Skip to content

BBM Naik, Rakyat Kembali ‘Tercekik’

by pada 6 Juni 2013
(lensaindonesia.com)

(lensaindonesia.com)

Oleh Andita Novita Rahayu

Baru saja pemerintah Indonesia menurunkan harga komoditi pangan yang sempat melonjak beberapa waktu lalu, kini keputusan lain kembali datang. Baru-baru ini kabar mengenai kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat setelah beberapa bulan lalu urung dilakukan.

Pemerintah rencananya akan menaikan harga hingga Rp6.500/liter untuk BBM bersubsidi jenis premium dan Rp5.500/liter untuk BBM bersubsidi jenis solar. Kenaikan ini disinyalir akan terjadi pada pertengahan bulan Juni mendatang, usai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)-Perubahan 2013 diputuskan pada 17 Juni 2013.

Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar mengatakan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi ini sebaiknya dapat diputuskan secepatnya. Hal tersebut berdasarkan pada kuota BBM subsidi telah melampaui batas yang dalam APBN tercantum sebesar 48 juta kiloliter (kl).

“Jadi kita lihat realitasnya, menunjukkan angka revisi yang lebih tinggi lebih dari 48 juta kl, maka implikasinya pada kenaikan harga,” ujar Mahendra di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (27/5/2013) lalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat energi, Kurtubi. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa kenaikan BBM bersubsidi ini memang akan berpengaruh pada harga barang atau jasa lainnya. Terlebih kenaikan ini jatuh menjelang lebaran yang notabenenya harga kebutuhan selalu naik pada waktu tersebut.

Menurut Kurtubi, dampak lain kenaikan harga BBM bersubsidi ini ialah bertambahnya biaya produksi sebuah usaha. Hal ini menimbulkan pengusaha mengurangi beban usaha salah satunya dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tentunya menimbulkan angka pengangguran meningkat.

Selain itu, menurut Menteri Keuangan Chatib Basri rencana kenaikan BBM bersubsidi ini pun diprediksikan juga akan menggerek angka inflasi ke level 7,2 persen atau naik dari asumsi inflasi APBN 2013 yang berada di kisaran 4,9 persen.

Kenaikan nilai inflasi tersebut diduga juga akan berdampak pula pada kenaikan jumlah rakyat miskin di Indonesia. Menurut Chatib, kenaikan nilai inflasi akibat BBM bersubsidi ini setidaknya akan menciptakan sekitar 1,6% atau 4 juta jiwa orang miskin baru.

“Jika tidak menaikkan harga BBM subsidi, garis batas prosentase kemiskinan berada di  10,5%, tapi jika terjadi kenaikan  maka akan meningkat hingga 12,1% atau naik 1,6%, sekitar 4 juta jiwa orang miskin sampai akhir 2013,” ungkap Chatib pada rapat pembahasan Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin lalu.

Kenaikan jumlah rakyat miskin ini tentunya akan menjadi tugas baru bagi pemerintah. Lebih jauh Chatib juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah membuat strategi agar dampak kenaikan tersebut tidak akan terlalu memberatkan masyarakat terutama untuk kelompok miskin dan hampir miskin.

“Karena kenaikan BBM ini ada efek inflasi, maka program mitigasi seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan program lain kita siapkan untuk mengantisipasi terjadinya shok,” ungkap Chatib.

BLSM sendiri rencananya akan diberikan sebesar Rp150.000 per bulan selama 5 bulan. Selain BLSM, bantuan lainnya seperti Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Program Keluarga Harapan (PKH) akan tetap diberikan guna menekan kemiskinan agar tidak bertambah parah.

Untuk melancarkan pemberian kompensasi kenaikan BBM tersebut, pemerintah rencananya akan memberikan kartu kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Kartu berbentuk kartu kredit tersebut dijadualkan akan dikirim pada 6 Juni 2013 mendatang kepada sebanyak 15,5 juta masyarakat melalui PT. Pos Indonesia.

Menurut Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto, penggunaan kartu ini dimaksudkan untuk mengurangi kesalahan target dalam memberikan bantuan. Diakuinya bahwa pemberian kompensasi BBM sebelumnya memang tidak tepat sasaran. Hal tersebut diduga terjadi karena kurangnya koordinasi antara kementerian.

“Dengan pengiriman kartu ini, maka kita akan tahu data konkret masyarakat yang berhak menerima kompensasi kenaikan BBM,” katanya, dalam Rajawali Foundation Asia Public Policy Forum 2013, Rabu (29/5/2013).

“Jika tepat sasaran, empat kompensasi yang direncanakan tersebut diharapkan akan mensejahterakan mereka meski BBM naik,” tambahnya.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Lensa Indonesia.com (http://www.lensaindonesia.com/2013/05/30/bbm-naik-rakyat-miskin-kembali-tercekik.html) pada Kamis 30 Mei 2013 pukul 17.02

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: