Skip to content

Impian Di Atas Ukulele

by pada 24 Maret 2013

Oleh Nurul Fatonah

Gunawan dan Ukulelelnya

Gunawan dan Ukulelelnya (foto: Nurul)

Raut wajahnya terlihat sendu, namun pandangan matanya awas mengamati setiap angkutan umum yang hilir mudik di hadapannya. Langit semakin gelap, namun hasratnya memetik ukulele sambil bernyanyi masih ada. Tak mengenal waktu yang semakin larut, padahal umurnya masih 11 tahun.

Inilah sekilas sosok Gunawan Saputra, yang mencari rezeki dengan menjadi pengamen jalanan. Meski berperawakan kurus dan kecil, ia memiliki keinginan kuat menambah penghasilan orangtuanya. Ayahnya hanya bekerja sebagai tukang parkir setiap hari Minggu di Jakarta, sedangkan ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Orangtua akan selalu berusaha melindungi anaknya. Sebenarnya Ibu Gunawan tak tega melihat anaknya mengamen di jalanan dari satu angkutan ke angkutan lain. Setiap Gunawan berpamitan untuk pergi mengamen, Ibunya selalu berpesan agar Gunawan hati-hati agar tidak terjatuh saat sedang mengamen di angkot.

Uang yang didapatnya dari hasil mengamen, diberikan pada sang ibu untuk kebutuhan sehari-hari. Paling banyak Gunawan mendapatkan 50 ribu rupiah dalam satu hari, kendati jarang terjadi. Biasanya ia hanya mendapat 20 ribu sampai 30 ribu rupiah.

Pengalaman tak menyenangkan sebagai pengamen jalanan, pun pernah ia alami. Saat itu Gunawan mengamen di angkutan umum dari Depok ke Pasar Rebo, padahal di Pasar Rebo sedang dilakukan razia dan penertiban anak jalanan. Nasib sial menimpanya, Gunawan tak berhasil melarikan diri. Larinya tak secepat kawan lain, hingga ia harus rela tertangkap Satpol PP. Hampir dua hari Gunawan ditahan.

Untuk bebas dari tahanan Satpol PP, bukan hal yang mudah. Orangtua Gunawan harus menebusnya dengan rupiah. Lenyaplah 500 ribu, jumlah yang tidak sedikit bagi keluarganya. Sang ibu harus menjual simpanan anting-anting dan meminjam uang ke tetangga, demi menebus anak ketiganya. Sejak saat itu, Gunawan hanya mengamen di sekitar Kota Depok saja, ia tak ingin membuat masalah dan menyusahkan orangtuanya lagi.

Meskipun pernah mengalami hal yang tak menyenangkan, Gunawan mengaku dia senang dengan pekerjaannya menjadi pengamen jalanan. Ia memang gemar menyanyi, lagu “Anak Jalanansering ia lantunkan lantaran tak berbeda dengan upaya yang dijalaninya.

Pendidikan Tetap Utama

Meski pekerjaannya mengamen di jalanan, tak lantas menjadikan Gunawan lupa akan pendidikan. Walaupun penghasilan orangtuanya tak mencukupi untuk menuntut ilmu di sekolah umum, ia masih bisa mengenyam pendidikan pada Sekolah Master (Masjid Terminal) di Terminal Kota Depok. Di sana anak-anak jalanan seperti Gunawan bisa mengenyam pendidikan dengan layak, tanpa dimintai biaya.

Saat ini Gunawan duduk di kelas 5 SD, adiknya kelas 2 SD. Kakaknya yang berumur 15 tahun –juga seorang pengamen jalanan seperti dirinya– sedang menjalani kelas akhir SMP. Semuanya di Master, dalam naungan Yayasan Bina Insan Mandiri (YBIM).

Walau waktunya banyak tersita bekerja di jalanan, namun Gunawan tergolong siswa yang pintar. Pernah menjadi juara kelas saat kelas 3 SD. Selain bersekolah formal, ia juga mengikuti ekstrakurikuler bola. Di waktu luangnya –untuk mengisi kejenuhan hidup– Gunawan akan bermain bola bersama teman-teman sebayanya. Bahkan ia bercita-cita menjadi pemain bola nasional, supaya dapat membela tanah air tercinta.

“Aku ingin seperti Bambang Pamungkas, Kak,” ucapnya sambil tersenyum, ketika ditanya idolanya. Gunawan mengenakan baju Jak Mania yang sudah lusuh dan berubah warna. Itulah bukti kecintaannya pada bola, bahkan terus dikenakannya meski saat mengamen.

Sedangkan di rumah, Gunawan sangat sayang kepada orangtuanya. Terutama sang ibu. ia ingin selalu melihat beliau berbahagia. Semoga saja cita-cita mulia dan harapan Gunawan bisa tercapai, serta nasib baik selalu menyertainya..

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: