Skip to content

KJS Sebagai Kartu Kesejahteraan Rakyat

by pada 25 Mei 2013
(lensaindonesia,com)

(lensaindonesia,com)

Oleh Elfiana Fitriah

Jakarta, dalam pertemuan yang digelar di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Pada Rabu lalu, para pengelola rumah sakit mengungkapkan berbagai keluhan. Di antaranya terkait dengan pola pembayaran klaim medis terbaru, Indonesia Case Based Group (INA-CBG), yang dianggap telah merugikan beberapa rumah sakit swasta.

Sejak per April 2013, telah diterapkannya INA-CBG yang merupakan percontohan untuk Sistem Jaminan Kesehatan Nasional 2014. Sistem ini, merupakan standar yang sama untuk setiap penanganan pasien oleh rumah sakit-rumah sakit. Sistem ini juga menggantikan pola lama yang membayar klaim berdasarkan setiap tindakan yang diambil rumah sakit.

Sebanyak 16 rumah sakit swasta secara terang-terangan mengaku kesulitan jika harus terus mengikuti program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Alasannya, karena mereka hanya dibayar 70 persen dari total biaya yang dikeluarkan merawat pasien Kartu Jaminan Sehat. Hal itu terjadi karena sistem pembayaran klaim yang berdasarkan INA-CBG yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 440/Menkes/SK/XII/2012 tentang tarif rumah sakit.

Rasa lega tergambar jelas di raut wajah Rido (30), warga RT 07/001 Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pria ini berhasil mendaftarkan dan memeriksakan kesehatan Ayahnya, Herman S (56) yang menderita penyakit jantung menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Menurut Ridho, selepas solat subuh dia sudah mengambil nomor antrean KJS elektrik di lantai dua RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dia sengaja datang lebih pagi sebelum loket dibuka pukul 07.00. “Saya sengaja datang pagi supaya pengobatan bapak bisa cepat ditangani, karena dari pengalaman berobat sebelumnya, saya sudah tahu kalau antrean KJS siang sedikit bakal penuh,” jelasnya.

Tidak hanya di RSUD Pasar Rebo, hal serupa juga terjadi di Puskesmas Menteng beberapa waktu yang lalu. Antrean pasien KJS hingga pukul 12.00 sudah tercatat 100 pasien. Dari 100 pasien, sepertiganya merupakan pasien yang memeriksakan diri ke poliklinik gigi. Banyaknya minat ke poliklinik gigi, dan umumnya ke Puskesmas ini terjadi sejak KJS berlaku.

Berdasarkan data dari Puskesmas Menteng, sepuluh bulan di tahun 2012 (sebelum KJS berlaku), kunjungan pasien yang menggunakan Kartu Keluarga Miskin (Gakin) untuk berobat tak pernah mencapai 500 pasien setiap bulannya. Sedangkan kemampuan puskesmas menerima pasien 100-300 pasien per hari. Namun sejak pengunjung tahun 2012, jumlah pasien pun melonjak.

Boedi Haryanto, Koordinator Loket Puskesmas Menteng, mengatakan “Bagaimana mau kami beri rujukan kalau pasiennya saja tidak dibawa,” kata Boedi terhadap para pasien yang kerap ngotot saat antrean.

Pada akhir pertemuan, disepakati untuk menghitung ulang tarif per diagnosa dan akan direkomendasikan kepada Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengatakan “Akan menyesuaikan hitungan tarif yang digunakan untuk INA-CBG, terutama untuk tindakan bedah, critical care, transfusi darah, dan laboratorium,” tutur Dien Emmawati.

Menurut Abdul Barry Radjak, mengatakan bahwa “Dengan INA-CBG selisih pembayaran dengan dana yang dikeluarkan rumah sakit mencapai 30 persen. Kami bukan menolak KJS, tapi pasien KJS sebagian besar ada di critical care, mulai bayi sampai dewasa, padahal belum ada perhitungan yang real coast,” ujar Wakil Direktur Utama RS Thamrin.

Sedangkan saat sebelum INA-CBG atau menggunakan sistem paket pelayanan esensial selisih hanya 10 sampai 15 persen dan bisa ditanggung oleh rumah sakit sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Lensa Indonesia.com (http://www.lensaindonesia.com/2013/05/25/dinas-kesehatan-dki-janji-hitung-ulang-tarif-layanan-pasien-kjs.html) pada Sabtu, 25 Mei 2013 pukul 19.52.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: