Skip to content

Ramai, Padat, dan Kotor

by pada 27 Desember 2012
(indonesiarayanews.com)

(indonesiarayanews.com)

Oleh Sara Agustriana

Aku berjalan diantara padatnya pembeli. Berjinjit dan memiringkan badan agar dapat maju selangkah. Teriakan para penjual menambah suasana menjadi ramai. Padat dan pegap itulah yang aku rasakan saat datang ke tempat ini, Pasar Pagi, Cakung, Jakarta Timur .

Pasar Pagi  merupakan salah satu pasar tradisional di Jakarta Timur. Bangunan berlantai dua dan berbentuk persegi ini dikelilingi kios-kios penjual berbagai macam pakaian dan buah-buahan. Bagian dalam di lantai satu terdapat para penjual kebutuhan pangan, seperti ikan, daging, sayuran, telur, dan bumbu-bumbu masakan. Penjual pakaian mulai dari anak-anak sampai dewasa serta alat-alat rumah tangga tersedia di lantai dua.

Suasana di dalam maupun di luar pasar tidak jauh berbeda. Para penjual berusaha menarik pembeli dengan meneriakkan nama barang dagangannya dan para pembeli berjalan dari satu kios ke kios lain mencari barang dengan harga yang terjangkau. Suasana yang biasa terjadi di pasar tradisional mana pun.

Bangunan Pasar Pagi tidak terlalu luas. Lantainya kotor dan becek karena saluan air dari kios daging dan ikan yang tidak berfungsi. Tidak seimbangnya antara luas pasar dengan jumlah pembeli mengakibatkan pembeli harus berdesak-desakan. Fentilasi udara yang masih kurang.

Dengan berbagai masalah tersebut, Pasar Pagi tetap menjadi pilihan utama warga Cakung untuk berbelanja karena pasar tersebut mampu memenuhi kebutuhan warga.

“Ini pasar yang paling dekat dengan rumah saya. Walaupun seperti ini keadaanya, saya akan tetap belanja di pasar ini soalnya murah dan dekat. Ya meskipun ada baiknya jika pasar ini direnovasi agar kami pun merasa nyaman,” ujar Mulyanti salah satu pembeli.

Para penjual juga mempermasalah kondisi pasar yang kurang memadai. Kios yang terlalu kecil dan saluran air yang tidak lancar.

“Ya beginilah kondisinya. Mau gimana lagi. Nyaman-nyamanin aja,” ujar bu juju penjual sayur yang menempati kios di lantai satu.

Banyak diantara para penjual yang sudah menempati Pasar Pagi sejak belasan tahun. Jadi sudah cukup lama mereka mengalami kondisi pasar yang seperti ini. “Saya berjualan di sini sudah lama. Sejak anak saya masih kecil,” tambah bu juju.

Banyak pasar tradisional yang luput dari perhatian pemerintah. Padahal pasar merupakan fasilitas yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Segala kebutuhan pokok tersedia di sana. Oleh karena itu, sudah sepatutnya masyarakat pengguna pasar dan pemerintah sama-sama memberikan perhatian yang penuh terhadap pasar tradisional.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: