Skip to content

Dongeng Anak: Putri Berry dan Pakaiannya

by pada 6 Januari 2013
(sharing-kakek.blogspot.com)

(sharing-kakek.blogspot.com)

Oleh Niken Ari S (Pb 3B)

Pada suatu waktu di negeri Hutan Buah-Buahan, hiduplah seorang gadis cantik bernama Putri Berry. Ia adalah anak tunggal dari Raja Manggastana dan Ratu Semangkalina. Putri Berry sangat dimanja oleh kedua orang tuanya. Apapun yang ia minta pasti dikabulkan oleh mereka.

Putri Berry memiliki hobi mengoleksi pakaian. Setiap hari ia bisa membeli satu hingga dua pakaian. Terkadang Putri Berry pun merancang pakaian untuknya sendiri. Saking banyaknya pakaian yang dimiliki Putri Berry, lemarinya pun tak cukup menampung seluruh koleksi pakaiannya itu.

Raja Manggastana dan Ratu Semangkalina pernah menasihati Putri Berry untuk menyumbangkan saja pakaian yang dimilikinya agar lemarinya tidak terlalu penuh sesak. Tapi Putri Berry menolaknya dengan alasan ia tidak mau jika orang-orang memiliki pakaian yang sama bagusnya dengan miliknya.

Seminggu lagi Putri Berry ulang tahun. Ia berencana ingin meminta sebuah pakaian yang paling indah kepada kedua orang tuanya.

“Pakaian apalagi yang engkau inginkan wahai putri cantikku?” tanya Raja Manggastana saat Putri Berry mengungkapkan keinginannya.

“Pakaian yang sangat istimewa Ayah, pakaian yang belum ada di dunia ini,” jawab Putri Berry.

Raja Manggastana dan Putri Semangkalina hanya berpandangan dan menggelengkan kepala mendengar permintaan putrinya itu.

“Besok akan ibu panggilkan tukang jahit terbaik di kerajaan ini dan kamu bisa memesan baju yang kamu inginkan itu,” kata Ratu Semangkalina.

“Iya Bu, terima kasih ya Ibu,” balas Putri Berry dengan mata berbinar.

Putry Berry segera masuk ke kamarnya dan kemudian menuliskan pakaian seperti apa yang diinginkannya. Ia tidak sabar menunggu esok hari dan tidak sabar pula menunggu pesanan pakaian terbaik yang belum pernah ada di dunia ini.

*******

Keesokan harinya, Nyonya Jeruk Limau, tukang jahit terbaik di kerajaan itu pun datang ke istana atas permintaan Raja untuk membuatkan pakaian Putri Berry. Dengan diantar oleh dua pelayan istana, Nyonya Jeruk Limau segera menuju kamar Putri Berry.

“Permisi Putri Berry, ini ada tamu untuk Putri Berry,” ujar pelayan istana itu dengan ramah.

“Iya suruh ia masuk, dan kau segera pergi dari kamarku. Aku tidak ingin kau mencontek pakaian baruku!” bentak Putri Berry.

Pelayan itu segera pergi dan sesaat kemudian masuklah Nyonya Jeruk Limau ke dalam kamar Putri Berry.

“Aah aku sudah menunggumu sejak tadi. Masuklah. Ini sudah aku buatkan persyaratannya untuk pakaian baruku nanti,” ujar Putri Berry begitu Nyonya Jeruk Limau masuk ke kamarnya.

Putri Berry pun segera menyodorkan selembar kertas yang sudah dituliskannya semalaman tadi. Nyonya Jeruk Limau membaca kertas itu dengan kening berkerut.

Pakaian baruku harus terbuat dari kain yang lentur sehingga jika aku bertambah gemuk karena banyak makan atau aku menjadi kurus karena jatuh sakit, pakaian itu tetap muat di tubuhku.

Pakaian baruku harus terbuat dari bahan yang mudah dijahit ketika suatu saat aku terjatuh ketika bermain dan tidak sengaja merobek pakaianku.

Pakaian baruku harus terbuat dari bahan yang mudah dicuci, mudah kering sehingga saat aku ingin menggunakannya pakaian tersebut harus selalu ada.

Pakaian baruku harus selalu wangi tanpa harus susah payah aku memberinya parfum.

Dan yang paling penting pakaian ini tidak boleh ada yang menyamainya.

*******

Nyonya Jeruk Limau tertegun memikirkan jenis pakaian apa yang diminta oleh Putri Berry. Putri Berry hanya tersenyum merasa puas karena dapat meminta pakaian yang rumit yang artinya tidak akan ada yang menyamai pakaiannya itu.

Nyonya Jeruk Limau mengerutkan keningnya sesaat dan kemudian ia tersenyum. Ia telah menemukan jawaban dari permintaan Putri Berry.

“Putri saya akan dengan segera membuatkan pakaian ini untuk Putri,” ujar Nyonya Jeruk Limau.

“Oh ya? Kapan pakaianku jadi? Apakah saat pesta ulang tahunku nanti pakaian tersebut dapat aku gunakan?”

“Iya Putri, hari ini pun pakaian pesanan Putri sudah jadi,” ujar Nyonya Limau lagi sembari tersenyum.

“Waah cepatnya,” Putri Berry tersenyum senang.

“Nah sekarang Putri Berry tolong pejamkan matanya ya. Saya ingin mencocokan pakaian contoh ini ke badan Putri.”

“Baiklah,” Putri Berry memejamkan mata dan menunggu aba-aba dari Nyonya Jeruk Limau.

Setelah Putri Berry memejamkan mata, Nyonya Jeruk Limau segera melakukan pekerjaannya. Ia melepas seluruh pakaian yang dikenakan Putri Berry lalu menuliskan beberapa pesan di kertas yang terdapat di atas meja rias di kamar Putri Berry.

Nyonya Jeruk Limau tersenyum puas karena dapat mengerjakan tugasnya. Sementara itu, Putri Berry merasa heran. Ia merasa tidak menggunakan apapun di tubuhnya.

Samar-samar Putri Berry mendengar langkah kaki Nyonya Jeruk Limau keluar kamarnya. Nyonya Jeruk Limau membuka pintu perlahan dan melangkahkan kakinya keluar. Sesaat sebelum menutup pintu, Nyonya Jeruk Limau menyuruh Putri Berry untuk membuka matanya.

“Kau bisa membuka matamu sekarang Putri. Kau dapat melihat pakaian sesuai dengan pesananmu,” ujar Nyonya Jeruk Limau sambil menutup pintu dan pergi.

*******

Putri Berry heran, ia tidak merasa menggunakan apapun. Atau ini adalah kain yang sangat halus sehingga saat memakainya kau tidak akan merasa apapun. Setelah agak lama berpikir, Putri Berry membuka matanya. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ternyata ia hanya menggunakan pakaian dalamnya tanpa menggunakan pakaian seperti yang dijanjikan oleh Nyonya Jeruk Limau.

Putri Berry kesal sekali. Tapi dia tidak dapat berbuat apapun. Tiba-tiba matanya tertuju pada secarik kertas yang tertempel di kaca riasnya.

Untuk Putri Berry,

Bagaimana dengan pakaian barumu? Kau suka?

Pasti kau terkejut dengan baju yang kau minta kan? Tapi cobalah kau renungkan wahai Putri Cantik. Kulitmu adalah pakaian terindah yang kau punya. Kau tidak percaya? Akan aku jelaskan.

Kau meminta pakaian yang lentur, yang dapat kau pakai saat kau bertambah gemuk ataupun kurus. Kulitmu memenuhi permintaan itu, ia akan mengikuti tubuhmu yang selalu tumbuh.

Kau meminta pakaian yang mudah dijahit jika suatu saat kau tak sengaja merobeknya kan? Kulitmu memenuhi itu. Saat kau jatuh dan terluka lalu kulitmu sobek, maka kulitmu akan menutup dengan sendirinya tanpa harus repot-repot menjahitnya.

Kau meminta pakaian yang mudah dibersihkan dan cepat kering sesaat setelah mencucinya. Kulitmu memenuhi itu. Saat kau merasa kulitmu kotor maka kau akan mandi, tanpa sadar kau telah mencucinya kan?

Kau meminta pakaian yang selalu wangi tanpa harus sering-sering memberinya parfum. Kulitmu memenuhi itu. Kau hanya tinggal menggunakan parfum di pagi hari maka kulitmu akan menjaga wanginya hingga sore hari.

Dan terakhir, kau meminta pakaian yang tidak sama dengan orang lain? Kulitmu memenuhi itu. Kulitmu adalah kulit edisi terbatas, Tuhan menciptakan kulitmu hanya satu. Tidak ada yang lain.

Putri Berry tertegun merenungi surat yang baru saja dibacanya. Ia merasa selama ini ia sudah sangat berlaku egois dan boros karena sering membeli pakaian yang ternyata tidak perlu dibeli.

Sejak saat itu, Putri Berry tidak lagi meminta pakaian yang mahal dan aneh-aneh. Karena pakaian terbaik sudah dimilikinya, yaitu kulitnya. Raja Manggastana dan Ratu Semangkalina pun senang putri mereka kini tidak boros lagi dan sering menyumbangkan pakaiannya untuk rakyatnya yang membutuhkan.**

From → Dongeng Anak

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: