Skip to content

Mulailah Dari Diri Sendiri

by pada 16 Januari 2013
(pelapak.com)

(pelapak.com)

Oleh Lely Natalia

Apa kalian merasa cuaca saat ini sudah tidak lagi menentu? Atau merasa panas, walau sedang berada di dataran tinggi? Tidakkah kalian berpikir, mengapa bumi kita tak lagi bersahabat  dengan manusia? Mungkin, jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sendiri.

Alam bukanlah musuh yang mengerikan, tetapi alam adalah sahabat bagi kita semua. Seringkali kita tidak mengindahkan kata-kata tersebut. Dahulu Indonesia adalah negara yang mempunyai julukan sebagai paru-paru dunia, dikarenakan hutannya yang lebat.

Namun, sepertinya julukan tersebut sudah tak layak lagi ditujukan untuk bangsa ini. Sekarang, begitu banyak kasus yang terkait dengan lingkungan, seperti perambahan hutan, pembalakkan, penambangan, bahkan kikisan pesisir sudah bukan hal yang tabu bagi kita. Seyogyanya, dunia ini hanya titipan dari ‘Sang Pemilik’ untuk dijaga, bukan melakukan kerusakan di bumi.

Mulailah dari diri sendiri. Kalimat bijak tadi patut kita pahami lebih dalam lagi. Mulai dari hal kecil yang berada di sekitar kita dan lakukan perubahan dengan sukarela. Contoh kecilnya adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Himbauan itu memang sudah sering kita dengar, namun apakah sudah benar-benar kita jalankan?

Arti Sebuah Pohon

Pohon adalah sesuatu yang vital dari lingkungan. Banyak sekali manfaat yang kita ambil dari pohon. Selain beberapa jenis pohon yang bisa dijadikan peneduh jalan, seperti pohon trembesi. Pohon juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi, sebagaimana pohon jati yang dimanfaatkan kayu dan daunnya. Pohon juga bermanfaat sebagai pemicu kesuburan tanah bekas bangunan, misalnya pohon turi.

Ada juga pohon yang sengaja ditanam untuk memperindah taman hutan kota, contohnya pohon kupu-kupu dan palem. Banyak jenis pohon yang bisa dimanfaatkan buahnya, seperti mangga, rambutan, durian, dan lainnya. Masih banyak sekali jenis pohon beserta manfaatnya, yang Tuhan anugerahkan pada manusia. Tinggal cara kita mengolah dan menjaganya,  dengan memperhatikan kelestarian dari pohon-pohon itu sendiri. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan kerusakan di bumi.

Bayangkan, seringkali kita menyepelekan manfaat pohon untuk kehidupan. Pohon-pohon itu kita tebang untuk dimanfaatkan kayu, akar, bahkan dahannya. Atau kebiasaan iseng memetik daun atau bunga tanaman tersebut. Mungkin kalau pohon-pohon –yang juga makhluk Tuhan– mempunyai mulut, mereka akan teriak kesakitan karena kita usik hidupnya. Kita mungkin tak pernah sadar, kebiasaan buruk yang menjadi hal biasa bagi kita dapat berdampak besar kemudian hari.

Kebijakan Pemerintah

One man one tree, adalah salah satu kebijakan pemerintah dalam mensukseskan program bidang lingkungan. “Hari Menanam Nasional” pun diperingati setiap 28 November. Kita hidup membutuhkan oksigen dan pohon salah satu penghasil oksigen. Apakah kalian tahu manfaat pohon untuk apa saja, selain yang disebutkan di atas?

Satu batang pohon yang mempunyai diameter batang 20 cm, menghasilkan 3 kg oksigen perhari. Sedangkan tiap orang membutuhkan 1,5 kg oksigen perhari. Dengan kata lain, pohon yang mempunyai diameter batang 20 cm, mampu mencukupi kebutuhan dua orang manusia perhari.

Bayangkan jika pohon-pohon ditebang, akan menyusahkan kita bernapas. Sekarang harga satu tabung oksigen di pasaran mencapai Rp. 30.000. Kalau tiap orang menghabiskan satu kantung oksigen perhari saja, sudah  Rp. 30.000,- yang harus dikeluarkan perharinya. Lalu, dikalikan satu minggu menjadi Rp. 210.000, dalam satu bulan mencapai Rp. 900.000.

Hitung juga pengeluaran dalam setahun, padahal sebesar itu hanya untuk kebutuhan oksigen.. Betapa mahalnya “anugerah” yang kita dapat.. Kita wajib bersyukur dengan gratisnya semua anugerah yang Tuhan berikan pada kita. Lantas, apakah kita masih mau merusak alam dengan menebang pohon?

Kalau seorang saja menanam satu pohon akan terasa nyaman bagi kita. Gerakan menanam pohon pun menjadi positif dan “meremajakan“ bumi. Menanam pohon memang perkara mudah. Siapapun orangnya dapat menanam, di manapun dan kapanpun. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan, bagaimana kita bertanggung jawab atas bibit pohon yang kita tanam tersebut. Caranya dengan merawat dan menjaganya.

Memang ada pohon yang tidak memerlukan perawatan, bahkan dibiarkan tumbuh begitu saja pun dapat hidup seperti pohon jati. Namun, hampir semua jenis pohon membutuhkan perawatan dalam masa pertumbuhannya. Bibit pohon dapat kita dapatkan dengan mudah melalui penjual tanaman hias atau dapat pula meminta kepada dinas terkait. Bahkan, untuk sebagian orang yang kreatif bisa saja membuat bibit pohon sendiri di rumah, yang akan menjadi pemasukan untuk dirinya apabila bibit-bibit pohon tersebut dijual.

Bumi ini nasibnya berada di tangan kita sebagai penghuninya. Untuk itu, mulailah mengubah kebiasaan buruk yang meremehkan manfaat pohon bagi kehidupan dan kelestarian lingkungan. Ajak orang di sekitar kita, ikut membenahi lingkungan agar hidup menjadi lebih baik.

Perubahan yang kecil tidak dimulai dari orang lain dan tidak berawal dari sesuatu yang besar. Namun perubahan kecil itu akan semakin besar dan berdampak luas, kalau dilakukan dengan ikhlas. Dengan hidup di lingkungan yang bersih, dunia akan terasa makin indah dan nyaman untuk kita tinggali.

Mulailah dari diri sendiri. Selamat melakukan perubahan.

 

From → Feature

One Comment
  1. Lely menurut saya tulisannya sudah bagus, dan cocok dengan keadaan alam saat ini. Pembaca akan mendapatkan informasi dari tulisan yang kamu buat. Lebih baik lagi jika kamu memberikan informasi lebih dalam agar pembaca lebih paham dan mengerti. bahasa yang digunakan juga sudah baik. teruskan kemampuan menulismu ya agar bermanfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: