Skip to content

ORCID, Kenalkan Anak Arti Pendidikan

by pada 2 Mei 2013

Oleh Nur Hassan

Kesadaran pendidikan begitu penting serta merupakan hak bagi anak-anak bangsa mendapat ilmu, menjadi alasan berdirinya Organisasi Remaja Cinta Pendidikan (ORCID). Melalui kesadaran tersebutlah, yang membuat  para pemuda tergerak hatinya untuk membangun kegiatan belajar mengajar yang bersifat sosial.

Sejak 18 Mei 2011, ORCID telah berdiri dengan beberapa anggota yang masih duduk di bangku perkuliahan. Meski begitu, mereka tetap berusaha komitmen,karena mempunyai mimpi yang sama untuk mebangun ORCID sebagai wadah mencerdaskan anak bangsa.

Awalnya, organisasi tersebut bergerak sebagai penyedia buku-buku bacaaan. Namun seiring berjalannya waktu, ORCID pun menjelma menjadi organisasi yang mengadakan kegiatan belajar mengajar yang sifatnya sosial. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat, khususnya anak-anak sekitar, yang sangat membutuhkan pendidikan.

Sebagai sebuah kegiatan belajar mengajar, ORCID mulai diminati anak-anak untuk ikut belajar. Dengan makin matangnya kepengurusan, anak-anak yang ikut belajar pun semakin bertambah. Bahkan, peningkatannya terbilang pesat setelah menginjak 2012. Kini, sesuai data terbaru pengurus, anak-anak yang belajar berjumlah 87 orang.

ORCID ber-‘markas’ di Stasiun Depok Lama. Bagus Elang Buana selaku Ketua, sekaligus pengajar mengatakan, tempat tersebut dipilih selain lantaran tiada tempat lain, juga karena banyak anak-anak setempat yang belum berpendidikan.

“Jelas, pendidikan memang dibutuhkan anak-anak di lingkungan tersebut. Meski faktanya jumlah anak yang telah bersekolah lebih mendominasi, dibanding mereka yang tidak bersekolah,” ujar Bagus seusai mengajar.

ORCID tidak mengkhususkan kegiatannya untuk anak-anak yang tidak bersekolah saja, mereka yang bersekolah pun banyak yang ikut belajar demi memperkaya ilmu secara gratis. Pelajaran yang diberikan sebagian besar merupakan pelajaran umum, seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan kesenian. Kegiatan belajar mengajar dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, karena terbatasnya waktu para pengajar.

Bagus sempat bercerita tentang seorang anak yang mempunyai semangat tinggi mengikuti pelajaran. Kendati ia berasal dari keluarga tak mampu –yang mengharuskan dirinya ikut banting tulang membantu Ibunya berjualan setiap hari–  tidak menurunkan semangatnya menuntut ilmu.

Sobar –begitu sapaan akrabnya– sangat bersemangat mengikuti materi yang diberikan pengajar. Ketika hari Sabtu dan Minggu –yang bagi sebagian orang tepat merupakan saat melepas lelah– Sobar malah serius menuntut ilmu. Selain demi keinginan bersekolah yang tak bisa diperolehnya, juga karena ia sangat ingin menjadi pandai.

Sobar yang kini telah berumur 8 tahun, bertempat tinggal tidak jauh dari ‘markas’ ORCID. Normalnya, anak seusia itu telah menduduki bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Namun dirinya tak merasa malu atau canggung ketika meminta bergabung di kelas satu, meski postur badannya terlihat menonjol saat berada di antara teman sekelasnya.

Sedikit bercerita tentang keadaan lingkungan di sekitar rumah Sobar, Bagus mengatakan di sana memang banyak anak yang tidak bersekolah. Sebagian orangtua mereka masih belum belum tahu arti pentingnya pendidikan, apalagi anak-anaknya. Yang terlintas di pikiran mereka. mungkin hanya bagaimana mendapatkan uang untuk dapat bertahan hidup hari ini.

Mengakhiri ceritanya Bagus berharap, dimana pun anggota ORCID berada akan mampu mengamalkan ilmu yang diperolehnya untuk turut memajukan bangsa dan negara. Ia juga terobsesi untuk kelak dapat membangun pendidikan yang lebih layak. Agar dirinya bermanfaat bagi masyarakat, sebab ia percaya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Begitu jugakah dengan Anda? Selamat memperingati Hari Pendidikan.. Quo Vadis Pendidikan Indonesia..

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: