Skip to content

Pasar Palmeriam Favoritku

by pada 5 Januari 2013
(streetdirectory.com)

(streetdirectory.com)

Oleh Reza Arief Darmawan

Pasar, tempat yang amat menyenangkan. Semua orang suka ke pasar. Anak-anak, remaja, apalagi ibu-ibu. Kotor bukan masalah bagi mereka yang menyukainya. Aku sendiri juga suka pergi ke pasar. Aku pun terkadang heran mengapa aku masih suka pergi ke pasar.

Kata pasar mengingatkanku akan kenangan masa kecil. Saat itu, setiap hari minggu aku selalu mengajak ibuku ke pasar, pasar Palmeriam yang ada di dekat rumahku. Aku sangat senang mengunjunginya, di pasar itu aku bisa membeli berbagai macam jajanan, aku bisa melihat-lihat mainan di sana, dan aku juga bisa membeli ikan mas besar yang masiih hidup untuk aku mainkan di rumah sebelum dimasak.

Semakin aku dewasa, aku semakin sering berpikir kenapa aku suka ke tempat seperti itu. Bahkan sampai saat ini aku masih sering pergi ke Pasar Palmeriam yang dekat rumahku itu. Walaupun hanya untuk membeli kue rangi ataupun sekedar melihat-lihat wanita cantik, meskipun lebih sering aku lihat ibu-ibu rumpi.

Tempat itu kini sudah lebih modern. Lantai dari tanah yang basah dan atap yang terbuat dari seng kini telah menjadi bangunan yang kokoh berlantai empat. Lantai dasar dihuni para pedagang bahan pangan masyarakat, lantai dua terdapat berbagai toko mainan dan perabotan rumah tangga, lantai tiga ditempati para pedagang pakaian, dan lantai empat ialah tempat ibadah. Sangat lengkap dan modern pasar Palmeriam saat ini, meskipun tak se-modern Grand Indonesia.

Sekitar tiga tahun yang lalu pasar itu diperbaiki. Namun, kondisi pasar sampai saat ini masih terlihat seperti belum diperbaiki. Dari dulu hingga sekarang, pasar selalu khas dengan lantai kotornya.

Aku tahu biaya kontrak tokonya lebih murah, karena tidak ada AC, satpam, dan ratusan OB seperti di mall. Aku juga tahu pasar itu sangat ramai, petugas kebersihan tidak bisa membersihkannya setiap saat. Jejak sepatu yang kotor dari luar pun akan tertumpuk dan mengering di atas lantai yang baru dibersihkan. Percikan air kelapa yang baru diparut juga menambah kotor lantai pasar itu. Oleh karena semua itu, pasar yang awalnya masih bersih kini menjadi tempat yang kotor dan bau. Sangat memprihatinkan, makanan yang sebelumnya masih segar dan bersih masuk ke pasar itu, langsung menjadi makanan yang tidak sehat akubat keadaan yang amat kotor dan bau.

Meskipun keadaannya sulit, tetapi aku yakin. Pasti ada cara untuk mengatasinya, setidaknya untuk mengurangi kondisi yang buruk itu.

Mungkin di setiap anak tangga perlu diberi sebuah benda seperti keset yang terbuat dari karet untuk setidaknya memeras sedikit air yang menyerap di alas kaki pengunjung. Mungkin juga ditambah keset besar  di anak tangga terakhir untuk menjatuhkan debu-debu ke keset itu. Walaupun mustahil pasar itu bisa menjadi bersih seperti di mall, tetapi cara itu cukup membantu untuk mempebaiki tingkat kebersihan pasar.

Namun, bagaimanapun keadaannya, pasar Palmeriam akan selalu menjadi tempat belanja favoritku.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: