Skip to content

Tolak Digusur, Warga Pluit ‘Hiasi’ Balai Kota

by pada 13 Juni 2013
(PUSPAPERWITASARI / ANTARA)

(PUSPAPERWITASARI / ANTARA)

Oleh Dede Kartika

Puluhan warga waduk pluit berdemonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/5). Mereka meminta untuk berdialog dengan Gubernur Joko Widodo (Jokowi)  atau pun Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk meminta keterangan terkait penggusuran pemukiman di sisi timur Waduk Pluit.

Salah satu warga Pluit yang berdemonstrasi, Ros (35), mengatakan bahwa warga Pluit mendengar dalam kurun waktu dua atau tiga hari ini akan ada penggusuran warga di sebelah timur waduk.  Ia melanjutkan bahwa kabar itu disampaikan oleh pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bernama Haryanto.

“Apa benar ada perintah? Kami tidak mau sampai ada cara-cara anarkis seperti di Pulogadung,” ujarnya.

Kabar itu langsung ditepis oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ia  mengatakan pemerintah belum akan menggusur warga di sebelah timur waduk. “Tempat tinggalnya belum siap, tunggu sembilan tower rusun selesai dulu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa  pengerukan akan dilakukan secara bertahap agar rumah yang berada di sisi timur tidak amblas dan roboh. Hal ini dikarenakan banyak tempat tinggal warga yang didirikan di atas tumpukan sampah yang memadat. “Kalau dikeruk sekarang bisa-bisa 1.400 tempat tinggal di situ roboh,” ujar Ahok.

Seperti diketahui bersama bahwa pada 21 Mei Waduk Pluit meluap karena tidak mampu menampung banyaknya debit air. Akibatnya, luapan air waduk merendam pemukiman di wilayah Pluit dan Penjaringan hingga ketinggian dua meter.

Waduk pluit merupakan waduk dengan kapasitas tampungan debit air besar. Hal ini yang menjadi salah satu alasan mendasar Pemprov DKI Jakarta membuat program normalisasi Waduk Pluit. Disamping itu, Waduk Pluit juga bisa untuk menangani banjir tahunan yang kerap melanda Jakarta serta demi keselamatan jiwa bagi warga yang tinggal di bantaran waduk tersebut.

Seperti dijelaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tahap pertama pengerukan Waduk Pluit akan selesai dalam waktu tiga bulan. Setelah itu akan dibuat water treatment plan untuk pengolahan air sungai menjadi air minum dan Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ahok juga menambahkan bahwa pengerukan masih berkutat di sisi kiri waduk, yaitu di kawasan Taman Burung yang jauh dari tempat pemukiman warga. Ia juga mengungkapkan, setelah rusun siap, Pemprov DKI akan memindahkan terlebih dahulu warga Waduk Pluit yang tinggal di area basah. Artinya, warga yang tinggal persis di atas waduk harus segera mau direlokasi dari tempat tinggalnya. Rencananya Pemprov DKI akan merelokalisasi 17 ribu kepala keluarga warga di sekitar waduk pluit.

“Kita harus siapin rumah dulu, tiga bulan lagi selesai sembilan blok, kan ada 900 orang lebih kupon rusun,” kata Ahok di Balai kota DKI Jakarta, Jumat (31/5).

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Jurnas.com (http://www.jurnas.com/news/95351/Tolak_Penggusuran,_Warga_Pluit_Demo_di_Balai_Kota/1/Nasional/Ibu_Kota) pada Jum’at, 31 Mei 2013 pukul 18.19

From → Feature

2 Komentar
  1. Bersyukurlah Jakarta mempunyai Pemimpin yang mikirn rakyat.
    Salute Jokowi-Ahok.

    • azhmyfm permalink

      aamiin, semoga dapat diteladani semua kita.. terutama bagi mereka yang mewakili rakyat dan para pembuat kebijakan, agar tidak semata memikirkan citra diri tapi berbuat nyata untuk rakyatnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: