor ini, menjadi tempat yang menarik minat para pembeli untuk berbelanja.

Pasar Warung Jambu di malam hari (Foto: Mori)

Pasar Warung Jambu di malam hari (Foto: Mori)

Pasar adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang atau jasa dan pembeli menggunakan uang untuk membeli barang dengan harga tertentu. Dapat disimpulkan pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual beli.

Di Bogor terdapat tiga pasar tradisional yaitu Pertama adalah Pasar Bogor, ini adalah pasar terbesar di Bogor. Kedua Pasar Anyar dan ketiga adalah Pasar Warjam, pasar induk yang terkecil di Bogor. Pasar tradisonal ini dinamakan Pasar Warjam karena posisinya di belakang mall Warung Jambu dan selalu dibuka setiap Senin hingga Minggu, dari pukul 03.00 – 23.00 WIB.

Berbelanja di pasar untuk sebagian orang menjadi hal yang sangat menyenangkan, namun bagi sebagian orang lainnya, berbelanja ke pasar bisa menjadi hal menyebalkan. Dapat dilihat sebagian pasar tradisional, masih banyak yang sangat kurang terawat, becek dan kotor. Meski begitu berbelanja dipasar tradisional memang sangat lengkap, banyak barang yang tidak bisa kita dapatkan di pasar modern, karena itu sebagian orang masih banyak memilih pasar tradisional.

Yang pertama saat ingin berbelanja di pasar tradisional adalah mencari referensi dan informasi mengenai lokasi pasar tradisional yang murah dan lengkap. Ada baiknya jika kita mencari referensi dan informasi mengenai lokasi pasar tradisional di sekitar kita. Datanglah lebih awal apabila ingin membeli barang dalam jumlah yang banyak. Biasanya kalau kita datang lebih awal, pasar masih dalam keadaan cukup lengang sehingga kita bebas berkeliling di pasar untuk mencari barang yang kita butuhkan.

Pasar Warjam ini menjadi tempat yang menarik minat para pembeli karena mereka melihat bukan dari harga terjangkau saja dan dari sisi ramai atau tidaknya, tetapi juga dilihat dari sisi lain. Seperti  yang dikatakan Risma, salah satu pembeli setia di Pasar tersebut, “Karena selain dekat dengan tempat tinggal, tempat ini tidak terlalu padat atau ramai seperti di pasar lain, sehingga kita bisa berbelanja dengan santai tanpa harus berdesak-desakan.”

Lingkup sempitbukan berarti akan membuat pembeli kurang nyaman. Terlebih lagi letak pasar ini di pinggir jalan raya. Itu semua dapat diatasi karena penjaga pasar atau satpam parkir motor selalu menertibkan kendaraan yang lalu lalang di depan pasar tersebut.

Alasan tempat kotor dan murah sudah tidak asing lagi terdengar, namun itu tidak menjadi faktor utama memilih pasar yang tepat untuk berbelanja. Meskipun terkadang kotor, kurang dari segi fasilitas, pengamanannya kurang, sering terjadi kehilangan timbangan, pencopetan dan jarang ramai, namun Pasar Warjam ini menjadi tempat yang diminati untuk berbelanja.

Semua pedagang tetap mempertahankan pasar ini meskipun situasi  jika bulan tua rata-rata sepi dan bulan muda ramai sekitar dua atau tiga minggu, ditambah kalau musim hujan rata-rata sepi dan hampir semua pasar termasuk pasar Bogor (pasar terbesar) sekalipun. Seperti yang dikatakan salah satu pedagang di Pasar Warjam yang bernama Biminarsi, “Namanya orang jualan kadang sepi kadang ramai itu sudah biasa.”

Adapun saran untuk para pembeli agar memilih tempat belanja tidak melihat dari sisi ramai saja. Seperti yang dikatakan Risma, “Sebaiknya pembeli harus mengutamakan kenyamanan dalam berbelanja, karena berbelanja berdesak-desakan seperti di Pasar Bogor itu malah akan mendapatkan kekecewaan, terlebih banyak pencopet yang memanfaatkan situasi seperti itu.”

Selain itu, lanjutnya lagi, utamakan pula kualitas belanjaan karena meskipun ramai belum tentu kualitas bagus. Di pasar Warjam ini tidak jauh bedanya, meskipun untuk sisi ramainya kurang. Kalau di Pasar Bogor dari pagi hingga malam ramai dan Pasar Warjam hanya pagi dan malam saja yang ramai.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Puji syukur, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Kamis 03 Januari 2013 pukul 23.32 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3036/2013/Lingkup-Sempit-Tidak-Menjadi-Masalah).

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Timorianti cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Timorianti dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: