Skip to content

Sebagai Tukang Sol Sepatu

by pada 6 Januari 2013
(femiadi.wordpress.com)

(femiadi.wordpress.com)

Oleh Lely Natalia

Setiap anak pasti mempunyai keinginan dapat membanggakan orang tuanya. Terlebih jika ia anak sulung, yang harus menjadi contoh bagi adik-adiknya. Begitu pun dengan seorang Asep, sebagai tukang sol sepatu. Bagaimana dengan Anda?

Anwar Sulaiman –yang biasa disapa Asep– adalah pria berumur 21 tahun. Ia harus menjadi tulang punggung keluarganya, karenanya menjadi tukang sol sepatu pun dilakoni.

Pendidikannya cuma sampai Sekolah Menengah Pertama. Setelah itu, ia putuskan ikut ayahnya menjadi tukang sol sepatu di pasar Kemiri, Depok. Pukul 8 pagi ia harus berkemas menuju pasar, untuk memulai aksinya.

Profesi itu sudah digelutinya sejak tujuh tahun lalu. Pria asal Bandung Selatan ini tak pernah malu dengan rutinitas memperbaiki sepatu-sepatu pelanggannya. Baginya, tukang sol sepatu adalah pekerjaan mulia, karena bisa membantu orang lain.

Meski harus menjadi tukang sol sepatu setiap hari dan seolah tak pernah mengurusi hal lain, Asep tetap mempunyai pacar. Wanita yang telah dua kali dibawa menemui keluarganya, berkenalan ketika Asep telah berprofesi sebagai tukang sol sepatu. Menurutnya itulah yang paling berkesan, selama tujuh tahun ia bekerja.

*******

Menginjak usia menjelang dewasa, Asep sudah memiliki sikap dewasa. Bagaimana tidak, dua tahun lalu sang ayah yang telah membawanya menjadi tukang sol sepatu, kini telah meninggal dunia akibat penyakit liver yang diderita sejak lama. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, dirinya sekarang menjadi tumpuan bagi keluarga di kampung. Ia sedih jika usahanya sepi pelanggan, karena akan mempengaruhi kiriman uang untuk ibu dan adik-adiknya di rumah.

Beruntung, setiap harinya ada saja rezeki yang ia dapatkan dari usaha sol sepatunya. Asep yang pernah mengikuti program paket setara SMA mengaku kesal, jika ada pelanggan yang terlalu menawar jasanya dengan harga murah. Tak jarang ia menemukan pelanggan yang ngomel, ketika tawar-menawar gagal dilakukan. Namun, semuanya tetap dijalani dengan ikhlas, demi keinginan membahagiakan keluarganya.

Adik Asep yang kedua perempuan dan sudah menikah. Di rumah kini tinggal sang ibu, Angga, dan si bungsu Intan. Meski sudah menjadi pahlawan bagi keluarganya, Asep belum bisa membanggakan bagi orangtua dan saudara-saudaranya. Untuk itu, ia akan terus berusaha.

Ia berharap, dapat menyekolahkan semua adiknya. Kalau bisa setinggi mungkin, agar tidak seperti kakaknya sekarang. Kepada semua anak yang mempunyai orangtua, iaber;pesan agar selalu menjaganya dan berusaha membanggakan mereka. Menurut Asep, orangtua adalah segalanya. Karena kalau orangtua sudah tiada, tak banyak yang bisa dilakukan selain mendoakannya.

One Comment
  1. Tulisan yang Lely buat ini sudah baik secara keseluruhan. Namun, kamu kurang bertanya lebih dalam mengenai sosok seorang Asep ini. Bagaimana kerja kerasnya, Apa hal yang paling berat dalam hidupnya dll. supaya ada sesuatu yang membuat pembaca tertarik sekaligus terenyuh saat membaca tulisanmu. Ini kan menulis tentang rasa, terasa kurang karena kamu tidak mengenal lebih dalam sosok yang kamu ceritakan. Untuk susunan antar paragraf sudah lebih baik dari sebelumnya. teruslah mengembangkan potensi yang kamu miliki. Sukses…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: