Skip to content

Pasar Loak Masih Primadona

by pada 31 Desember 2012
Barang-barang yang di jual di sana bermacam-macam, seperti barang elektronik bekas; baju bekas; barang antik; hingga sepatu bekas (Foto: ASN)

Barang-barang yang di jual di sana bermacam-macam, seperti barang elektronik bekas; baju bekas; barang antik; hingga sepatu bekas (Foto: ASN)

Oleh Ani Sri Nuraini

Pernahkah Anda berbelanja ke pasar loak? Atau Anda lebih senang berbelanja di swalayan? Mengapa? padahal barang-barang di pasar loak tak kalah bagus kualitasnya, dibanding dengan barang di swalayan.

Misalnya di Depok. Kawasan kota yang terkenal dengan buah belimbing ini, tenyata memiliki pasar loak yang sudah ada sejak tahun 1980-an. Bertempat di pinggir rel kereta api. Pasar ini sering disebut dengan pasar loak Dewi Sartika karena tempatnya yang berada di Jl. Dewi Sartika, Kecamatan Pancoran Mas.

Barang-barang yang di jual di sana bermacam-macam, seperti barang elektronik bekas; baju bekas; barang antik; hingga sepatu bekas. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau dan berkualitas seperti barang-barang baru di swalayan.

Salah satu pedagang di pasar itu adalah Muhamad Anwar atau Awang. Ia berjualan barang elekronik bekas sejak tahun 2001. Barang yang ia jajahkan seperti kipas angin, rice cooker, blender, dispenser, hingga baby walker ditawarkan dengan harga terjangkau.

Sebelum berdagang barang elektronik bekas, Awang berkerja di PT Maju Jaya Tool Sindo, Tangerang, sebagai Teknisi mesin grinding.  Tetapi, karena keinginannya untuk mengubah nasib maka ia memutuskan untuk membeli kios yang sudah bangkrut di pasar loak Dewi Sartika dengan uang pesangonnya.

Suka duka pasti sering dirasakan oleh para pedagang, begitu pula dengan Awang. Bapak empat anak ini sering mengalami kerugian, seperti barang dagangannya terbawa kereta yang sedang melintas. Hingga hal yang menyeramkan seperti melihat secara langsung seseorang tertabrak kereta. Itulah resiko yang harus dialami jika berdagang di pinggir rel kereta api.

Walaupun lokasinya yang berbahaya di pinggir rel kereta. Pasar loak Dewi Sartika tetap menjadi primadona bagi kebanyakan masyarakat Depok (Foto: ASN)

Walaupun lokasinya yang berbahaya di pinggir rel kereta. Pasar loak Dewi Sartika tetap menjadi primadona bagi kebanyakan masyarakat Depok (Foto: ASN)

Suasana pasar loak sangat ramai jika sudah memasuki waktu petang. Maka jika Anda ingin datang ke pasar ini, Anda harus berhati-hati. Karena tempatnya yang berada di pinggir rel, kapan saja kereta api melaju dengan cepat dari arah Jakarta maupun Bogor. Jalanan yang sempit juga dapat membuat Anda harus bersenggol-senggol dengan pengunjung lain.

Bukan hanya hal itu, Anda juga harus waspada dengan para pencopet. Meskipun di daerah ini jarang terjadi pencopetan, jangan memakai barang-barang mencolok seperti kalung; gelang; dan barang mencolok lainnya.

Walaupun lokasinya yang berbahaya di pinggir rel kereta. Pasar loak Dewi Sartika tetap menjadi primadona bagi kebanyakan masyarakat Depok. Bukan hanya karena  harga barang yang terjangkau, melainkan bagi sebagian orang tempat itu sudah menjadi bagian dari Depok.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Senin, 31 Desember 2012 pukul 12.54 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3029/2012/Pasar-Loak-Masih-Primadona).

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Ani Sri cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Ani Sri dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: