Skip to content

Ketan Susu, Kudapan Manis Pembawa Rezeki

by pada 31 Agustus 2013
(www.gedoor.com)

(www.gedoor.com)

Oleh Dimas Pradana

Siapa yang tidak kenal kudapan Ketan Susu? Makanan yang mulai dikenal masyarakat, terutama kalangan remaja ini, mulai menjamur di berbagai sudut ibu kota. Usaha sederhana ini bisa dikatakan cukup menjanjikan.

Bisnis kuliner memang sedang menjamur belakangan ini. Di samping karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, bisnis ini juga memiliki konsumen yang terus bertambah setiap harinya.

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan makanan –tak hanya makanan pokok– sehingga apa pun makanan yang dijual selalu saja laris manis. Terlebih lagi, jika melihat perilaku masyarakat yang semakin konsumtif.

Alasan itulah yang menyebabkan Toro, pemuda asal Tanggerang beralih profesi menjadi pebisnis bidang kuliner dengan menjual ketan susu. Selain sebagai pengalihan profesi, bisnis ini juga sesuai dengan kegemarannya memasak. Untuk menarik konsumennya, Toro –yang lebih akrab disapa Oo– menerapkan konsep bisnisrnya berbentuk kedai, agar tidak terkesan mahal. Apalagi target konsumennya kelas menengah bawah, meski tak jarang juga didatangi kalangan bermobil.

Ia menciptakan suasana yang nyaman untuk berkumpul. “Konsumen saat ini bukan hanya membeli makanannya saja, tetapi juga mencari tempat yang nyaman untuk bertemu rekan sejawat. Apalagi tren kedai sekarang segmentasinya bukan hanya pekerja kantoran, tapi juga menyasar pada pelajar dan mahasiswa,” kilah Toro, yang membuka kedai ketan susu di bilangan Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Toro memulai bisnis kulinernya ini dengan modal empat juta rupiah setahun lalu. Menurutnya modal tersebut masih terbilang kecil, jika dibandingkan dengan bisnis kuliner lain yang membutuhkan hingga belasan, bahkan puluhan juta rupiah. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan masak, lemari penyimpan bahan makanan, etalase dan membuat beberapa meja dan tempat duduk untuk para pembeli.

Kedai Toro ini tidak hanya menyajikan ketan susu, kini ia juga menyediakan berbagai macam nasi goreng. Seperti, nasi goreng Jawa, basi goreng Singapore, nasi goreng sea food, dan nasi goreng Thailand, yang resepnya didapat dari teman-temannya yang menjadi koki restoran.

Harga yang ditawarkan juga sangat variatif. Untuk ketan susu, ia hanya membandrol lima sampai dua belas ribu rupiah perporsi tergantung jenisnya. Sedangkan untuk nasi goreng, ia membandrol dari sembilan sampai lima belas ribu rupiah perporsi.

“Masalah harga memang tidak terlalu mahal, supaya konsumen betah. Karenanya nama kedai ini dapat selalu melekat di benak konsumen, Ujar Toro yang membuka kedainya dari matahari terbenam hingga tengah malam tersebut.

Meski saat ini harga beras ketan terus naik, Toro belum berencana menaikkan harga kulinernya itu. Dengan harga yang terbilang murah, tetapi ia masih dapat untung. Buktinya ia mampu meraup omset sekitar empat sampai enam juta rupiah perbulannya, sebuah angka yang tidak sedikit. Memang, usaha kecil-kecilannya ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, kedai ketan susu miliknya dapat menghidupinya hingga saat ini dengan prospek yang cukup menjanjikan. Karenanya, Topro masih berencana mengembangkan usahanya. Entah dengan menu yang sama atau jenis kuliner lainnya. Mungkin sekarang ia hanya memiliki kedai sederhana di pinggir jalan. Namun tak menutup kemungkinan, berkat kerja keras dan keuletannya, ia dapat menjadi pebisnis kelas atas.

Angan-angan itulah yang membawanya pada kesuksesan. Ketan susu, kudapan sederhana, tapi bisa membuat ia memiliki segalanya nanti.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: