Skip to content

Cepat Kembali ke Yogyakarta

by pada 23 Mei 2013
(alsis-wisyog.blogspot.com)

(alsis-wisyog.blogspot.com)

Oleh Andika Indrayana

Kembali ke Yogyakarta sering dikatakan, ketika kita meninggalkan kota yang memiliki sejuta keindahan dan kebudayaan.

Indonesia memiliki banyak sekali kota wisata, dengan daerah tujuan yang mungkin tidak ada di belahan dunia lainnya. Yogyakarta adalah salah satunya. Kota yang memiliki tradisi budaya kekratonan sejak zaman nenek moyang kita, menjadi salah satu destinasi pariwisata masyarakat lokal atau turis mancanegara.

Kota di selatan Jawa Tengah ini, memiliki banyak sekali peninggalan bersejarah  unik dan menarik dikunjungi. Tak hanya sebagai objek pariwisata, beberapa tempat di Jogja ini pun sering dijadikan observasi penelitian dari dalam maupun luar negeri. Wajar saja, bila salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dimiliki Kota Gudeg ini.

(yogyakarta.panduanwisata.com)

(yogyakarta.panduanwisata.com)

Menelusuri objek-objek wisatanya sebaiknya diawali berkunjung ke Kraton Yogyakarta, Anda akan melihat peninggalan-peninggalan kesultanan yang masih tertata rapi dan bernilai tinggi. Sebagai simbol kota, alun-alunnya sering dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan acara-acara tahunan seperti Gerebek Satu Suro.

Yang unik, masyarakat secara spontan mau bercerita sedikit tentang kebudayaan mereka. Ini membuktikan betapa mereka mencintai kota kelahiran mereka. Sekaligus mempromosikan kepada setiap wisatawan, tentang keindahan budaya dan pariwisata kota mereka.

Sesuai Selera

Setelah menikmati keindahan Kraton, mampir lah ke Tugu “Selamat Datang Yogyakarta.” Jika Anda sering menonton FTV atau film-film drama Indonesia, ikon kota ini seringkali muncul di layar kaca. Setiap malam Tugu ramai dikunjungi turis lokal dan mancanegara. Terutama di akhir pekan, dipadati anak muda yang tergabung dalam klub-klub motor, pecinta fotografi hingga komunitas sepeda.

Berlanjut ke tempat yang terkenal hingga luar negeri, Malioboro, yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Tugu. Alternatif lainnya bisa menggunakan becak atau bus Trans Yogya. Di sini Anda melihat berbagai jenis pernak-pernik kerajinan dan oleh-oleh khas. Antara lain, gantungan kunci, sandal, tas, kaos khas Jogja hingga batik.

(richard-seaman.com)

(richard-seaman.com)

Candi Prambanan dan beberapa pantai bisa menjadi daftar tambahan wisata yang wajib disambangi. Misalnya, Candi Prambanan merupakan tempat yang eksotis dan selalu menarik wisatawan untuk berfoto. Sedangkan keindahan pantai Parangtritis di sore hari terasa romantis, saat Anda menghabiskan waktu bersama keluarga atau pasangan.

Untuk urusan perut Anda tidak perlu khawatir, Yogyakarta menyuguhkan aneka kuliner yang mungkin tidak ditemui di kota lainnya. Menu khas Kraton yang disuguhkan sejak Sultan Hamengku Buwono I bisa jadi menu spesial, yang hanya ditemui di rumah makan samping belakang Kraton.

Jika tidak ingin terlalu banyak mengeluarkan uang hanya untuk makan, Anda dapat mencoba makanan yang tidak kalah populer, gudeg. Saking terkenal dan banyaknya penjual, sampai kota ini dinamakan juga Kota Gudeg. Terutama di sekitar Kraton, banyak rumah makan yang menyajikan sayur gudeg sebagai primadona.

Ada juga nasi kucing, yang bervariasi isinya. Umumnya adalah nasi oseng tempe atau nasi campur ikan, dengan berbagai lauknya. Dinamakan nasi kucing karena diibaratkan seperti makanan untuk kucing, meski tak ada yang tahu kapan pertama kali digunakan. Harganya yang murah menjadikannya favorit, terutama bagi wisatawan yang berkantung tidak tebal.

bakpia

(yogyatrip.com)

Untuk oleh-oleh makanan, bakpia pathok menjadi pilihan tepat. Anda pun bisa datang langsung ke dapur tempat bakpia dibuat, sehingga dapat membuat sendiri sesuai selera. Kue ini memang paling enak dimakan dalam keadaan hangat, terlebih bila disajikan bersama secangkir kopi atau teh.

Ingin Cepat Kembali

Semua jalur ke penjuru kota dapat ditempuh hanya dengan menggunakan satu kendaraan, Trans Yogya. Moda transportasi ini terbilang murah, karena setiap kali naik dikenakan biaya Rp. 3.000,- Dengan transportasi masal ini, Yogyakarta semakin terlihat rapi dan jarang sekali terjadi kemacetan. Ini yang harus dicontoh oleh kota-kota besar di Indonesia.

Inilah Yogyakarta, yang pernah menjadi ibu kota Indonesia. Di kota yang juga melahirkan banyak musisi ternama, seperti Eros dan Katon Bagaskara, budayanya memang tidak lekang dimakan waktu. Pesona keindahan pariwisatanya semakin mendunia. Peninggalan-peninggalan pun masih terawat baik dan menjadi daya tarik pelancong. Pantas saja setelah berkunjung, rasanya ingin cepat kembali.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: