Skip to content

Penjual Sembako yang Penuh Semangat

by pada 31 Januari 2013
(teknolog123.blogspot.com )

(teknolog123.blogspot.com )

Oleh Retno Ayu Fandini

Sang mentari menunjukkan seperempat waktu dari terbitnya sebelum kembali didekap senja. Meski baru pukul sembilan pagi, tampak raut kelelahan yang tak terkira dari lelaki itu. Butiran-butiran keringat yang mulai mengucur deras begitu menandakan lelahnya dia. Namun, tak sedikit pun ia mengumbar kelelahannya itu, dengan ramahnya ia melayani setiap pembeli yang datang.

Lelaki itu adalah Herman. Dia lahir di Jakarta dua puluh tahun silam. Herman adalah seorang penjual sembako rumah tangga di Pasar Munjul, yaitu sebuah pasar yang terletak di kawasan Munjul, Jakarta Timur. Dia sudah menikah dan memiliki satu orang anak yang berusia satu tahun. Lelaki itu adalah sesosok pemuda yang begitu semangat dalam menjalankan usahanya dan karena semangatnya itulah sehingga pada umurnya yang ke-19 tahun, ia sudah memiliki agen sembako sendiri.

Awal merintis usaha tersebut yaitu dari sang kakak. Pada tahun 1975, kakaknya memulai usaha itu, namun belum membuka agen seperti sekarang. Dahulu kakaknya berdagang asongan atau biasa dikenal dengan berdagang keliling. Kakaknya berkeliling di sekitar kelapa gading. Ketika Herman lulus SMA, kakaknya pun meminta dia mengikuti jejaknya. Dengan semangat, ia pun langsung menerima permintaan sang kakak, “Saya ingin menjalankan usaha itu karna ingin maju, mandiri, dan tidak ingin nyusahin orang tua terus”, ujarnya saat ditemui jumat (16/11).

Ketika Herman setuju, kakaknya pun memberi modal awal untuk membeli barang-barang dagangannya dan menyewa kios. Akhirnya pada tahun 2001, Herman mulai membuka usahanya. Ia memilih Pasar Munjul untuk tempat usahanya. “Saya memilih berjualan di Pasar Munjul karna lokasinya sangat strategis dan tidak jauh dari rumah saya”, ungkapnya. Warungnya lumayan besar sekitar 3×9 meter. Di sana ia jual bermacam-macam sembako, dari mulai tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, gula merah, kopi, teh, susu, sabun colek, detergen, sabun cuci piring, sabun mandi, pasta gigi, telor, shampoo, minuman, dan lain sebagainya.

Dia berbelanja semua barang dagangannya itu di grosiran daerah Margonda, Depok dan melalui sales. “Biasanya untuk grosir barang datang sekitar dua minggu sekali, sedangkan untuk barang-barang yang beli di sales, biasanya seminggu sekali”, ungkapnya. Baik membeli grosir ataupun sales, barang yang dipesan Herman selalu diantarkan langsung ke warungnya.

Setiap hari Herman memulai aktivitas berdagangnya pada pukul 03.30. Waktu di mana sang surya belum menyapa dunia dan ayam masih pulas tertidur. Kemudian pada pukul 18.00 ia mengakhiri berdagangnya. Di warung, Herman dibantu oleh dua orang karyawan. “Walaupun saya dibantu dua karyawan, akan tetapi saya tetap membantu aktivitas yang ada di sini, karena saya memang bukan tipe orang yang suka bermalas-malasan”, ujar Herman.

Dalam menjalankan usaha ini, ia mendapat 9 sampai 10 juta perharinya. Namun, jumlah itu masih perhitungan kotor dan nanti akan diputar-putar terus untuk belanja lagi. Dia sangat senang dengan usahanya, Herman mengatakan, “Berkat usaha ini saya bisa ngidupin istri dan anak, bisa membantu orang tua, bisa nyekolahin adik, dan bisa nabung juga”.

Dikala suka pasti ada pula dukanya, yaitu ketika di mana warung akan sepi dengan pembeli. Herman mengatakan, “Ketika warung sepi dengan pembeli, kadang saya pun suka menunda pembayaran kepada sales”. Namun, Herman menganggap dukanya itu adalah sebagai sebuah cobaan dari Allah. “Saya nggak akan menyerah, akan terus berusaha, dan terus berdoa demi kelancaran berdagang saya”, ujarnya lagi, sambil melayani pembeli yang datang.

Herman adalah seorang penjual sembako rumah tangga di Pasar Munjul, yaitu sebuah pasar yang terletak di kawasan Munjul, Jakarta Timur. Lelaki itu adalah sesosok pemuda yang begitu semangat dalam menjalankan usahanya dan karena semangatnya itulah sehingga pada umurnya yang ke-19 tahun, ia sudah memiliki agen sembako sendiri.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: