Skip to content

Homeschooling, Solusi atau Kerugian?

by pada 29 Agustus 2013
(infomanfaat.com)

(infomanfaat.com)

Oleh Sarah Novianti

Dewasa ini metode pendidikan homeschooling sedang banyak diminati oleh masyarakat Tentu banyak pula orangtua yang bertanya mengenai legalitasnya. Nah, sebelumnya harus diketahui dulu metode pembelajaran tersebut.

Dipelopori Kak Seto melalui Asah Pena, sebuah lembaga yang didirikan untuk membantu proses belajar mengajar secara homeschooling. Apalagi kegiatan ini juga didukung pemberitaan yang luas dari media massa, sehingga makin tinggi lah apresiasi masyarakat.

Memanfaatkan Fasilitas

Pendidikan luar sekolah dan homeschooling merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menerapkan pendidikan layanan khusus, seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Pendidikan. Karena itu menurut Harun Al Rosyid, Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Non Formal (BPPLSP), payung hukumnya juga UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Seperti yang dilansir Indosiar.com, Ella Yulaelawati, Direktur Pendidikan Kesetaraan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) menyatakan, homeschooling adalah layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orangtua atau keluarga dengan proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif.

Dengan homeschooling para orangtua bisa sedikit lega, lantaran banyaknya kasus tawuran antar sekolah, merebaknya seks bebas, dan narkoba di kalangan pelajar. Karena tidak hanya sebagai sarana pembelajar, tetapi juga berfungsi menjadi pembentuk karakter pribadi yang sesuai dengan agama.

Mereka juga bisa melihat langsung perkembangan anak dan memberikan perhatian secara intensif. Orangtua juga dapat menggunakan guru privat, tutor, mendaftarkan anak pada kursus atau klub hobi (komik, film, fotografi), dan sebagainya. Tujuannya agar anak dapat mengembangkan potensi dirinya secara mendalam.

Proses pembelajaran keluarga homeschooling juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan (perpustakaan, museum, lembaga Penelitian), fasilitas umum (taman, stasiun, jalan raya), fasilitas sosial (taman, panti asuhan, rumah sakit), maupun fasilitas bisnis (mall, pameran, restoran, pabrik, sawah, perkebunan).

Homeschooling juga bisa diterapkan bagi mereka yang mengalami keterbelakangan, mempunyai trauma yang mendalam terhadap sekolah atau mereka yang menderita sakit. “Malah sering dijadikan terapi bagi anak korban bullying teman-temannya, juga beberapa kasus seperti bermasalah dengan guru. Setelah merasa terobati, mereka kembali lagi ke sekolah formal,” jelas Seto Mulyadi, Ketua Dewan Komnas Perlindungan Anak (PA), yang dikutip Sindonews.com.

Di luar itu, beberapa faktor lain yang menyebabkan orangtua lebih memilih homeschooling ketimbang sekolah formal:

1. Kekecewaan orangtua dengan sistem pendidikan di sekolah formal, yang memprioritaskan nilai raport saja.

2. Ketidakpercayaan orang tua dengan kejujuran di dalam lembaga pendidikan formal.

3. Mahalnya biaya sekolah formal.

4. Mereka melihat dari orang-orang yang telah berhasil di dunia ini, kebanyakan karena mereka belajar sendiri (otodidak).

5. Belajar dari kehidupan sehari-hari, serta ingin meyekolahkan anak ke luar negeri.

Beberapa Kekurangan

Namun, tak dapat dipungkiri kalau homeschooling ini juga mempunyai kekurangan. Di antaranya, anak boleh jadi cenderung antisosial, mempunyai sifat egois yang tinggi, dan tertutup. Berikut yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

1. Ajari anak Anda untuk kenal dengan lingkungan di sekitarnya, jangan biarkan mereka menjadi pribadi tertutup

2. Bawalah anak Anda berekreasi ke tempat wisata yang mempunyai nilai-nilai sejarah. Selain menambah pengetahuan, juga membantu mereka belajar mengenal dunia luar.

3. Berikan waktu luang bagi anak Anda untuk bermain dengan teman sebayanya. Hal ini penting bagi psikologis mereka agar tumbuh berkembang sesuai dengan usianya

4. Ikutilah anak Anda dalam perlombaan yang ia sukai, yang dapat memacu prestasi anak untuk lebih maju dan menambah banyak teman baru

5. Ajaklah anak Anda berdiskusi atau bertukar pikiran, demi untuk mengetahui perkembangan mereka.

Meskipun demikian, kini bkeberadaan homeschooling di ibukota sudah mulai banyak diminati. Khususnya bagi kalangan menengah atas, seperti kaum selebriti. Mereka cenderung tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti kegiatan rutin anaknya di sekolah, sehingga memilih alternatif ini sebagai jalur pendidikan.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di KabarTop.com (http://kabartop.com/homeschooling-solusi-atau-kerugian/)

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: