Skip to content

Pro-Kontra Kartu Jakarta Sehat

by pada 25 Juni 2013
(Berita21.com)

(Berita21.com)

Oleh Nadya Nur’aini

Pro-Kontra mewarnai program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang ditetapkan oleh Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama. Pasalnya, Balaikota pada Kamis (30/5) kedatangan dua kubu, yaitu kubu penolak sebanyak 500 massa dan kubu pendukung sebanyak 200 massa.

Kedua kubu tersebut datang bergatian. Tak lama kubu penolak pergi, kubu pendukung datang memberi apresiasi terhadap program KJS. Menurut pantauan, terlihat perbeedaan perlakuan pengamanan, seperti kubu penolak hanya diperbolehkan berorasi depan gerbang Balaikota, sedangkan kubu pendukung dapat masuk hingga ke selasar Balaikota.

Para pendukung terlihat membentangkan spanduk yang berisi, “Petisi Rakyat: ‘Selamatkan Jakarta, Tolak Pemecatan Jokowi, Hapuskan Komersialisasi Kesehatan!” Spanduk itu pun telah dibubuhi tanda tangan warga empat kelurahan, yaitu Pasar Minggu, Pejambon, Galur, dan Kampung Rawa.

“Semua program kita dukung, terutama KJS. Saya orang awam hanya melihat bahwa warga negara harus mendapat pelayanan kesehatan yang baik, seperti KJS ini,” kata koordinator massa pendukung KJS, Joni Sujarman.

Joni mengaku kecewa karena sikap elit politik yang meragukan KJS, sehingga mengajukan hak interpelasi.

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Taufiqurrahman menyatakan tiga alasan untuk menolak program KJS. Pertama KJS banyak tindakan yang tidak di-cover oleh PT Askes. Kedua pengguna KJS banyak dari kalangan ekonomi yang mampu. Ketiga Peraturan Gubernur (Pergub) KJS cacat hukum. Taufiqurrahman menegaskan akan terus mengupayakan agar hak interpelasi tersebut berhasil dilaksanakan.

Wacana pengajuan hak interpelasi muncul dalam rapat dengar pendapat antara DPRD DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta instansi terkait, Kamis (23/5/2013). Rapat itu membahas masalah pelaksanaan KJS. Salah satu topik pembahasan rapat tersebut adalah 16 rumah sakit yang dikabarkan keberatan melanjutkan keikutsertaan di program KJS.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Berita21.com (http://lipsus.berita21.com/2013/opini-anda/pro-kontra-kartu-jakarta-sehat.html) pada Jumat, 31 Mei 2013 pukul 18.36

From → Feature

2 Komentar
  1. sebaiknya gubernur /pemda DKI diberi kesempatan melaksanakan programnya. Tentunya sambil dikontrol dan jangan dijegal. Rumah sakit yang berkeberatan juga harus membantu memperbaiki program itu

    • azhmyfm permalink

      benar itulah ciri-ciri sebagian orang yang konservatif, selalu defensif terhadap hal maupun kebijakan baru.. apalagi kalau menyangkut bisnis, sehingga selain pertimbangan keuntungan yang utama, mungkin kepedulian sosial juga semata untuk citra.. duh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: