Skip to content

Iklan Rokok Tak Boleh Tayang

by pada 11 Juni 2013
(www.kabar24.com)

(www.kabar24.com)

Oleh Murniatun Margono

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan kebijakan pelarangan tayangan iklan rokok pada hari Anti Tembakau Sedunia yang jatuh setiap tanggal 31 Mei. Larangan tersebut diwujudkan dalam bentuk surat imbauan bernomor 338/M.KOMINFO/PI.03.04/05/2013 yang ditembuskan kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Mochamad Riyanto.

“Tujuan dibuatnya kebijakan tersebut untuk mensosialisasikan dampak buruk rokok bagi kesehatan. Selama dua puluh empat jam WHO mengimbau agar masyarakat tidak merokok,” ujar Gatot S. Dewa Broto selaku Juru Bicara Kemkominfo.

Iklan rokok menjadi pemicu kenaikan jumlah perokok, terutama para remaja. Menurut Aris Merdeka Sirait, Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI), “Remaja dan anak merupakan sasaran yang rentan tertarik mencoba rokok akibat iklan, promosi, dan sponsor rokok tersebut,”

Tobacco Control Support Center melansir data bahwa selama kurun waktu lima belas tahun (1995-2010) terjadi peningkatan sekitar 12,9% perokok usia remaja (15-19 tahun). Ketua Komnas Pengendalian Tembakau dr. Prijo Sidipratomo, dalam diskusi Hari Tanpa Tembakau Sedunia (30/5/2013) menyatakan iklan rokok sangat mempengaruhi remaja. Berdasarkan penelitian sekitar 70% anak muda yang melihat iklan rokok akan terpengaruh untuk mencoba.

Tobacco Control Support Center juga menyuarakan agar iklan, promosi, dan sponsor rokok dihentikan.   Kartono Muhammad menyatakan kematian yang diakibatkan rokok setiap hari mencapai 1.172 orang. “ Berdasarkan fakta tersebut maka tidak bisa ditunda lagi, iklan, promosi, dan sponsor rokok harus dihentikan,” ujar Kartono.

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengakui peraturan mengenai PP Tembakau masih longgar. Untuk ke depannya PP tersebut terutama tentang iklan rokok akan diperketat. “Aturan iklan  iklan saat ini masih longgar, saya ingin lebih ketat lagi. Tapi sebagai langkah awal  bolehlah,” kata Menkes Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Tembakau  kepada anggota Kaukus Kesehatan DPR RI di Gedung GBHN Nusantara V, Jakarta pada Kamis (30/5).

Di sepanjang gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan Jakarta, terpampang banner dengan ajakan kepada masyarakat untuk melindungi generasi bangsa dari bahaya iklan dan sponsor rokok. Banner bertuliskan, “Lindungi Generasi Bangsa dari Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok.”

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Kabar24.com  (http://www.kabar24.com/index.php/hari-tanpa-tembakau-komunitas-kretek-tolak-hari-anti-tembakau/) pada Jum’at 31 Mei 2013 pukul 10.58

From → Feature

6 Komentar
  1. kalau kita berani memandang persoalan dari sudut pandang lain maka, ternyata rakyat Indonesia yang sangat patuh itu hanya kaum perokok. Apapun yang terjadi dengan rokok mereka patuh tidak marah, tidak unjuk rasa tidak anarkhis. Sehingga seharusnya kaum perokok itu berhak menyandang tanda jasa bintang kepatuhan. betul nggak boss….hehehehe……

    • azhmyfm permalink

      hehe.. sudut pandang kreatif dan baru, pak.. maka dengan ini kita usulkan, buatlah peraturan itu menjadi mania, agar tak hilang kepatuhan dari para penggemar.. trims sangat, pak, atensinya..

  2. Percuma kalau hanya 1 hari. Setahun ada 12 bulan, sebulan ada 30 hari. Percuma kalau dilarang hanya sehari. Apalagi sehari tersebut banyak juga warga yang merokok secara umum.
    Cara melarang rakyatnya hanya ada 1 cara. Contoh Jepang dengan me-mahal-kan harga rokok.
    Sebungkus misal 50 ribu, jadi orang ngerokok akan pikiripikir dulu.
    Lalu tiap tahun harganya naikkan terus, otomatis perokok akan berkurang dengan sendirinya.

    • azhmyfm permalink

      hehe..mungkin ya, ada benarnya mas Lazione Budy.. tapi sejarah membuktikan betapa pun mahalnya harga rokok, jumlah pembeli malah terus meningkat. uga banyak yang sudah berhenti merokok (barangkali karena faktor eksternal, bukan tekad membaja dalam diri) akhirnya kembali lagi.. kalau benar begitu, ada yang punya cara lebih baik?

  3. kalau hanya tidak ditayangkan sehari atau seminggu saja saya kira tidak ada manfaatnya, sebab walaupun dilarang tayang sampai kapanpun rokok tetap dicari para perokok . Kalau ingin orang berhenti merokok buatlah rokok yang menyehatkan badan misalnya karena rokok mengandung vitamin atau penenang, sebab menurut pendapat saya perokokpun tahu kalau rokok itu tidak enak dll.Namun mengapa mereka tetap merokok ? sebab rokok bisa mengendalikan emosi mereka dan bagi orang miskin sebagai pengganti makanan. Demi anak-anaknya mereka mengalah tidak makan nasi hanya merokok, dan nanti siang mereka akan mencari makan dimana saja. Saya secara pribadi tidak terikat oleh ada atau tidak adanya rokok, namun saya sedih kalau melihat orang miskin mengumpulkan beberapa puntung rokok untuk dijadikan rokok lalu sambil berangkat kerja mereka merokok puntung tadi.

    • azhmyfm permalink

      duh komprehensif sekali pak, pengamatannya.. iya, ketergantungan itu penyebabnya, sebenarnya banyak juga obat maupun multi vitamin mengandung zat yang menimbulkan ketergantungan bila dikonsumsi terus menerus.. bagi mereka yang belum berpunya, tanpa disadari mereka merusak tubuhnya berkali-kali akibat ketiadaan (uang maupun pengetahuan).. miris memang.. trims, pak masukannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: