Skip to content

Wanita Hebat Sepanjang Masa

by pada 7 Januari 2013
(alambukansemulajadi.blogspot.com)

(alambukansemulajadi.blogspot.com)

Oleh Lely Natalia

“Surga di bawah telapak kaki ibu, pepatah itu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Mengapa dan dari mana kalimat itu pertama muncul? Mungkin kita tidak pernah terfikir akan hal itu, tapi saya yakin semua orang yang pernah dilahirkan di dunia ini setuju dengan kalimat itu. Kecuali mereka yang  tidak mengerti perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

Ya bagaimana tidak, untuk menjadikan kita seperti sekarang saja sudah berjuta pengorbanan ibu yang dilakukan, bahkan lebih, dan tidak akan pernah terhitung jumlahnya.

Kata orang tidak ada manusia yang sempurna, tapi bagi saya ibu adalah sosok yang sempurna. Dalam dirinya terpancar sebuah keikhlasan dan ketulusan yang luar biasa. Perilaku tiap anak ke ibunya pasti berbeda, namun sikap dan tugas seorang ibu ke anaknya pastilah sama.

Pernahkah kita merasakan pelukan terhangat yang pernah ada, pelukan yang menjaga kita dari dinginnya malam, pelukan yang akan selalu menghangatkan, saat kita belum bisa berbuat apapun untuk diri kita sendiri bahkan sampai sekarang sekalipun, pelukan itu tidak akan pernah berubah.

Pelukan itu hanya dimiliki oleh ibu kita. Seorang ibu akan selalu menganggap anaknya sebagai anak kecil yang harus ia jaga, meskipun anaknya telah beranjak dewasa.

Guratan-guratan keletihan tidak pernah ia perlihatkan. Pernahkah kita melihat ibu kita menuntut sesuatu kepada kita.? Sedangkan kita tak pernah berhenti menuntut darinya.

Bagi saya ibu adalah manusia paling berharga yang pernah saya miliki. Dia adalah malaikat saya, guru kehidupan bagi saya, sumber motivasi yang tak pernah habis, dia dokter pribadi bagi saya, dan dia segalanya untuk hidup saya.

Mungkin dia tidaklah sepintar Aisyah, dan tidak juga setinggi Maryam, tapi dia tidak kalah terhormatnya di hadapan Allah kelak. Karena keikhlasannya mengemban amanah menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya.

Matahari mungkin masih malu menampakkan dirinya, tapi dia telah siap dengan senjata pribadinya untuk mengurusi semua kebutuhan kita. Banyak sekali lagu yang diciptakan seniman untuk dihadiahkan kepada ibunya, namun semua itu tak akan pernah bisa sebanding dengan apa yang sudah ibu mereka berikan.

Kata ibu aku mirip dia. Hidung, bibir, mata, dan senyumku semuanya mirip dengannya. Dan aku bangga akan hal itu. Mungkin bagi sebagian orang dia adalah wanita yang biasa-biasa saja, tapi bagi saya dia itu lebih dari sempurna.

Dia memang bukanlah wanita yang berpendidikan tinggi, namun dia telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Tentang sebuah ketegaran, keikhlasan, rasa syukur, kebahagiaan, kesedihan, dan pengorbanan.

Kadang saya sangat rindu omelan dan teguran ibu ketika saya melakukan kesalahan. Teguran yang akan sangat saya rindukan ketika kita sudah tidak bersamanya lagi. Ketika dia tlah jauh meninggalkan kita.

Sebanyak apapun saya menulis, tidak akan bisa mewakili rasa terimakasih dan syukur saya kepada Allah yang telah mengirimkan salah satu malaikat terbaiknya untuk menjaga saya. Beribu kali kita mengecewakannya, mungkin bahkan sampai membuatnya menangis. Tapi semua itu ia balas dengan senyuman.

Maafkan anakmu ini bu, yang telah mendzolimimu dengan semua tingkahku kepadamu. Tetaplah sebut namaku dalam doamu. Puisi ini saya buat untuk wanita terhebat sepanjang masa.

Umi

Apa jadinya aku tanpamu
Tak pernah berhenti kau menjaga dan menuntunku, walau dengan tertatih
Tak pernah kau perlihatkan kelelahanmu kepadaku
Kau sempurna untukku,

Umi

Aku yakin saat Tuhan menciptakanmu, Dia sedang tersenyum
Pribadimu yang elok tlah menjadikanmu harta terindahku
Doaku kan slalu dipanjatkan untukmu
Tetaplah memelukku dengan pelukan cintamu
Yang tak pernah habis termakan waktu

One Comment
  1. azhmyfm permalink

    Alhamdulillah, satu lagi, tulisan ini berhasil dimuat di Radar Online pada Senin 07 Januari 2013, pukul 13.45 WIB (lihat disini: http://www.radar.co.id/berita/pembaca/3050/2013/pahlawan-sepanjang-masa).. Ayo, siapa lagi menyusul

    Janji nilai A untuk Ujian Akhir Semester akan saya penuhi. Lely cukup datang untuk tandatangan berita ujian saja, tanpa harus mengikuti ujian. Ayo, siapa lagi menyusul?

    Semoga hal ini menjadi penyambung langkah kesuksesan bagi Lely dan semua mahasiswaku, memasuki dunia jurnalistik dalam arti sebenarnya di media massa.. Aamin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: