Skip to content

Yuk, Mengenal Pasar Tradisional

by pada 6 Januari 2013
(beritadaerah.com)

(beritadaerah.com)

Oleh Shinta Lestari

Berbagai ekspresi telah kusaksikan di tempat ini. Senang, sedih, kesal, ataupun marah. Mulai dari tangisan anak-anak yang merengek untuk dibelikan barang kesukaannya hingga ibu-ibu yang terus bertanya soal harga.

Pasar namanya. Pasar tradisional ini terletak tak jauh dari rumahku. Pasar yang dinamakan pasar Ar Riyadh karena letaknya berdekatan dengan sebuah masjid yang bernama “Ar Riyadh” ini ada semenjak aku lahir 19 tahun lalu hingga saat ini. Namun, sebagian orang menyebutnya dengan pasar kaget.

Pasar ini terletak di sepanjang jalan rumah warga. Pasar yang ukurannya tidak terlalu besar ini cukup untuk memenuhi kebutuhan para pembeli yang akan membeli sesuatu yang menjadi kebutuhan. Berbagai bahan makanan mulai dari makanan mentah hingga matang tersedia di sini. Tak kalah dengan pasar besar lainnya, berbagai perlengkapan seperti baju, mainan anak-anak, hingga perlengkapan sekolah tersedia disini.

Hampir tiap hari pasar ini penuh oleh para pedagang yang memamerkan dagangannya serta pembeli yang memadati seluruh area pasar. Apalagi ketika akhir pekan, tingkat kepadatan di pasar ini cenderung meningkat dibandingkan hari-hari lainnya. Pada pagi hari, pasar ini cukup padat dan penuh sesak, seperti tak ada jalan yang tersedia.

Aktivitas pasar akan dimulai dari pukul empat subuh, ketika matahari sama sekali belum menampakan cahayanya hingga matahari berada tepat di atas kepala, pukul 12 siang hari. Menjelang siang, pembeli berangsur-angsur mulai berkurang, dan pedagang segera merapikan dagangannya.

Pemandangan pasar yang kita bisa lihat di pasar kaget ini sama halnya dengan pasar-pasar tradisional lainnya. Di sepanjang perjalanan pasar kita akan disuguhkan dengan teriakan para pedagang agar menarik calon pembeli. Selain itu, kita juga dapat menegosiasikan harga yang ditawarkan.

Pasar ini cukup bersih dan terurus. Ada beberapa petugas kebersihan yang disediakan demi kepuasan pengunjung pasar. Keamanan pasar ini pun juga diperhatikan. Petugas keamanan disediakan di setiap pos penjaga guna menjaga ketertiban pasar.

Salah satu pembeli mengaku puas dengan keadaan pasar, meskipun harus berdesak-desakan. “Pasar di sini cukup bersih dan aman, harga-harganya pun cukup murah, terkadang naik karena memang dari pasar induknya juga naik.” Ujar salah satu pengunjung pasar.

Aktivitas pasar kaget akan berhenti hanya pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi itu hanya akan berlangsung satu atau dua hari saja. Keesokan harinya pasar akan kembali berkativitas seperti biasanya.

Sebenarnya tidak semua pasar tradisional itu terkesan kotor dan rawan. Bisa dibuktikan dengan adanya pasar kaget ini tidak seperti orang bayangkan. Selama ini pasar modern kian merebak dan mendominasi keseluruh penjuru kota. Seakan membuat pasar tradisional akan lenyap. Tak kalah dengan pasar modern yang memberikan potongan harga pada tiap barang yang disajikan. Pasar tradisional juga memberikan harga yang relative murah dan bisa ditawar.  Tapi, menurut saya pasar tradisional akan terus ada dan akan menjadi kunjungan favorit para ibu rumah tangga. Buktinya selama ini pasar tradisional tak pernah sepi pengunjung.

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Suara Merdeka Online pada Minggu 06 Januari 2013 (lihat disini: http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=1784).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Shinta cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Shinta Lestari dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: