Skip to content

Mengangkat Kanker Dengan Capit Kepiting

by pada 4 Januari 2013
(berita.plasa.msn.com)

(berita.plasa.msn.com)

Oleh Karlina S Dewi

Seiring bergantinya zaman, manusia dan teknologi semakin mengakrabkan diri. Kehadiran teknologi terasa mempermudah kelangsungan hidup manusia. Seperti halnya robot kepiting mini yang dibuat para peneliti di Singapura. Robot ini sangat membantu dokter untuk mengangkat kanker perut pada manusia.

Kanker perut. Penyakit itu mungkin terdengar asing di telinga orang yang awam dunia kedokteran. Namun, jenis kanker ini adalah salah satu kanker terganas di dunia.

Kanker perut lebih familiar dengan sebutan kanker lambung. Kanker ini berasal dari sel epitel dinding perut yang meradang. Umumnya banyak terjadi di Pylorus lambung (bagian bawah), kemudian diikuti oleh Fundic lambung (bagian tengah yang membulat), dan Kardiac lambung (bagian atas).

Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia lanjut. Terutama di negara-negara Asia.  Sekitar 99% jenis kanker lambung yang rentan menjangkiti manusia adalah Adenokarsinoma. Kanker lambung lainnya adalah Leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan Limfoma.

Kanker lambung menjadi penyebab kematian kedua terbesar di seluruh dunia karena kanker. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena penderita kanker lambung biasanya baru bisa terdiagnosa saat stadium akhir ketika pengobatan menjadi sulit dan sering kali gagal.

Para peneliti menyimpulkan, jenis kanker ini akan semakin banyak jumlah penderitanya. Mengingat semakin bervariasi makanan yang dikonsumsi manusia. Tidak dapat dipungkiri, sekarang banyak kandungan zat-zat berbahaya terolah apik di makanan instan nan lezat. Bemula dari bahan penyedap, pengawet, hingga pemanis buatan.

Berbagai cara pengobatan ditempuh untuk menyembuhkan penyakit ini, yaitu pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Namun, metode pembedahan menjadi metode yang paling efektif dalam mengurangi komplikasi kanker. Seperti penyumbatan lambung atau pendarahan kanker.

Akan tetapi pembedahan ini, memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi dan meninggalkan bekas luka. Dibutuhkan pula tenaga ekstra karena perlu membuat gerakan  halus untuk mengambil jaringan kanker yang tipis. Apabila gerakan halus ini gagal, tangan dokter akan bergetar.

Kini, peneliti telah menciptakan sebuah robot mini yang terinspirasi oleh hidangan kepiting pedas. Profesor mekanik dan teknik antariksa di Nanyang Technological Institute Singapura, Louis Phee, membantu mendesain robot ini bersama Profesor Ho. Keduanya merancang robot setelah makan malam seafood di Singapura pada 2004 dengan dokter bedah dari Hongkong, Sydney Chung.

Robot mini dilengkapi capit dan kait layaknya kepiting. Prototipe ini dinilai efisien karena kepiting dapat  mengambil pasir dan capitnya sangat kuat.

Robot ini dipasang pada sebuah endoskop. Lalu masuk ke usus melalui mulut pasien. Penjepitnya berfungsi untuk memegang jaringan kanker. Sedangkan kaitnya untuk mengiris. Kemudian menggumpalkan darah agar pendarahan berhenti.

Dengan bantuan sebuah kamera super kecil yang dipasang di endoskopi, dokter bedah bisa melihat apa yang ada di perut. Mengontrol tangan robot dari jarak jauh sambil duduk di depan layar monitor.

Mekanisme robot ini dinilai cukup mengefisiensi waktu dan berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. Operasi robot mini hanya memakan waktu rata-rata 18 menit saja.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Sabtu 05 Januari 2013 pukul 16.25 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3041/2013/Mengangkat-Kanker-Dengan-Capit-Kepiting).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Karlina cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Karlina dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: