Skip to content

Kasihmu Mengalir dalam Tubuhku

by pada 25 Desember 2012
(facebook.com)

Bagaikan air pelepas dahaga, itulah sosok ibu. Membuat semua persoalan menjadi pembelajaran.(facebook.com)

Oleh: Chatarina Ardita

Tidak ada wanita yang sepertinya. Tangan lembutnya menjaga dan merawat kita dari kecil hingga kini. Sosok wanita yang sangat sabar dan penyayang. Ya, ia sempurna, sangat sempurna. Nyaris tak kita temukan kekurangan pada dirinya. Wajahnya penyemangat hidup kita. Senyumnnya bagai angin segar ketika dalam menghadapi setiap persoalan. Ia tak segan untuk meluangkan waktu mendengar keluh kesah kita. Kasihnya tak berkesudahan.

Sosok itu adalah Ibu. Ia perantara kita berada disini, di dunia yang indah. Tanpa jasanya, Kita takkan bisa menatap dunia.  Tetes peluh di wajah dan rintihan kesakitan adalah permulaan kasihnya bagi kita, anaknya. Kita tahu bahwa itu tak mudah, penuh perjuangan. Ia rela melewati itu untuk sebuah kebahagiaan yang utuh, menjadi seorang ibu sejati.

Ibu adalah guru di setiap perkembangan kita. Sejak kecil, ibu mengajarkan cinta kasih. Cinta yang tak berkesudahan. Dengannya, kita mengenal dunia. Ibu menjadi pengajar banyak hal. Mulai dari belajar berjalan, belajar berbicara, hingga belajar  menyelesaikan masalah. Tak pernah ia tunjukkan tanda keletihan. Hanya dan kesabaran yang tampak. Meskipun terkadang melihat tanda kelelahan tersirat di wajahnya. Tapi ia tak berpernah mengeluh. Ibu adalah sumber pengetahuan kita. Banyak pelajaran yang tak bisa kita dapatkan di jenjang pendidikan manapun. Hanya dari ibu, kita mendapatkan itu semua.

Seperti mentari, itulah gambaran dirinya. Ibu adalah sumber kehangatan yang dipancarkan disetiap hari-hari kita. Senyumnya mengawali setiap aktivitas kita. Satu per satu kebahagiaan ia goreskan dalam hidup kita. Setiap pagi ia bangun lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan kita. Dengan sisa kantuk diwajahnya, dengan senang hati ibu memasak sarapan anaknya. Hampir setiap hari ibu lakukan itu demi kita, anaknya.

Tak ada obat yang sepertinya. Dengan senang hati ibu merawat dikala kita terbaring sakit. Tak pernah ia jauh dari sisi kita. Lembut dan sabar ibu menjagaku. Menyuapi dan memberikan aku obat. kasih sayangnya membuat sakit perlahan sembuh. Obat-obatan kimia bisa tak ada artinya dibanding kasih ibu dikala kita sakit. Tak bisa membayangkan bila tak ada sosok sepertinya. Kasih sayang ibu bisa berlipat-lipat melihat kita lemah tak berdaya, apalagi mendengar kita merintih kesakitan. Dari situ akan terlihat kasih sayang ibu yang begitu mendalam demi kesembuhan buah hatinya. Menjaga dan berdoa demi kesembuhan kita.

Ibu adalah segalanya bagi setiap anak. Hadiah paling berharga dari Tuhan. Setiap anak pasti beruntung mempunyai ibu, sosok yang begitu penyayang. Kesempurnaan dalam dirinya membuat tak ada sosok yang seperti ibu. Nyaris tak ada kekurangan. Sosok yang tanpa pamrih memberikan kasih sayang untuk anaknya. Ia rela mengesampingkan segala sesuatu hanya demi menuruti keinginan kita, demi kebahagiaan kita. Setiap keinginan selalu ia turuti meski harus bersusah payah. Ia lebih tak tega melihat kesedihan terpancar dimata anaknya. Maka, ia rela berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi apa yang kita butuhkan.

Sahabat yang paling baik dan bijaksana adalah ibu. Selalu ada saat kita butuhkan. Ia dengan sabar mendengar semua keluh kesah kita. Kapan pun ibu selalu meluangkan waktu untuk kita. Selalu menemani kita kemana pun. Walau kadang tak setiap waktu kita menemaninya, ibu tak pernah marah. Ibu mengerti setiap kesibukan kita, tanpa mau mengganggu. Selain itu, setiap persoalan terasa ringan bila bercerita dengannya. Saran yang bijak membantu kita menyelesaikan masalah. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dan dirisaukan. Bagaikan air pelepas dahaga, itulah sosok ibu. Membuat semua persoalan menjadi pembelajaran.

Dibalik itu, ibu tetap manusia biasa. Ia bisa marah. Itulah saat yang membuat sebagian besar anak merasa takut atau kesal. Kemarahannya bukan tanpa alasan. Ia hanya ingin kita berubah dan menjadi lebih baik. Wajah penyesalan tampak setelah kemarahannya. Dalam lubuk hatinya, ia tak ingin memarahi buah hati yang sangat dicintai. Ia melakukan itu semua karena ia begitu sayang dengan kita. Amarah seorang ibu adalah teguran. Setiap anak pasti merasa kesal jika ibu marah. Tapi dibalik itu semua terkandung makna yang sangat mendalam, tentang belajar menjalani hidup dengan sebaik mungkin.

Hal yang membuat kita sangat sedih ketika melihat ia menangis. Menangisi sikap kita  yang tidak menuruti keinginannya. Bagai tersambar petir jika melihat hal itu. Dosa besar jika membuat air mata itu terbuang sia-sia hanya karena menangisi kita. Ibu maafkan kita yang sering membuat gundah dihati, menciptakan amarah yang seharusnya tak dilakukan. Itu menjadi pelajaran berharga bagi setiap anak. Pelajaran untuk mengerti arti penting seorang ibu.

Yang paling ditakutkan adalah kematian. Ibu sangat berharga dan sangat penting dalam hidup. Tak ingin berpisah dengannya, apalagi dipisahkan oleh kematian. Seorang anak pasti sedih jika harus berpisah dengan ibunya. Dunia bagaikan hancur bila harus berpisah dengannya. Semangat hidup sirna jika sosok sempurna itu telah tiada. Yaa..takut dan sangat takut bila itu terjadi. Kita ingin ibu selalu ada disetiap hari-hari kita. Jika suatu saat itu tiba, kita percaya bahwa kasih sayang ibu  untuk anaknya tak akan hilang dan selalu dikenang.

Ibu sosok yang sangat sempurna. Dengannya, kita melihat dunia. Dengannya, kita belajar arti hidup. Di sampingnya, kita mengenal arti perjuangan, semangat dan kegigihan. Tanpa jasanya,  kita tak akan menjadi apa-apa. Hanya doa yang dapat dipanjatkan supaya Tuhan selalu menjaganya. Dengan prestasi dan kesuksesan salah satu cara mengukir senyum diwajahnya, membalas jasa-jasanya. Terima kasih ibu, kasihmu sangat luar biasa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: