Skip to content

Wajah Pendidikan di Tanah Air

by pada 30 Juli 2013
(wacana.koranpendidikan.com)

(wacana.koranpendidikan.com)

Oleh Sarah Novianti

Pemberitaan negatif yang akhir-akhir ini nampaknya selalu menghinggapi dunia pendidikan di Indonesia. Padahal pendidikan sangat berperan penting bagi setiap insan. Ya, bagaimana tidak? Tanpa pendidikan seseorang tidak bisa mengimbangi perkembangan jaman yang berkembang begitu cepat.

Banyak orang yang beranggapan kalau dunia pendidikan di Tanah Air ini sudah bobrok. Tidak sedikit pemberitaan-pemberitaan negatif seputar pendidikan tersiar di media. Mulai dari guru yang melakukan pelecehan, kekerasan guru terhadap peserta didik, hingga perlakuan curang para guru yang membeli soal Ujian Nasional (UN) demi kelulusan para muridnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) As-Shomadiyah, Kabupaten Tuban, Riza Solahudin, kalau banyak kepala sekolah yang berbuat curang dengan membeli kunci jawaban UN.

“Seminggu sebelum UN para kepala sekolah itu membeli kunci jawaban. Saya tidak tahu harus bagaimana, justru saya menolak dengan seperti itu. Kalau bisa semua anak didik saya murni,” ungkapnya, seperti dilansir dari laman Seputartuban.com.

Tidak hanya perlakuan para pengajar tetapi peserta didik juga perlu mendapat perhatian. Seperti kasus tawuran. Tawuran bagaikan budaya di Indonesia, hampir tiap minggu selalu ada saja kasus tawuran yang terjadi antar pelajar. Bahkan, hingga merenggut nyawa.

Tentu Anda masih ingat bagaimana seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Jakarta, Alawy Yusianto Putra dibacok hingga tewas oleh  Fitrah Ramadhani, siswa SMA Negeri 70 Jakarta.

Peristiwa yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada tahun  lalu itu cukup mengejutkan dunia pendidikan di Tanah Air.

Menurut AKBP Hermawan dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, berdasarkan yang diperoleh dari pemeriksaan sementara di dapat dua kesimpulan penyebab terjadinya tawuran.

“Tawuran itu sudah merupakan budaya turun-temurun dari para senior,” ungkapnya seperti dikutip dari Havoi.com.

Dari kasus di atas sudah seharusnya pemerintah bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam mengelola sistem pendidikan nasional. Sebenarnya pemerintah bisa berkaca pada pendidikan jaman orde baru. Banyak para pelajar dari negeri asing yang datang ke Indonesia untuk menimba ilmu.

Untuk mengembalikan kejayaan pendidikan Indonesia seperti yang lalu di perlukan kerja keras dan komitmen dari para pendidik di negeri ini dan kita berharap bahwa di pemerintahan baru setelah 2014 sebagai titik awal kebangkitan dunia pendidikan Indonesia baik secara kualitas, moral dan akhlak yang baik.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di KabarTop.com (http://kabartop.com/wajah-pendidikan-di-tanah-air/)

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: