Skip to content

Pelangi Puisi

by pada 16 Juni 2013
(rolshop.co)

(rolshop.co)

Oleh  Ika Nurmala Dewi

Para Pemeluk Mimpi

Terlalu banyak rangkaian tawa
Terlalu keras canda yang dikeluarkan
Suara tawa yang tak bisa terbendung
Semuanya berpegangan tangan menuju kebersamaan

Di awali perkenalan
Tali pertemanan
Tawa persahabatan
Luka di segala pertengkaran
Senyum pertanda memaafkan
Tangis duka dan perpisahan
Harapan yang teriring doa
Lalu tangis terharu pertemuan
Semuanya kenangan harum dan terngiang
Tak pernah terlupa

Kita dahulu semuanya sama
Hanya dibatasi dengan kebiasaan
Kita mempunyai tujuan yang sama
MIMPI!

Tertidur, Terjatuh, Terlelap, Terlena
Lalu kalian mengulurkan tangan
Bersama menuju hawa kesuksesan
Cahaya abadi kesuksesan
Senyum abadi kemenangan

Dimensi mimpi di dalam hati
Secepatnya kita akan menggenggamnya
Dimensi harapan yang hanya awan
Secepatnya kita akan menembusnya
Itulah doa, Itulah harapan

Simpanlah buku masa lalu itu
Yang tertulis segala kenangan
Ditulis dengan tinta tawa dan air mata
Pena yang terbuat dari kejadian dan perjalanan
Dihias dengan segala rasa

Tali itu akan tersambung selamanya
Janganlah sesekali kau menengadah kepala ke atas
Janganlah wajah tak peduli itu kau lukis
Ingatlah dan bukalah buku itu sesekali
Karna kau akan ingat
Seberapa harapan itu sulit diraih
Seberapa tawa menguatkan kita berdiri di atas harapan itu
Dan kita akan menjadi pelangi masa depan

(keanggian.wordpress.com)

(keanggian.wordpress.com)

Puisi

Layaknya teriakan
Puisi aku artikan sebagai molekulnya
Getaran sebagai isi
Dan volume sebagai arti
Disatukan menjadi alunan kata indah
Bebas
Namun butuh kamus untuk mengerti

Puisi bercerita pelangi
Terkadang menggambarkan luka
Kadang seperti rintik hujan bergemuruh
Namun rintik hujan tak selalu kelabu
Terkadang rintik hujan yang dibarengi pelangi

Apapun aku ceritakan
Mulut kujahit rapat
Hanya tangan yang menari
Menari di atas huruf huruf sakral
hati ini melonjak ikut menari di dalamnya

Peluh hati tak terdefinisi
Bacalah tulisanku jika ingin tahu
Jika tak terbaca
Kamu takkan mengerti sama sekali
Hanya kelabu yang kau lihat

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: