Skip to content

Reformasi Sekadar Cita-Cita

by pada 25 Januari 2013

Oleh Mutia Avrinanda

(katailmu.com)

(katailmu.com)

Selama 14 tahun reformasi berjalan, belum ada perubahan yang berarti dari bangsa ini. Cita-cita reformasi yang dulu untuk memberantas korupsi dan memperbaiki tata birokrasi, kini masih belum terwujud. Persoalan bangsa saat semakin rumit dan perlu kerja keras untuk membenahinya.

Para pejabat yang duduk di kursi parlemen, justru mengambil hak-hak rakyat. Banyak skandal korupsi yang dilakukan pejabat negara, mencerminkan rendahnya tanggungjawab dan kesadaran nasional. Reformasi seperti gagal oleh ulah orang yang tak bertanggung jawab dan tidak memiliki konsistensi.

Peran Pemimpin

Sikap para pemimpin sejak reformasi terlihat tidak mengalami perubahan. Nampaknya, reformasi hanya sekadar cita-cita. Pejabat yang seharusnya bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memiliki banyak kekurangan.

Perilaku pemimpin banyak yang mengatasnamakan rakyat, tetapi untuk kepentingan pribadi atau golongannya. Persoalan yang seharusnya ditumpas, justru malah dikesampingkan. Hal itu berdampak langsung kepada masyarakat golongan bawah, yang membuat mereka semakin menderita. Perilaku yang menyebabkan terjadinya berbagai konflik masyarakat yang mengarah kepada disintegrasi bangsa, mulai dari pertikaian antarumat beragama, suku, dan antardesa.

Masih teringat sewaktu sidang paripurna kenaikan BBM pada 30 April 2012 di DPR, yang berlangsung ricuh dan tidak kondusif. Para pejabat politik tersebut jelas-jelas memperlihatkan keburukan mereka, sehingga citra mereka semakin negatif di mata masyarakat. Akibatnya masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap pemimpin negara.

Hal penting yang seharusnya dilakukan para pemimpin adalah mengintrospeksi diri sendiri, untuk lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap bangsa dan rakyat Indonesia. Kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan sebagai pejabat publik, seharusnya dijadikan momen untuk menjadi lebih baik. Terutama melalui kerja yang profesional, jujur, dan ikhlas demi masa depan masyarakat dan negara.

Negeri ini memerlukan orang-orang yang tulus berjuang demi kemajuan bangsa, bukan yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan lain.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: