Skip to content

Melestarikan Pencak Silat

by pada 27 Desember 2012

Oleh Devi Septiningtyas

(aesculapia.wordpress.com)

(aesculapia.wordpress.com)

Silat merupakan suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Apakah silat masih eksis di tengah zaman yang semakin modern? Bagaimanakah peran generasi muda dalam melestarikan kebudayaan leluhur?

Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya.  Secara  luas ilmu bela diri ini dikenal  di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura Filipina selatan, serta Thailand selatan. Selain berkembang diwilayah Asia, telah tumbuh pula puluhan perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Berkat peranan pelatih Indonesia, kini  pelestarian budaya ini tetap terjaga hingga ke mancanegara. Kini, silat telah resmi sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional. Khususnya, dipertandingkan dalam Sea Games.

Sebagai generasi muda sudah semestinya bangga terhadap warisan budaya local. Begitu pula, upaya yang dilakukan Febri Siwi Rizka Andini dalam melestarikan kebudayaan leluhur. Awalnya, ia mendalami ilmu bela diri ini sekedar coba-coba. Namun, takdir berkata lain. Pada saat itulah ia mulai berkecimpung dalam dunia persilatan.

Sejak dua tahun silam, ia sudah bergelut sebagai pelatih silat. “Mulai menjadi asisten pelatih itu kelas 1 SMA, sekarang sudah dua tahun menjadi pelatih dan memegang cabang sendiri,” tuturnya menjelaskan. Ia mendalami ilmunya di perguruan asal banten, yaitu Ci Macan Jaya Mekar Budi Pekerti. Dahulu, perguruan tersebut didirikan oleh Bapak H. Ramli Taufan. Jumlah anggota yang aktif sampai saat ini yakni 250 orang.

Pada umumnya masyarakat masih berpikir primitif  terhadap seni bela diri silat. “Sebagian masyarakat menganggap  silat itu seperti debus, padahal silat yang saya ikuti adalah silat prestasi,”terangnya. Perlombaan silat selalu ia ikuti. Tak terhingga gelar juara pun sering ia raih, seperti Kejuaraan Olimpiade Siswa Nasional, Kejuaraan Menpora, Perlombaan Dinas Olahraga dan sebagainya.

Disamping itu, banyak manfaat yang bisa digali dari silat. Selain ilmu bela diri dan olahraga, silat memiliki nilai kebudayaan yang tinggi. Terbukti dari aspek permainan seni pancak silat. Dalam silat terdapat seni tarian diiringi dengan musik dan busana tradisional. Dipandang dari spiritual pancak silat dapat membangun dan mengembangkan kepribadian seseorang.

Di ajang internasional pancak silat juga menjadi alat pemersatu nusantara, hingga mengharumkan nama bangsa dan menjadi identitas nasional. Indonesia memiliki banyak aliran dalam pancak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan nilai budaya  di negara kita. Dengan demikian, marilah melestarikan kebudayaan asli Indonesia sehingga nilai yang terkandung tidak akan luntur diterpa oleh  waktu.

From → Feature Budaya

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Minggu 06 Januari 2013 pukul 15.27 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3044/2013/Melestarikan-Pencak-Silat).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Devi cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Devi dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: