Skip to content

Menulis Dapat Mencegah Pikun

by pada 23 Januari 2013
(sportiplus.com)

(sportiplus.com)

Oleh Vivi Nurviandini

Umur Anda, sedetik demi sedetik pasti bertambah. Suatu saat Anda akan menjadi tua, yang sudah hukum alam. Tua biasanya dikaitkan dengan penurunan fungsi, baik fisik, mental atau pengetahuan Anda. Memang, penurunan ini tidak sama bagi setiap orang. Ada yang terjadi lebih dini, sangat cepat atau ada pula yang tidak begitu terlihat.

Terdapat banyak faktor, genetik maupun lingkungan. Akan tetapi yang paling penting adalah gaya hidup Anda. Gaya hidup lah yang akan lebih menentukan, Anda akan dirundung penyakit-penyakit terkait dengan penuaan atau tidak.

Seperti diketahui, di samping penyakit jantung, stroke, maupun diabetes melitus, pikun juga semakin sering menjadi ancaman hari tua kita. Pikun –apalagi sampai pada tingkat Alzheimer– membuat Anda lupa semuanya, tidak hanya anak dan istri/suami, bahkan juga diri Anda sendiri. Anda sedikit pun tidak mampu mengurus diri sendiri, mungkin juga kebutuhan dasar.

Apakah Anda mau seperti itu? Saya yakin tidak, tidak seorang pun menginginkannya. Lantas, apa yang harus Anda lakukan agar Anda terhindar dari penyakit pikun? Jawabanya, peliharalah otak Anda. Sebagaimana tubuh agar tetap sehat, Anda harus menjaga dan memeliharanya. Otak juga demikian.

Otak Anda tidak mungkin tetap cemerlang, muda atau mengharapkannya tetap sehat di hari tua, bila mulai sekarang Anda tidak menjaga, memelihara, atau memberi nutrisi yang baik. Otak –seperti halnya otot– makin sering Anda gunakan, semakin lama Anda akan tetap dapat menggunakannya.

Otot –seiring dengan bertambahnya usia– bila tidak digunakan akan mengecil. Maka, otak juga demikian. Bila dibiarkan otak Anda menganggur, dia akan mengkerut. Kalau otot mengecil, mudah dilihat dengan kasat mata. Otak yang mengkerut, dapat dilihat dari menurunnya fungsi intelektualitas Anda. Salah satunya adalah daya ingat Anda, misalnya jadi pelupa, tidak mudah ingat hal-hal yang baru, sulit mempelajaris esuatu atau melakukan sesuatu yang biasanya dapat Anda lakukan.

Yang jelas, Anda tidak akan mungkin lagi menulis bila telah mengalami pikun. Bagi orang yang sudah pikun –apalagi sampai menderita Alzheimer– jangankan menulis, mengurus kebutuhan dasar mereka sendiri tidak akan mampu.

Jadi, sebelum pikun, menulis lah. Bila Anda tetap menulis, insya Allah, kebiasaan ini akan mencegah Anda mengalami pikun. Atau paling tidak, mengurangi risikonya. Lalu, “kenapa menulis dapat mencegah pikun?”

Jawabannya sederhana. Seperti diketahui, menurut penelitian, belajar hal-hal baru dan melakukan sesuatu yang lama tetapi dengan cara yang berbeda, dapat menjaga otak kita tetap sehat dan muda.

Tidak seperti otot, otak mudah mengalami kejenuhan. Jika otot kita tetap akan  berkembang, walau kita melakukan gerakan yang sama terus menerus, tetapi otak tidak!

Otak perlu tantangan baru yang berbeda. Sebagai contoh, kalau kita sudah terbiasa memilih jalan yang sama pulang ke rumah, dalam jangka waktu yang lama, otak tidak akan banyak bekerja untuk itu. Otak tidak akan memerlukan energi yang lebih banyak untuk menjalaninya, otak sudah bekerja otomatis.

Untuk tetap aktif, otak kita membutuhkan tantangan baru. Pengalaman baru dan keahlian baru, akan memperkaya kesehatan otak kita. Oleh karena itu, saya kira menulis adalah proses kreatif terus menerus yang memerlukan otak sehat. Anda tidak mungkin menulis sesuatu, kalau Anda tidak memahaminya.

Untuk memahami itu, Anda tentu harus banyak belajar, membaca, berlatih, dan sebagainya. Proses membaca ini saja sudah merupakan tantangan baru bagi otak Anda, apalagi saat Anda menulis. Ketika Anda menulis, otak memerlukan oksigen lebih banyak, dan glukosa lebih banyak pula. Untuk itu, aliran darah ke otak Anda juga harus mengalir lebih banyak.

Proses ini saja, sudah memberikan manfaat besar bagi otak Anda. Ibaratkan olahraga bagi otot tubuh Anda, menulis saya kira juga demikian, Menulis merupakan olahraga khusus untuk otak Anda. Menulis akan membentuk sinapsis-sinapsis baru sel otak Anda, sehingga memori daya ingat Anda akan terpelihara dengan baik. Otak Anda tetap muda.

Di samping itu, menulis dapat ibaratkan kita mewariskan, memberikan  sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Perasaan senang dan puas ketika kita dapat berbagi dengan orang lain, pasti akan membawa efek positif pada otak kita.

Ketika kita merasa senang, bahagia, puas, tulisan kita dibaca, ditanggapi, atau yakin bermanfaat bagi orang lain, maka suasana hati demikian akan menyebabkan hormon kebahagiaan akan melimpahi aliran darah Anda. Stres anda berkurang, dan otak Anda juga jadi lebih sehat.

Jadi, mengapa tidak segera menulis?

2 Komentar
  1. azhmyfm permalink

    Vivi, tulisanmu inspiratif sekali. Banyak orang yang kemudian menjadikan tulisanmu sebagai cambuk agar mulai dan terus menulis. Lihatlah, betapa banyak orang yang berbagi atas tulisanmu, ini bukti nyata karyamu ini dapat membangkitkan semangat siapa pun untuk kembali menulis dan menulis..

    Dari teknis penulisan, juga sangat bagus, Meski sebenarnya ini merupakan tulisan ilmiah tentang penyakit Alzheimer, kamu mampu menuliskannya dengan bahasa yang ringan dan membuatnya sangat menarik. Terlebih dengan judul yang inspiratif dan menggugah rasa ingin tahu pembaca..

    Jadi, mengapa tidak terus produktif, menelurkan hasil karya yang bermanfaat bagi masyarakat?

Trackbacks & Pingbacks

  1. Cara Mencegah Kepikunan/Dementia | Fauzanalbantani's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: